Pentingnya Kompetensi Personal, Dukungan Pemerintah Desa, dan Infrastruktur Organisasi dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Karang Taruna
DOI:
https://doi.org/10.62710/h66hnv27Keywords:
personal competence, village government support, organizational infrastructure, Youth Organization, youth empowerment.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kompetensi personal, dukungan pemerintah desa, dan infrastruktur organisasi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Karang Taruna Desa Kaladan Jaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan pengurus Karang Taruna, anggota, aparat desa, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kompetensi personal, minimnya dukungan pemerintah desa, dan keterbatasan infrastruktur organisasi menjadi hambatan utama yang saling berkaitan dalam membatasi proses pengembangan Sumber Daya manusia dan peran strategis Karang Taruna sebagai agen pemberdayaan sosial. Kondisi tersebut menciptakan lingkaran masalah yang menghambat inovasi program dan keberlanjutan organisasi. Rekomendasi penelitian ini mencakup peningkatan kompetensi melalui pelatihan terstruktur, integrasi Karang Taruna dalam perencanaan pembangunan desa, serta penyediaan infrastruktur memadai untuk mendukung aktivitas organisasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis pada literatur pemberdayaan pemuda desa dan implikasi praktis bagi perumusan kebijakan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa melalui pengembangan Sumber Daya Manusia Karang Taruna.
Downloads
References
Adam, A., Nurfaidah, N., & Santoso, H. (2024). Evaluasi efektivitas penggunaan dana desa terhadap pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pembangunan Daerah, 12(1), 45–60.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.
Chaskin, R. J. (2001). Building community capacity: A definitional framework and case studies from a comprehensive community initiative. Urban Affairs Review, 36(3), 291–323.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications.
Eisinger, P. (2002). Organizational capacity and organizational effectiveness among street-level food assistance programs. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly, 31(1), 115–130.
Eversole, R. (2014). Remaking participation: Challenges for community development practice. Routledge.
Flick, U. (2018). An introduction to qualitative research (6th ed.). SAGE Publications.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Kallio, H., Pietilä, A. M., Johnson, M., & Kangasniemi, M. (2016). Systematic methodological review: Developing a framework for a qualitative semi-structured interview guide. Journal of Advanced Nursing, 72(12), 2954–2965.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Morgan, P. (2006). The concept of capacity. European Centre for Development Policy Management Discussion Paper, (58).
Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Santosa, B. (2023). Peran pemerintah desa dalam penguatan kapasitas organisasi pemuda. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 15(2), 233–247.
Selznick, P. (1957). Leadership in administration: A sociological interpretation. Harper & Row.
Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulaiman, A., Rahman, T., & Dewi, R. (2021). Collaborative governance in community empowerment programs: A case study. Journal of Rural Studies, 83, 240–249.
Wahyuli, D., Pranata, H., & Utami, S. (2024). Tantangan pengembangan kapasitas organisasi pemberdayaan desa. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 15–28.
Wibowo, A., Nugraha, F., & Sari, D. (2024). Peran pemerintah desa dalam mendukung inovasi usaha mikro melalui Karang Taruna. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Daerah, 6(2), 112–125.
Zakaria, R., & Zakaria, S. (2022). Institutional support and rural development effectiveness. Journal of Rural Development, 41(2), 221–239.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahid Hasyim (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






