Identifikasi Faktor Resiko Penyebab Kejadian Penyakit Skabies Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota
DOI:
https://doi.org/10.62710/bdas7404Keywords:
Skabies; Faktor Risiko; Pengetahuan; Personal Hygiene; Sanitasi LingkunganAbstract
Skabies adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. Penyakit ini menular melalui kontak langsung dan tidak langsung dengan penderita yang ditandai dengan rasa gatal serta ruam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor resiko yang mempengaruh penyebab terjadinya penyakit skabies pada anak-anak dan remaja yang tinggal di wilayah kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 61 orang yang diambil menggunakan tehnik Purposive Sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan, personal hygiene, dan sanitasi lingkungan, dengan menggunakan metode wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar tingkat pengetahuan orang tua dan anak buruk yaitu 36 (59,0%) responden, pada personal hygiene baik yaitu 47 (77,0%) responden, dan sanitasi lingkungan buruk yaitu 34 (44,3%) responden. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui pengetahuan dan sanitasi lingkungan merupakan faktor resiko penyebab kejadian penyakit skabies pada anak-anak dan remaja di wilayah kerja UPTD Puskesmas Langsa Kota. Disarankan kepada orang tua anak-anak di wilayah Langsa Kota agar meningkatkan pengetahuan terhadap pengobatan yang harus dilakukan serentak pada seluruh anggota keluarga untuk memutus rantai penularan tidak terulang kembali serta selalu menjaga kebersihan lingkungan dan rumah.
References
(1). Amelia, D., dkk. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif. (Ariawan, Ed.). Kompress Pelajar.
(2). Ana, Karisma, Dwi. (2024). Sistem Integumen. DKI Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang, Volume 1 No. 2.
(3). Anggreni Dhonna, M.Kes. (2022). Buku Ajar Metodologi Penelitian Kesehatan. STIKes Majapahit Mojokerto, Jawa Timur. ISBN: 978-623-92996-6-8.
(4). Alunpah, M., Salmun, J. A., & Punawan, S. (2022). Factors related to knowledge, attitudes and behaviour with scabies incidence at Kuanfatu Health Center. Timorese Journal of Public Health, 4(1), 32–41.
(5). Aulia, N., Tono, W., & Din, A. (2022). Personal hygiene dengan kejadian penyakit scabies di Pondok Pesantren Thawalib Kota Padang. Jurnal Sanitasi Lingkungan, 2(2), 72–78. https://doi.org/10.36086/jsl.v2i2.1308
(6). Aulia, Z., Fahdhienie, F., & Arlianti, N. (2024). Faktor risiko scabies pada santri laki-laki di Dayah Terpadu Al-Muslimun Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 7(1), 163–172.
(7). Avidah, A., Krisnarto, E., & Ratnaningrum, K. (2019). Faktor risiko skabies di pondok pesantren konvensional dan modern. Herb-Medicine Journal, 2(2), 58–62.
(8). Chusniah, Rachmawati, W. (2019). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Wineka Media. ISBN: 978-602-5973-60-4.
(9). Damayanti, N., Marsaid, Bahari, K., & Hidayah, N. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian scabies pada santri. Jurnal Vokasi Kesehatan, 11(1).
(10). Depkes. Kategori Umur Menurut WHO. https://muamala.net/kategori-umur-menurut-who/
(11). Florencia, C., & Lestari, K. (2023). Tinjauan pustaka: Peran apoteker dalam pengobatan skabies di apotek. Farmaka, 21(2), 206–214.
(12). Harlim, A. (2019). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. ISBN: 978-602-1651-87-2.
(13). Hidayat, U. A., Hidayat, A. A. S., & Bahtiar, Y. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan tentang scabies dengan kejadian penyakit scabies pada santri Manbaul Ulum. Jurnal Keperawatan Galuh, 4(2), 31–37.
(14). Husna, R., Joko, T., & Amerika Selatan. (2021). Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian skabies di Indonesia: Literatur review. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 29–39. https://doi.org/10.47718/jkl.v10i2.1169
(15). Indraswari, N. L. A., Erwinda, & Zehira, A. Z. (2024). Analisis faktor risiko skabies pada anak-anak di panti asuhan wilayah kerja Puskesmas Karuwisi Kota Makassar. Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 24(2), 364–374.
(16). Karim, J. A., & Serlina, D. (2024). Penatalaksanaan holistik skabies pada wanita usia 26 tahun melalui pendekatan kedokteran keluarga. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(2), 689–704.
(17). Krizdiana, U. (2023). Gambaran pengetahuan dan perilaku penderita skabies di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanggul Kabupaten Jember Tahun 2021. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(7), 711–719.
(18). Kurniawan, M. (2020). Diagnosis dan terapi skabies. Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya, Jakarta. CDK, 47(2).
(19). Larashati, I., & Maretasari, R. (2026). The effectiveness of health education on personal hygiene in improving knowledge and attitudes toward the prevention of scabies among students at Assa'idiyyah Islamic Boarding School in Kediri City. Journal of Health Science Community, 6(3), 189–198.
(20). Lestari, et al. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian skabies pada anak di wilayah kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ), 2(1).
