ANALISIS FAKTOR KEPATUHAN PENGOBATAN ARV PADA PASIEN ODHA DI UPT PUSKESMAS RAWAT INAP KEMILING BANDAR LAMPUNG

Authors

  • Nabil Heriansa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia, Bandar Lampung, Indonesia Author
  • Nurul Aziza Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia, Bandar Lampung, Indonesia Author
  • Dwi Yulia Maritasari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Mitra Indonesia, Bandar Lampung, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/jvwqs538

Keywords:

Faktor Kepatuhan, Kepatuhan, ODHA, Pengobatan ARV

Abstract

Kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV) merupakan komponen penting dalam keberhasilan terapi HIV/AIDS. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan terapi, resistensi obat, dan meningkatkan risiko penularan. UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling mencatat 14 pasien Loss to Follow Up dari 159 pasien HIV pada Maret 2026, sehingga diperlukan identifikasi faktor yang berkaitan dengan kepatuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pendidikan, sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, serta dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan ARV pada pasien ODHA di UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sebanyak 60 responden dipilih dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 dan kuesioner faktor kepatuhan. Analisis menggunakan uji Chi-Square untuk tingkat pendidikan dan dukungan keluarga, serta Fisher’s Exact untuk sarana dan prasarana fasilitas kesehatan pada tingkat kepercayaan 95%. Sebagian besar responden memiliki kepatuhan tinggi (71,7%), pendidikan tinggi (68,3%), menilai sarana dan prasarana baik (86,7%), dan memiliki dukungan keluarga baik (51,7%). Tidak terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pengobatan ARV (p=0,131). Sebaliknya, terdapat hubungan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan (p=0,005) serta dukungan keluarga (p=0,006) dengan kepatuhan. Peningkatan mutu fasilitas pelayanan dan pelibatan keluarga dalam konseling serta edukasi perlu diprioritaskan untuk mempertahankan kepatuhan terapi ARV.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amirudin, I., Rohmawati, D. L., Aryani, D. F., Yasni, M., & Marsiami, A. S. (2026). Factors related to adherence to antiretroviral therapy among HIV/AIDS patients in Indonesia. Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma’arif Baturaja, 11(1), 1–10.

Astuti, D., Wigati, A., & Cahyamulyaninrum, E. D. (2022). Factors affecting anti retroviral therapy (ARV) people with HIV/AIDS (ODHA). The 16th University Research Colloqium 2022 Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (URECOL), 172–178.

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. (2024). Profil kesehatan Kota Bandar Lampung.

Fahmana, N. L., Su’udi, & Sumiatin, T. (2024). Dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV (Human Immunodeficiency Virus) di Poli VCT RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(5), 680–687. https://doi.org/10.5281/zenodo.10544258

Fikri, M. A., Septimar, Z. M., & Pratiwi, A. (2025). Pengaruh dukungan sosial terhadap kepatuhan terapi antiretroviral (ARV) pada orang dengan (ODHA). Jurnal Penelitian Nusantara, 1(9), 120–127.

Haryadi, Y., Sumarni, S., & Angkasa, M. (2020). Jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan mempengaruhi kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada pasien HIV/AIDS. Jurnal Lintas Keperawatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana HIV.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025a). Profil kesehatan Indonesia 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025b). Berani tes, berani lindungi diri: Kemenkes targetkan eliminasi HIV dan IMS tahun 2030.

Khamid, A., Azzam, R., Yunitri, N., Rayasari, F., Astuti, W., Rusli, A., & Maemun, S. (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan terapi antiretroviral pada orang dengan HIV. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(10), 4153–4165.

Kusdiyah, E., Rahmadani, F., Nuriyah, & Miftahurrahmah. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien HIV dalam mengonsumsi terapi antiretroviral di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. E-SEHAD, 3(1), 8–27.

Morisky, D. E., & DiMatteo, M. R. (2011). The Morisky 8-item self-report measure of medication-taking behavior (MMAS-8). Journal of Clinical Epidemiology, 64(7), 786–791.

Notoatmodjo, S. (2018a). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018b). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Rahim, R., Manan, S., & Prasetyo, Y. A. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien Human Immunodeficiency Virus mengkonsumsi anti retroviral di Rumah Sakit Umum Bethesda Serukam. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 13(4), 312–321.

UNAIDS. (2022). Global HIV & AIDS statistics—Fact sheet.

Waskito, I. B., Wardani, D. W. S. R., & Susianti. (2023). Pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan ODHA dalam menjalani terapi ARV.

Wayustasa, A., Lahdji, A., & Faizin, C. (2024). Analisis faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita HIV/AIDS di RSUD RAA Soewondo Pati. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 11(1), 202–208.

World Health Organization. (2003). Adherence to long-term therapies: Evidence for action.

World Health Organization. (2021). Consolidated guidelines on HIV prevention, testing, treatment, service delivery and monitoring.

World Health Organization. (2025). HIV data and statistics.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

ANALISIS FAKTOR KEPATUHAN PENGOBATAN ARV PADA PASIEN ODHA DI UPT PUSKESMAS RAWAT INAP KEMILING BANDAR LAMPUNG. (2026). Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara, 3(3), 251-262. https://doi.org/10.62710/jvwqs538

Similar Articles

1-10 of 41

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)