GAMBARAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA DAYAH DI ACEH BESAR: STUDI CROSS-SECTIONAL

Authors

  • Andi Mulyadi Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, Indonesia Author
  • Isra Yusri Yanti Habibillah Program Studi Profesi Ners, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medika Seramoe Barat, Meulaboh, Indonesia Author
  • Neila Fauzia Program Studi Sarjana Keperawatan, Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, Indonesia Author
  • Reka Julia Utama Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/0vs0y313

Keywords:

Dayah, Remaja, Subjective Well-Being

Abstract

Subjective well-being (SWB) merupakan penilaian kognitif dan afektif individu terhadap kepuasan hidupnya yang berperan penting bagi perkembangan psikologis remaja. Remaja dayah rentan mengalami SWB rendah akibat padatnya aktivitas harian, tekanan akademik, dan keterbatasan waktu istirahat, yang berpotensi memicu perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik demografi dan tingkat subjective well-being pada remaja dayah di Aceh Besar. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja dayah Darul Ihsan dan Daruzzahidin yang berjumlah 144 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik quota sampling terhadap 61 remaja yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu memperoleh izin orang tua/wali, tidak sedang sakit, dan memiliki skor SWB rendah (≤39). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-report Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi, mean, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kelompok remaja awal (78,7%), seluruhnya berjenis kelamin laki-laki (100%), berasal dari desa (68,9%), dengan pendapatan orang tua di bawah UMP Aceh (75,4%), dan memiliki masalah kesehatan dalam tiga bulan terakhir (57,4%). Rerata skor subjective well-being responden adalah 21,2 (SD ±6,95) yang tergolong rendah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan tingginya proporsi remaja dayah dengan SWB rendah sehingga diperlukan program deteksi dini dan intervensi promosi kesehatan mental yang berkelanjutan di lingkungan dayah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chen, S. (2019). Chinese adolescents' emotional intelligence, perceived social support, and resilience-The impact of school type selection. Frontiers in Psychology, 10(JUN). https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.01299

Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.).

Dewi, L., Tentama, F., dan Diponegoro, A. M. (2021). Subjective well-being: Mental health study among students in the islamic boarding school. International Journal of Public Health Science, 10(1), 146-158. https://doi.org/10.11591/ijphs.v10i1.20610

Diener, E. (1984). Subjective well-being. Psychological Bulletin, 95(3).

Diener, E., Emmons, R. A., Larsen, R. J., dan Griffin, S. (1985). The satisfaction with life scale. Journal of Personality Assessment, 49(1). https://doi.org/10.1207/s15327752jpa4901_13

Diener, E., Seligman, M. E. P., Choi, H., dan Oishi, S. (2018). Happiest people revisited. Perspectives on Psychological Science, 13(2). https://doi.org/10.1177/1745691617697077

Diener, E., Wirtz, D., Tov, W., Kim-Prieto, C., Choi, D. won, Oishi, S., dan Biswas-Diener, R. (2010). New well-being measures: Short scales to assess flourishing and positive and negative feelings. Social Indicators Research, 97(2). https://doi.org/10.1007/s11205-009-9493-y

Fitri, R., Asniar, A., dan Jannah, S. R. (2021). Determinan gaya hidup sehat remaja boarding school dan non boarding school. Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 282-294. https://doi.org/10.31539/jks.v5i1.2949

Hafiza, S., dan Mawarpury, M. (2019). Kesejahteraan subjektif pada pemulung: Tinjauan sosiodemografi. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 5(2), 139. https://doi.org/10.22146/gamajop.49945

Hastono, S. P. (2016). Analisis data pada bidang kesehatan. Raja Grafindo Persada.

Masturoh, I., dan Anggita, Nauri, T. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Matić, I., dan Jureša, V. (2021). Sense of coherence and subjective well-being among adolescents-the potential impact of living in a dormitory compared to living with family. Acta Clinica Croatica, 60(4), 632-640. https://doi.org/10.20471/acc.2021.60.04.10

McEwen, M., dan Wills, M. E. (2019). Theoretical basis for nursing (5th ed.). Wolters Kluwer.

Pramisya, R., dan Hermaleni, T. (2021). Kontribusi dukungan sosial terhadap subjective well-being pada remaja dari keluarga etnis Minang. Mediapsi, 7(1), 76-88. https://doi.org/10.21776/ub.mps.2021.007.01.8

Satu Data Kementerian Agama RI. (2023). Pondok pesantren dalam angka tahun 2023. Kementerian Agama RI.

Utami, S., Asniar, dan Hayati, W. (2023). Social support and subjective well-being among adolescents living in Islamic boarding school in rural Indonesia. International Journal of Nursing Education, 15(3), 72-76. https://doi.org/10.37506/ijone.v15i3.19576

Yustikarini, D. Z. (2021). Implementasi program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) sebagai bentuk upaya kesehatan masyarakat dan perorangan. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(2), 13.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

GAMBARAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA DAYAH DI ACEH BESAR: STUDI CROSS-SECTIONAL. (2026). Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara, 3(3), 217-224. https://doi.org/10.62710/0vs0y313

Most read articles by the same author(s)