The Effect Of Ginger Water Brewing On Overcoming Emesis Gravidarum In The Working Area Of The Baiturrahman Community Health Center In Banda Aceh City
DOI:
https://doi.org/10.62710/q72myb79Abstract
Emesis gravidarum is a common symptom ranging from discomfort to prolonged vomiting, affecting approximately 50-60% of pregnant women. The potential impacts of emesis gravidarum on pregnant women include decreased appetite, which can lead to malnutrition and dehydration, which can be dangerous for both mother and fetus. Data from the Baiturrahman Community Health Center in Banda Aceh City indicates that in 2024, 187 pregnant women (85.7%) experienced emesis gravidarum. The purpose of this study was to determine the effect of ginger water infusion on the management of emesis gravidarum in the Baiturrahman Community Health Center's working area in Banda Aceh City in 2025. The research method used was a quasi-experimental one-group pretest-posttest approach with a purposive sampling technique with a sample size of 30 pregnant women with emesis gravidarum in the Baiturrahman Community Health Center Work Area, Banda Aceh City. The time of this research was conducted on April 22 to May 8, 2025 with univariate and bivariate analysis with paired t-test. The results showed that before giving ginger, most of them experienced emesis gravidarum in the moderate category, namely 23 people (76.7%), while after giving ginger, most of them experienced emesis gravidarum in the mild category, namely 25 people (83.3%). Before being given ginger water infusion, the average emesis gravidarum score was 8.43, while after being given ginger water infusion, the average score became 4.73 with a decrease of 3.70 and a p-value of 0.000 < 0.05, so there is an effect of giving ginger water infusion on emesis gravidarum. It is hoped that health workers will implement the administration of ginger water as a complementary therapy in treating emesis gravidarum and also provide counseling about the benefits of ginger water for pregnant women.
References
Afni, Y, dkk. 2024. Buku Ajar Asuhan kebidanan pada Kehamilan. Jawa Tengah. Media Pustaka Indo
Afriyanti, K. 2023. Buku Ajar Asuhan Kehamilan S1 Kebidanan Jilid I. Jakarta. Mahakarya Citra Utama
Arianti, dkk. 2020. Pengaruh Pemberian Ekstrak Jahe dengan Kejadian Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame Bandar Lampung. Jurnal Malahayati Nursing. Volume 2 (2):326-335
Arfiah. 2022. Asuhan Kebidanan Kehamilan 1. Padang. Insan Cendekia Mandiri
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. 2023. Distribusi Kehamilan. Kabupaten Aceh Besar
Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. 2022. Prevalensi Mual dan Muntah. Profil Kesehatan Aceh
Ebtavanny, dkk. 2022. Pengaruh Jahe Terhadap Penurunan Frekuensi Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil. Jurnal Sains Farmasi. Volume 3 (1):38-49
Ernawati, dkk. 2022. Ketidaknyamanan dan Komplikasi Yang Sering terjadi Selama Kehamilan. Malang. Rena Cipta Mandiri
Fajria, dkk. 2024. Terapi Komplementer Mual dan Muntah dalam Kehamilan. Jawa Barat. Adanu Abimata.
Fitriani, A, dkk. 2023. Buku Ajar Asuhan Kehamilan DIII Kebidinan Jilid III. Jakarta, Mahakarya Citra Utama.
Harahap, A, Y, dkk. 2020. Pengaruh Pemberian Air Rebusan Jahe Terhadap Penurunan Mual dan Muntah pada Ibu Hamil Trimester I. Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume 8 (1):1-12
Harianja. 2021. Pengaruh Pemberian Seduhan Air Jahe Terhadap Penurunan Mual dan Muntah pada Pasien Emesis Gravidarum di Puskesmas Tawangharjo. Jurnal Kebidanan. Volume 2 (1):1-9
Hastuty. 2024. Pemanfaatan terapi Komplementer dalam Mengatasi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil. Jambi. Sonspedia Publishing Indonesia
Kemenkes. 2022. Prevalensi Mual dan Muntah. www.depkes.co.id (Dikutip pada tanggal 20 November 2024)
Kristiningtyas, dkk. 2023. Efektifitas Rebusan Jahe Terhadap Penurunan Emesi Gravidarum di Desa Dungsari Kabupaten Wonogiri. Jurnal Keperawatan. Volume 12 (1):31-36
Lestari, dkk. 2023. Efektivitas Pemberian Air Jahe Merah Terhadap Ibu hamil Trimester I dengan Emesis Gravidarum. Jurnal Farmasetis. Volume 12 (3):345-350
Mardiyana, S, dkk. 2021. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Malang. Rena Cipta Mandiri
Marlina, dkk. 2023. Pengaruh Pemberian Seduhan Jahe Terhadap tingkat Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di PMB Atmirah Purwantini Kota Bogor. Jurnal ISSN. Volume 4 (4):6088-6096
Muzakir, U, dkk. 2024. Statistik Dasar. Jawa Timur, Askara Sastra Media
Notoatmodjo, S. 2020. Metode Penelitian. Jakarta. EGC
Puskesmas Baiturrahman. 2022-2023. Data Kehamilan dan Kasus Emsis Gravidarum. Kota Banda Aceh
Puspita., A, dkk 2022. Pengaruh Air Seduhan Jahe Terhadap Penurunan Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di PMB Lidya Harsa Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Maternitas Aisyah. Volume 1 (2):134-141
Putri, L, dkk. 2021. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Yogyakarta. Yayasan Kita Menulis
Putri. 2023. Pengaruh Pemberian Jahe Terhadap penurunan Morning Sickness pada Ibu Hamil Trimester I di PMB Tasikmadu Karanganyar. Jurnal Media Nusantara. Volume 1 (4):12-20
Safitri, E. 2021. Asuhan Kehamilan dengan Emesis Gravidarum di PMB Eva Lampung. Skripsi. Politeknik Kesehatan Tanjungkarang Bandar Lampung.
Sari, A, P, dkk. 2023. Kejadian Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di Desa Suciharjo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban. Jurnal Health Science Indonesia. Volume 3 (2):1-7
Sukmawati, A, S, dkk. 2023. Buku Ajar Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia. Kota Jambi. Sonpedia Publishing Indonesia.
WHO. 2022. Emesis Gravidarum.https://who.int (dikutip pada tanggal 20 November 2024).
Wulandari, S. 2021. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Bandung. Media Sains Indonesia
Yuliana, dkk. 2023. Efektifitas Terapi Jahe Hangat dalam Mengatasi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil. Jurnal of Health. Volume 10 (1):47-54
Yuliani. 2021. Asuhan Kehamilan. Yogyakarta. Yayasan Kita Menulis
Yulivantina. 2024. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Jakarta. Mahakarya Citra Utama

