DETEKSI DINI DEPRESI POSTPARTUM DENGAN MENGGUNAKAN EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAYAMSARI KOTA SEMARANG

Authors

  • Era Yasinta Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia Author
  • Ervyana Lyberty Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia Author
  • Fikriyatul Husna Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia Author
  • Mila Cahyani Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia Author
  • Machfudloh Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia Author
  • Is Susiloningtyas Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia Author
  • Kartika Adyani Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia Author
  • Anggie Diniayuningrum Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia Author
  • Arina Nurmayasari Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Farmasi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/w1nctm83

Keywords:

Depresi Postpartum, Deteksi Dini, EPDS, Ibu Postpartum

Abstract

Depresi postpartum dapat mengganggu kesejahteraan ibu, bayi, dan keluarga sehingga perlu dideteksi sejak dini. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) merupakan instrumen skrining yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi ibu berisiko. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan risiko depresi postpartum berdasarkan skrining EPDS pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Gayamsari Kota Semarang. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini dilaksanakan pada bulan Juli–September. Dari populasi 43 ibu, sebanyak 33 ibu postpartum 1–6 minggu pascapersalinan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner EPDS dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (81,8%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (66,7%), dan melahirkan melalui sectio caesarea (69,7%). Sebanyak 29 responden (87,9%) memiliki skor EPDS 0–9 atau risiko rendah, 2 responden (6,1%) memiliki skor 10–12, dan 2 responden (6,1%) memiliki skor ≥13. Sebagian besar ibu postpartum berada pada kategori risiko depresi rendah, tetapi 4 responden (12,1%) dengan skor EPDS ≥10 memerlukan pemantauan lanjutan. Skrining EPDS perlu dilakukan secara rutin dalam pelayanan nifas di puskesmas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adina, A. (2026). Menjadi ibu di era modern: Kerentanan psikologis pada masa postpartum. Jurnal Analisis Gender dan Agama, 8(1), 8–22.

Adli, F. K. (2022). Edinburgh Post-natal Depression Scale (EPDS): Deteksi dini dan skrining depresi post-partum. Jurnal Kesehatan, 13(2), 430–435.

American Psychological Association. (2022). Depresi pascapersalinan: Penyebab, gejala, faktor risiko, dan pilihan pengobatan (5th ed.). Atlas of Psychiatry.

Amna. (2024). Faktor-faktor risiko depresi pada ibu pascabersalin. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 17(1).

Anggraini. (2023). Deteksi dini depresi postpartum pada ibu nifas dengan menggunakan form Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) di RSUD Bali Mandara Provinsi Bali [Skripsi, Institut Teknologi dan Kesehatan Bali].

Ariasih, A., Besral, Budiharsana, M., & Ronoatmodjo, S. (2024). Common mental disorders and associated factors during pregnancy and the postpartum period in Indonesia: An analysis of data from the 2018 Basic Health Research. Journal of Preventive Medicine and Public Health, 57(4), 388–398. https://doi.org/10.3961/jpmph.24.082

Az-Zahra, H. Z., Yulianti, R., Musfiroh, S., Amalia, A. R. N., Angelita, A., Amalia, R., Nadila, A., & Putri, N. M. S. (2023). Hubungan hormon adaptasi fisiologi dan psikologi pada masa nifas. Jurnal Maternitas Kebidanan, 8(2), 183–204.

Darmayanti, P. A. R., Upadani, N. W. S., & Dewi, K. A. P. (2022). Implementasi skrining risiko depresi postpartum dengan Edinburgh Postnatal Depression Scale pada ibu pasca melahirkan. Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA, 12(2), 82–89.

Fitriani, I. S., Ernawati, H., & Nurhidayati, N. (2024). Riwayat kehamilan pada depresi postpartum dari konteks kasus global: Systematic review. Jurnal Sains Kebidanan, 6(1), 26–35.

Hunter, T. R., Chiew, B. A., McDonald, S., & Adhikari, K. (2024). The prevalence of maternal depression and anxiety beyond 1 year postpartum: A systematic review. Maternal and Child Health Journal, 28(8), 1283–1307. https://doi.org/10.1007/s10995-024-03930-6

Maidawilis, Rahayu, M. K., & Miswarti, R. E. (2026). Association of anxiety with postoperative pain following cesarean delivery: A cross-sectional study. Immortal Journal of Medical and Allied Health Sciences, 1(1), 63–78.

Manurung, S., & Setyowati, S. (2021). Development and validation of the maternal blues scale through bonding attachments in predicting postpartum blues. Malaysian Family Physician, 16(1), 64–74.

Mulyani. (2022). Faktor-faktor penyebab depresi pasca persalinan. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(1), 635–649.

Murti, M., Maolinda, M., & Lestari, L. (2023). Deteksi dini depresi postpartum dengan menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(4), 961.

Nasution. (2021). Faktor yang mempengaruhi kejadian depresi post partum di Puskesmas Siabu Kabupaten Mandailing Natal tahun 2021 [Skripsi, Universitas Aufa Royhan].

Nasution, D. L., Karo, E. I. B., Kaban, F. O., Darti, N. A., & Girsang, B. M. (2026). Literature review: Intervensi peningkatan kesehatan mental pada masa kehamilan untuk mencegah depresi post partum (Mental health interventions during pregnancy to prevent postpartum depression). Jurnal Keperawatan Bunda Delima, 8(7), 1–7.

Rabinowitz, E. P., Kutash, L. A., Richeson, A. L., Sayer, M. A., Samii, M. R., & Delahanty, D. L. (2023). Depression, anxiety, and stress in pregnancy and postpartum: A longitudinal study during the COVID-19 pandemic. Midwifery, 121, Article 103655. https://doi.org/10.1016/j.midw.2023.103655

Sugita, Y., Komatsu, H., Kodera, C., Urushiyama, D., Enomoto, N., Nagasaki, S., Odai, T., Suemitsu, T., Onodera, Y., Hosokawa, Y., & Ogawa, R. (2026). Impact of abnormal cesarean section scar formation on quality of life and postpartum depression: A cross-sectional study in Japan. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 172(2), 1015–1022. https://doi.org/10.1002/ijgo.70469

Sulistyaningrum, N. P., & Prajayanti, E. D. (2025). The implementation of wound care education on post-cesarean anxiety in mothers at Ir. Soekarno Hospital Sukoharjo. Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia, 4(2), 163–173.

World Health Organization. (2026). Perinatal mental health.

Downloads

Published

2026-10-24

How to Cite

DETEKSI DINI DEPRESI POSTPARTUM DENGAN MENGGUNAKAN EDINBURGH POSTNATAL DEPRESSION SCALE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAYAMSARI KOTA SEMARANG. (2026). Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara, 3(4), 893-900. https://doi.org/10.62710/w1nctm83

Similar Articles

51-60 of 66

You may also start an advanced similarity search for this article.