Pelestarian Tradisi “Sayang-Sayang Mandar” sebagai Media Penanaman Nilai Pendidikan Islam di Desa Tallu Banua Utara Kecamatan Sendana Kabupaten Majene
DOI:
https://doi.org/10.62710/6d4rf026Keywords:
Lagu Sayang-Sayang, Pelestarian Budaya, Pendidikan Islam, Nilai-Nilai Islam, Masyarakat Mandar.Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan lagu Sayang-Sayang sebagai kesenian dan warisan budaya Mandar yang mengandung pesan moral serta nilai kehidupan. Perubahan zaman dan pola kehidupan generasi muda menjadi tantangan dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pelestarian lagu Sayang-Sayang, kandungan nilai pendidikan Islam di dalamnya, serta pemanfaatannya sebagai media penanaman nilai pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku seni, orang tua, dan generasi muda. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian lagu Sayang-Sayang dilakukan melalui kegiatan seni budaya, pewarisan antargenerasi, kegiatan masyarakat, serta kegiatan sosial dan keagamaan. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan nasihat dan pesan moral. Nilai pendidikan Islam yang terkandung meliputi akhlak, kesopanan, kasih sayang, tanggung jawab, penghormatan, kebaikan, dan kehidupan sosial yang harmonis. Dengan demikian, pelestarian lagu Sayang-Sayang dapat menjadi media pendidikan Islam yang kontekstual dalam membentuk generasi berakhlak baik sekaligus mempertahankan identitas budaya Mandar.
Downloads
References
Alimuddin, Nilai-Nilai Budaya Mandar dalam Perspektif Pendidikan, Makassar: Pustaka Refleksi, 2015, h. 54
Anandjaja, James, Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 2007.
B. Miles, Matthew, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2014.
J. Moleong, Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Jakarta: Kemendikbud, 2017.
Kementrian Agama RI, Alquran dan Terjemahannya, Jakarta : Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran, 2015
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: Aksara Baru, 1983.
Mattulada, Kebudayaan Mandar dalam Perspektif Sejarah, Ujung Pandang: Hasanuddin University, 1998.
Rahman, Nilai-Nilai Budaya dalam Sastra Lisan Mandar. Jurnal Humaniora, 27(2), 2015, h. 145–156.
Rasyid, Nirwana, Mahfuddin Mahfuddin, and Irna Fitriana. Religiosity and Romanticism in Mandar's Love Poem Text: Stylistic Analysis. Journal of Asian Multicultural Research for Social Sciences Study 2.4. (2021), h. 50-61
Sahabuddin, Chuduriah, Muhammad Muzani Zulmaizar, and Nurul Awainah, Sejarah Budaya Mandar, Jakarta: wawasan Ilmu, 2024.
Sedyawati, E., Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.
Sedyawati, Edi, Kebudayaan di Nusantara: Dari Keris, Tor-Tor sampai Industri Budaya, Depok: Komunitas Bambu, 2014.
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2022.
Syarifuddin, Kearifan Lokal dalam Tradisi Lisan Masyarakat Mandar. Jurnal Kebudayaan dan Sastra, 10(2), 2018.
Taufiq, A. Muh. Makna Idiomatik Dan Nilai Moral Dalam Syair Sayang-Sayang Mandar Kajian Semantik Idiomatic Meaning And Moral Values In Mandar Sayang-Sayang Poetry Semantic Study. Disertasi. Makassar: Universitas Hasanuddin, 2022.
Tilaar, H. A. R., Kurikulum Berbasis Budaya, Jakarta: Rineka Cipta, 2015.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asrar Asrar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






