Peran Bidan dalam Penyediaan Layanan Kesehatan Primer di Daerah Terpencil

Authors

  • Anindya Azzahra Universitas Gunadarma Author
  • Annisa Rose Maharani Universitas Gunadarma Author
  • Siska Tiyas Aprilia Universitas Gunadarma Author
  • Siti Robi’ah Universitas Gunadarma Author
  • Winnie Tunggal Mutika Universitas Gunadarma Author
  • Rini Damayanti Universitas Gunadarma Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/e1hwpq88

Keywords:

Midwives, remote areas, primary health care, maternal and child health, community empowerment

Abstract

Access to quality primary healthcare remains a major challenge in remote areas due to geographical, infrastructural, and human resource limitations. In such settings, midwives serve as key frontline providers bridging critical healthcare gaps. Objective: This study aims to systematically examine the roles, contributions, and challenges of midwives in delivering primary healthcare services in remote areas. Methods: A systematic literature review was conducted, analyzing 100 scholarly articles from databases such as PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, and others. Inclusion criteria included a focus on midwifery in remote areas and primary health service contexts. Results: Findings reveal that midwives contribute significantly to antenatal care, safe deliveries, postnatal and neonatal care, child immunization, nutrition, family planning, and community health promotion. Despite their vital role, they face significant barriers including geographic isolation, infrastructure deficits, workforce shortages, cultural resistance, and personal safety concerns. Adaptive strategies such as mobile technology use, self-funded training, and strong community-based approaches are essential for sustaining services. Conclusion: Midwives are strategic agents of change in delivering equitable primary health care in remote settings. Sustained support through policy, infrastructure, training, and protection is crucial to ensure their continued effectiveness.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dewi, A. S., & Puspita, D. (2019). Tantangan Bidan dalam Pelayanan Kesehatan di Daerah Kepulauan Terpencil. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(3), 100-110.

Fitriani, R., & Handayani, S. (2021). Strategi Bidan dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Program KIA di Daerah Sulit. Jurnal Ilmu Kebidanan, 12(2), 45-55.

Hasibuan, A. S. (2020). Analisis Dukungan Pemerintah terhadap Bidan di Daerah Terpencil. Jurnal Kebijakan Kesehatan, 15(1), 30-38.

Kurniawati, L., & Ramadhan, R. (2022). Inovasi Pelayanan Kebidanan Berbasis Komunitas di Daerah Terpencil. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(4), 200-210.

Maesaroh, S., & Rosmana, A. (2022). Peran Bidan Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Wilayah Kerja Puskesmas Cileles. Jurnal Kesehatan Indonesia, 13(2), 20-28.

Sari, N. F., & Supriyati, Y. (2020). Peran Bidan dalam Pelaksanaan Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi di Daerah Terpencil. Jurnal Kebidanan, 9(1), 5-12.

Setiawati, F., & Susianti. (2022). Peran Bidan Desa Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Dan Angka Kematian Bayi (AKB). Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(1), 1–6.

Sihabudin, A., Mutjaba, B., & Dimyati, I. (2018). Adopsi Inovasi Program Keluarga Berencana oleh Masyarakat Desa di Wilayah Terpencil. Jurnal Penelitian Kebidanan, 5(1), 20-30.

Simamora, T. M. (2021). Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Terpencil dan Sangat Terpencil Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 19(02), 73–80. https://doi.org/10.33221/jikes.v19i02.548

Suswanto, W., Sa’pang, M., Dhyani, P., Irawan, A. M. A., Eflin, V., Zahra, S. F., Puji, A., Nababan, C. A., & Santoso, A. F. (t.t.). Midwife Group PKM in Overcoming Edupad-Based Chronic Energy Deficiency at Parung Panjang Health Center

Wulandari, R. D., Laksono, A. D., Matahari, R., Rohmah, N., & Krismawati, H. (2021). Kinerja Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Papua Tahun 2018: Apakah input tenaga bidan dan dokter berpengaruh?1 Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 24(4), 275–285. https://doi.org/10.22435/hsr.v24i4.4913

Wulandari, R., & Sumanti, N. T. (2022a). Analisis faktor peran bidan, sarana prasarana dan pengetahuan ibu dalam pelaksanaan ANC terintegrasi di Praktek2 Bidan Mandiri (PBM) W di Bojong Gede tahun 2020. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah, 18(1), 1–9. https://doi.org/10.31101/jkk.1748

Yuliani, I., Setyowati, L., & Rohmatin, H. (2023). PERBEDAAN PELAYANAN3 PERSALINAN BIDAN DAN DUKUN DARI SUDUT PANDANG PASIEN DIDUSUN DADAPAN PUSKESMAS ANDON. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 120-130.

Lailatul Khoiriyah & Retna Siwi Padmawati. (2021). PENDEKATAN DINAS KESEHATAN DALAM PEMBERIAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR MATERNAL PADA KOMUNITAS ADAT TERPENCIL SUKU ANAK DALAM DI KABUPATEN MERANGIN. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (The Indonesian Journal of Health Service Management), 24(01), 16–23. https://doi.org/10.22146/jmpk.v24i01.4059

Sormin, R. E. M. (2023). Peran Bidan Desa Dalam Pencegahan Stunting Pada Puskesmas di Kabupaten Timor Tengah Selatan. 2(1).

Wahyuni, S., & Ferial, L. (2023a). Pemeriksaan Puskesmas di Daerah Terpencil terhadap Fasilitas Kesehatan. JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE, 3(01), 91–108. https://doi.org/10.47080/joubahs.v3i01.2487

Hanifah, A. (2018). Peran bidan dalam menghadapi budaya panggang dan tatobi ibu nifas pada suku Timor di Kecamatan Mollo Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun 2016. Jurnal Info Kesehatan, 16(1), 119–130. (t.t.).

Salihi, S. M., Jusuf, H., & Mokodompis, Y. (2025). Analisis Lingkup Pelayanan Klaster Ibu dan Anak dalam Penyelenggaraan Integrasi Pelayanan Primer Dipuskesmas Kabila. 8(1).

Published

29-04-2026

Issue

Section

Articles

How to Cite

Azzahra, A., Maharani, A. R., Aprilia, S. T., Robi’ah, S., Mutika, W. T., & Damayanti, R. (2026). Peran Bidan dalam Penyediaan Layanan Kesehatan Primer di Daerah Terpencil. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 3(2), 91-102. https://doi.org/10.62710/e1hwpq88