(21). Marsaoly, R. R., The, F., & Wahyudi, R. B. (2024). Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian skabies pada masyarakat pesisir di Pulau Hiri Ternate. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 4(9), 3862–3874. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i9.15443
(22). Nasution, S. A., & Al Asyary. (2022). Faktor yang berhubungan dengan penyakit skabies di pesantren: Literature review. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(3), 1521–1523.
(23). Nurmawaddah, S., Nurdin, D., & Munir, M. A. (2024). Skabies: Laporan kasus. Wal'afiat Hospital Journal, 5(1), 108–115.
(24). Nursatwika Abellia Marcella, & Budi Kurniawan. (2025). Hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian infeksi Sarcoptes scabiei var. hominis, 24(1), 232–242.
(25). Pandowo, & Kurniasari. (2019). Pemahaman personal hygiene melalui pendidikan kesehatan pada penghuni Lapas Perempuan Klas II B Yogyakarta. Journal of Community Empowerment, 1(1), 18–23.
(26). Priccilia, A. B., Citra, I., Napitupulu, H. D., Novianti, W., Situmorang, R. N. N., Rumapea, F. T., Sigit, I. A., Simanjuntak, M. B. U., & Tobing, P. L. (2023). Hubungan tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orang tua dengan kejadian skabies di Puskesmas Medan Sunggal. HEME: Health and Medical Journal, 5(3), 219–225.
(27). Purbowati, R., Ratnasari, D. T., Ishartadiati, K., & Masfufatun. (2023). Penyuluhan dan pengobatan infeksi scabies menuju Indonesia bebas skabies 2030 di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Bangil Provinsi Jawa Timur. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS), 2(1), 181–188. https://doi.org/10.54832/judimas.v2i1.244
(28). Purwanto, H., & Hastuti, R. P. (2020). Faktor risiko penyakit skabies di masyarakat. Jurnal Kesehatan, 11(1).
(29). Rahmawati, N. A., Hestiningsih, R., Wuryanto, M. A., & Martini. (2021). Hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri Pondok Pesantren X Semarang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 11(1), 21–24.
(30). Rahmi, Zakaria, & Nazhira. (2025). Determinan kejadian scabies pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2024. Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN). https://doi.org/10.54082/jupin.1573
(31). Ramadhani, I., Wahyuni, Y. P., & Chairani, A. (2024). Analisa faktor risiko yang mempengaruhi infeksi scabies di Pondok Pesantren Darunna 'Im Yapia Parung Bogor. Majalah Kedokteran Andalas, 47(1), 245–251.
(32). Robin, B., Agustinus. (2024). Penyuluhan tentang pentingnya air bersih dan standar air minum yang sehat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan tetap bugar. Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat, 2(1).
(33). Rovi, L., & Hervina. (2026). Karakteristik pada penderita skabies di Rumah Sakit Surya Insani Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Periode Mei 2021–Mei 2022. Pandu Husada, 7(1).
(34). Rustan, F. R., Sriyani, R., & Talanipa, R. (2019). Analisis pemakaian air bersih rumah tangga. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 7(2), 151–160.
(35). Saleh, R. D., Vitayani, S., Setiawati, S., Yuniati, L., & Iskandar, F. (2025). Karakteristik pasien skabies di RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022–2024. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 9(3), 391–402.
(36). Sarimawati, Putri, M. E., Sitindaon, S. H., & Siagian, Y. (2023). Hubungan perilaku kesehatan dengan kejadian skabies pada nelayan di Desa Bayat Kecamatan Siantan Utara. Jurnal Keperawatan STIKes Hang Tuah Tanjungpinang, 14(2), 74–82.
(37). Santi Rosalina, Heriziana, H. Z., & Rawalilah, H. (2023). Penyuluhan tentang rumah sehat dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan di Kelurahan 26 Ilir Palembang Tahun 2023. SAFARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(3), 207–220. https://doi.org/10.56910/safari.v3i3.854
(38). Sayuti, M., Mardiati, Zara Noviana, & Khairul, F. H. (2020). Analisis faktor risiko kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Dewantara Kabupaten Aceh Utara Tahun 2019. Jurnal Kesehatan Almuslim, 5(10).
(39). Septiani, R., Mairani, T., & Siregar, A. F. (2024). Edukasi kesehatan dalam upaya pencegahan penyakit skabies di LKSA Rumah Penyantun Muhammadiyah Banda Aceh, 1(1), 35–42.
(40). Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. ISBN: 978-602-289-532-6.
(41). Tansil Tan, S. (2021). Buku Edukasi Penyakit Kulit dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.
(42). WHO (World Health Organization). (2023). Scabies. Diakses pada 16 Maret 2025.
(43). Widaty, S. (2024). Penanganan Komprehensif Skabies Melalui Pembelajaran dan Penatalaksanaan Kasus Secara Dalam Jaringan dan Luar Jaringan: Menuju Indonesia Bebas Penyakit Tropis Terabaikan. Jakarta: UI Publishing. ISBN: 978-623-333-758-8.
(44). Widowati, H., & Rinata, E. (2020). Buku Ajar Anatomi. (S. M. F. Hanum, Ed.). UMSIDA Press.
(45). Wiratna, V. Sujarweni. (2024). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
(46). Zulfa, V. (2023). Pengetahuan dan sikap cuci tangan pakai sabun pada mahasiswa Institut Teknologi Sumatera. JIK (Jurnal Ilmu Kesehatan). Online ISSN: 2597-8594.

