PENGARUH TERAPI OKUPASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK ANAK DENGAN DOWN SYNDROME
DOI:
https://doi.org/10.62710/cs9ycn48Keywords:
Down syndrome, Fisioterapi, kemampuan menghisapAbstract
Down syndrome merupakan kelainan genetik yang sering disertai gangguan tonus otot, keterlambatan perkembangan motorik, dan disfungsi oromotor yang berdampak pada kemampuan menghisap saat menyusu. Gangguan tersebut berpotensi menyebabkan masalah pemenuhan nutrisi dan menghambat tumbuh kembang bayi apabila tidak ditangani secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Neurosensorimotor Reflex Integration (NSMRI), massage, brain gym, dan oral facial sensory stimulation terhadap peningkatan kemampuan menghisap pada bayi dengan Down syndrome. Penelitian menggunakan desain studi kasus pada seorang bayi perempuan berusia 2 bulan yang menjalani fisioterapi di Klinik Griya Fisio Bunda Novy Yogyakarta pada Maret 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan gerak dasar, penilaian kemampuan fungsional, pemeriksaan perkembangan menggunakan Denver II, serta evaluasi fungsi oromotor. Intervensi fisioterapi diberikan sebanyak empat kali dengan kombinasi NSMRI, massage, brain gym, dan oral facial sensory stimulation. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menghisap setelah pemberian intervensi yang ditandai dengan membaiknya fungsi oromotor dan koordinasi sensorimotor pada area orofasial. Perbaikan tersebut mendukung proses menyusu yang lebih efektif dan berpotensi meningkatkan pemenuhan kebutuhan nutrisi serta tumbuh kembang bayi. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi intervensi fisioterapi berupa NSMRI, massage, brain gym, dan oral facial sensory stimulation memberikan hasil positif dalam meningkatkan kemampuan menghisap pada bayi dengan Down syndrome serta berpotensi menjadi salah satu pendekatan fisioterapi dini untuk mendukung perkembangan fungsional bayi.
Downloads
References
Achmad, N., Sulistyo, P. D., Rosanti, R. A., & Pratiwi, I. (2023). Kelainan Down Syndrome Ditinjau dari Aspek Neurobiological dan Intelligence. Jurnal Flourishing, 3(4), 145–151. https://doi.org/10.17977/um070v3i42023p145-151
Agusnawati. (2022). Menyusui bayi dengan sindrom down. Praborini Lactation Team. https://www.praborinilactationteam.com/id/2022/04/06/menyusui-bayi-dengan-sindrom/
Aranti, W. A., & Pristianto, A. (2023). Pengaruh pemberian neurodevelopmental treatment, play therapy, dan neuro senso terhadap peningkatan motorik kasar pada anak Down syndrome. Physiotherapy Health Science (PhysioHS), 5(1), 18–25. https://doi.org/10.22219/physiohs.v5i1.26018
Coentro, V. S., Geddes, D. T., & Perrella, S. L. (2020). Altered sucking dynamics in a breastfed infant with Down syndrome: A case report. International Breastfeeding Journal, 15, 71. https://doi.org/10.1186/s13006-020-00318-4
Dierssen, M., Fructuoso, M., Martínez de Lagrán, M., Perluigi, M., & Barone, E. (2020). Down syndrome is a metabolic disease: Altered insulin signaling mediates peripheral and brain dysfunctions. Frontiers in Neuroscience, 14. https://doi.org/10.3389/fnins.2020.00670
Hookway, J. (2025). Down syndrome prevalence among Asian populations. Brainwave.
Imani, R. N., Agustina, D., & Hariandja, A. M. A. (2023). Pengaruh latihan neuro developmental treatment (NDT) terhadap tonus otot dan kemampuan motorik pada anak Down syndrome: Analisis data sekunder. Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia, 3(1). https://doi.org/10.59946/jfki.2023.180
Setiawan, H., Suhanda., Setiawan, D., Mustopa, A. H., & Ariyanto, H. (2021). Pengetahuan dasar konseling genetik pada pasien thalasemia. CV. Eurika Media Perkasa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmu Kesehatan & Kebidanan Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





