HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI
DOI:
https://doi.org/10.62710/b8ct7537Keywords:
Keputihan, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Pencegahan Keputihan, Remaja Putri, Self-EfficacyAbstract
Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri. Rendahnya keyakinan diri (self-efficacy) dalam melakukan tindakan pencegahan dapat menjadi salah satu faktor psikologis yang berhubungan dengan perilaku kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X dan XI SMA Negeri 12 Samarinda, dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur mengenai self-efficacy dan perilaku pencegahan keputihan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-efficacy tinggi (61,3%; n=57) dan perilaku pencegahan keputihan yang baik (58,1%; n=54). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja putri (p<0,001). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa self-efficacy berkaitan dengan perilaku pencegahan keputihan, sehingga peningkatan keyakinan diri melalui edukasi kesehatan reproduksi dapat menjadi salah satu upaya mendukung perilaku pencegahan yang lebih baik.
Downloads
References
Afifah, S., & Herawati, M. (2023). Hubungan tingkat kecemasan dan perilaku personal hygiene dalam mencegah keputihan pada santri. Jurnal Kebidanan Khatulistiwa, 9(2). https://doi.org/10.30602/jkk.v9i2.1263
Fadillah, N. J., Azmarina, T. S. N., & Ardiansyah, A. (2026). Perubahan persepsi manfaat, hambatan dan self-efficacy konsumsi sayur buah setelah penyuluhan gizi berbasis Health Belief Model. USADA NUSANTARA: Jurnal Kesehatan Tradisional, 4(2), 499–509.
Fatimah, S., Manuardi, A. R., & Meilani, R. (2021). Tingkat efikasi diri performa akademik mahasiswa ditinjau dari perspektif dimensi Bandura. Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 4(1), 25–36.
Hariani, Y. (2024). Hubungan pengetahuan dan perilaku terhadap upaya pencegahan keputihan. Jurnal 'Aisyiyah Medika, 9(2), 364–371.
Kustin, K., Rahmawati, L., & Anugrah, F. A. (2026). Self-efficacy as the strongest predictor of adolescent reproductive health behavior: A Health Belief Model study among vocational students in rural East Java. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 21(2), 156–164.
Maifita, Y., Andriani, L., & Elvi, Y. P. (2025). Hubungan dukungan keluarga dengan self-efficacy terhadap menstrual hygiene pada remaja putri SMPN 2 Pariaman. As-Shiha: Journal of Medical Research, 7(2), 84–94.
Marbun, U., Sari, N. S., Irnawati, I., Sari, L. P., & Dahniar, D. (2024). The effectiveness of reproductive midwifery care with the fluor albus approach: A case study of handling vaginal discharge in women of childbearing age. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 13(2), 315–320.
Musyarofah, L. (2021). Hubungan kualitas tidur dengan kecemasan pada ibu nifas di Polindes Karang Anyar Tembelangan Sampang. Repository STIKes Ngudia Husada Madura. http://repository.stikesnhm.ac.id/id/eprint/849/
Nikmah, J. N., & Kustin. (2025). Hubungan self efficacy dengan self care menstruasi hygiene pada remaja putri. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 14(2), 143–152. https://doi.org/10.31290/jpk.v14i2.5290
Nilaswari, N. P. V. (2021). Hubungan motivasi diri dengan perilaku pencegahan keputihan pada remaja putri di SMPN 1 Abiansemal.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Rajagukguk, M. (2023). Pembangunan kesehatan remaja sekolah: Hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku remaja putri usia sekolah dalam mencegah fluor albus di SMA Negeri 13 Medan. 10(September), 35–46.
Simak, V. F., Kristamuliana, K., & Sekeon, C. G. (2022). Perilaku seksual berisiko serta kaitannya dengan keyakinan diri remaja untuk mencegah: Studi deskriptif. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(1), 19.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.
Sumarni, S., & Amin, D. R. (2024). Pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di MTs Miftahul Falah Bekasi tahun 2023. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 4(1), 263–276.
Sundaidah. (2023). Analisis faktor yang berhubungan dengan perilaku vulva hygiene pada remaja putri di MTsN 2 Jember berbasis teori self efficacy.
Usrina, Fitrianiar, Zahara, & Hanum. (2023). Determinan yang berhubungan dengan perilaku pencegahan keputihan pada mahasiswi Poltekkes Kemenkes Aceh. Journal of Healthcare Technology and Medicine. https://doi.org/10.33143/jhtm.v9i1.2869
Utami, L. P. P., & Wahyuni, N. P. D. S. (2021). Infeksi pada vagina (vaginitis). Ganesha Medicina, 1(1), 9–19.
Wahyu, D., Kusumaningtyas, K., & Pratami, E. (2022). Health education-based effectiveness of Health Belief Model on vulva hygiene behavior in prevention of vaginal discharge for pregnant woman.
Wulandari, Y. P., Wigati, A., & Risnawati, I. (2026). Perilaku pencegahan terjadinya keputihan patologis pada remaja putri berdasarkan dukungan peran orang tua di SMP N 2 Kaliwungu Kudus. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 17(1), 45–54.
Zapata, M. R. (2023). Diagnosis and treatment of vulvovaginitis. In Handbook of gynecology (pp. 297–317). Springer International Publishing.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








