Peran Fear of Commitment terhadap Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal

Authors

  • Amanda Seviana Dewi Universitas Esa Unggul Author
  • Sulis Mariyanti Universitas Esa Unggul Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/951t1d37

Abstract

Dewasa awal merupakan fase perkembangan ketika individu mulai dihadapkan pada tuntutan untuk membangun hubungan yang lebih serius serta mempersiapkan diri untuk kehidupan pernikahan. Dalam proses tersebut, fear of commitment dapat menjadi salah satu kondisi yang membuat individu merasa ragu dan khawatir dalam menjalani hubungan jangka panjang dan berperan pada kesiapan menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fear of commitment terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Sampel penelitian terdiri dari 150 individu dewasa awal berusia 19–40 tahun yang dipilih menggunakan teknik non-probability accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Skala fear of commitment menghasilkan 22 aitem valid dengan rentang koefisien validitas 0,380–0,801 dan reliabilitas (α) = 0,934, sedangkan skala kesiapan menikah menghasilkan 21 aitem valid dengan rentang koefisien validitas 0,331–0,709 dan reliabilitas (α) = 0,872. Data kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fear of commitment berperan negatif dan signifikan terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal, dengan nilai signifikansi p = 0,001 dan koefisien regresi sebesar -0,347. Nilai R Square sebesar 0,210 menunjukkan bahwa fear of commitment berperan sebesar 21% terhadap kesiapan menikah, sedangkan bagian lainnya berkaitan dengan faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, F., Mudjiran, & Ardi, Z. (2020). Hubungan persepsi mahasiswa tentang keluarga harmonis dengan kesiapan menikah. Neo Konseling, 2(3), 1–7. https://doi.org/10.24036/00296kons2020

Adhani, A. F., & Aripudin, A. (2024). Perspektif generasi Z di platform X terhadap penurunan angka pernikahan di Indonesia. Jurnal Komunikasi Islam (J-KIs), 5(1), 185–198.

Anindita, S. M., Viranda, C., & Oktavia, A. (2024). Adaptasi skala kesiapan menikah. Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi, 1(1), 32–42. https://doi.org/10.47776/MJPRS.005.01.05

Annisa, N. M., Widhyastuti, C., Hermawan, C. F., Amos, & Nahrudin, M. N. R. (2024). Marriage readiness dan fear of commitment pada dewasa awal yang belum menikah. Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI), 6(2), 134–140.

Apostolou, M., & Tekeş, B. (2024). Fear of relationship commitment and singlehood. Evolutionary Psychological Science, 10–18. https://doi.org/10.1007/s40806-023-00382-z

Arnett, J. J. (2023). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties (3rd ed.). Oxford University Press.

Badan Pusat Statistik. (2025). Nikah dan cerai menurut provinsi (kejadian). https://www.bps.go.id

Carroll, J. S., Badger, S., Willoughby, B. J., Nelson, L. J., Madsen, D., & Barry, C. M. (2009). Ready or not? Emerging adults' perceptions of their preparation for marriage. Journal of Adolescent Research, 24(3), 349–375. https://doi.org/10.1177/0743558409334253

Dewi, E. (2023). Hubungan antara kecerdasan emosi dengan kesiapan menikah [Skripsi, Universitas Pendidikan Indonesia].

Erikson, E. H. (1963). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company. Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.

Fajar. (2025). Angka pernikahan di Indonesia turun drastis: Kemenag imbau generasi muda. https://dki.kemenag.go.id

Herawati, I., Yendra, D., & Amita, N. (2025). Kesiapan menikah pada generasi Z: Marital attitudes dan kematangan emosi. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 22(2), 476–487. https://doi.org/10.25299/ajaip.2025

Holman, T. B., Larson, J. H., & Harmer, S. L. (1994). The development and predictive validity of a new premarital assessment instrument: The PREParation for Marriage Questionnaire. Family Relations, 43(1), 46–52. https://doi.org/10.2307/585141

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan. Erlangga.

Kompas.com. (2025). Diduga depresi, nikah muda pria di Buton ditemukan tewas gantung diri. https://makassar.kompas.com

Kumparan. (2024). Pria di Depok bunuh diri diduga depresi dipaksa menikah padahal mau fokus CPNS. https://kumparan.com

Mawaddah, S., Safrina, L., Mawarpuri, D. M., & Faradina, S. (2019). Perbedaan kesiapan menikah pada dewasa awal ditinjau dari jenis kelamin di Banda Aceh. Jurnal Empati, 8(1), 320–328.

Nurviana, A., & Hendriani, W. (2021). Makna pernikahan pada generasi milenial yang menunda pernikahan dan memutuskan untuk tidak menikah. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(2), 1037–1045.

Obeid, S., Akel, M., & Hallit, S. (2019). Construction and validation of the Lebanese fear of relationship commitment scale among a representative sample of the Lebanese population. Perspectives in Psychiatric Care, 1–10. https://doi.org/10.1111/ppc.12424

Rafliyanto. (2025). Menimbang moralitas dan rasionalitas: Studi kritis fenomena tren nikah muda dan penundaan perkawinan. Jurnal Restorasi Hukum JRH, 8(1), 135–166.

Rahma, D. A. (2025). "Marriage is scary" dalam perspektif Al-Qur'an: Analisis tematik terhadap fenomena ketakutan menikah di kalangan generasi Z. Al-Ghaaziy: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 1(2), 63–80.

Rahmawati, N. (2025). Fenomena marriage is scary dan dampaknya terhadap kesiapan menikah generasi Z [Skripsi, IAIN Ponorogo].

Sutanto, S. H., & Penaamadiong, F. T. E. (2026). Pengaruh fear of commitment terhadap marital readiness pada emerging adults lajang. Flourishing, 6(2), 270–292. https://doi.org/10.17977/um070v6i22026p270-292

Published

12-09-2026

How to Cite

Dewi, A. S. ., & Mariyanti, S. . (2026). Peran Fear of Commitment terhadap Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 3(3), 1345-1354. https://doi.org/10.62710/951t1d37