EFEKTIVITAS PENGUKURAN ROLL OVER TEST DAN MEAN ARTERIAL PRESSURE TERHADAP DETEKSI DINI PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER LI DI PUSKESMAS TUMINTING
DOI:
https://doi.org/10.62710/a0yf4516Keywords:
Roll Over Test, Mean Arterial Pressure, Deteksi Dini, Preeklamsia, Ibu Hamil Trimester IIAbstract
Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu serta janin sehingga diperlukan deteksi dini melalui pelayanan antenatal. Roll Over Test dan Mean Arterial Pressure merupakan pemeriksaan sederhana, non-invasif, dan relatif mudah dilakukan untuk mengidentifikasi risiko preeklamsia sejak trimester II. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pengukuran Roll Over Test dan Mean Arterial Pressure terhadap deteksi dini preeklamsia pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Tuminting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tekanan darah, pemeriksaan Roll Over Test, penghitungan Mean Arterial Pressure, serta penggunaan data pendukung dari pelayanan antenatal. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 responden (28,7%) memiliki hasil Roll Over Test positif, sedangkan 57 responden (71,3%) memiliki hasil negatif. Hasil pengukuran Mean Arterial Pressure menunjukkan 23 responden (28,7%) memiliki nilai tinggi dan 57 responden (71,3%) memiliki nilai normal. Uji Chi-Square menunjukkan p-value sebesar 0,000 pada pengukuran Roll Over Test dan Mean Arterial Pressure. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Roll Over Test dan Mean Arterial Pressure dengan deteksi dini preeklamsia pada ibu hamil trimester II. Kedua metode tersebut dapat dimanfaatkan sebagai skrining awal dalam pelayanan antenatal untuk meningkatkan kewaspadaan tenaga kesehatan terhadap risiko preeklamsia dan mendukung pemantauan kehamilan secara lebih tepat. Penerapan pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan melakukan identifikasi risiko secara lebih cepat dan menentukan tindak lanjut sesuai kondisi ibu.
Downloads
References
Arisanti, P. D., Ajeng, Rahmawati, & Hardjito. (2026). Diagnostic accuracy of the Roll Over Test (ROT) and Mean Arterial Pressure (MAP) for early detection of preeclampsia in pregnant women, 9(3), 504–510.
Asrulla, et al. (2023). Populasi dan sampling (kuantitatif), serta pemilihan informan kunci (kualitatif) dalam pendekatan praktis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 26320–26332.
Bayuana, A., et al. (2023). Komplikasi pada kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir: Literature review. Jurnal Wacana Kesehatan, 8(1), 27–37. https://doi.org/10.52822/jwk.v8i1.517
Daniel, A. S., et al. (2024). Karakteristik pasien preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Makassar tahun 2023. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8, 1010–1015.
Esyuananik, et al. (2020). Pemanfaatan Roll Over Test dan Mean Artery Pressure dalam deteksi dini risiko preeklampsia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 2(1), 133–138.
Fadila, H., & Natalia, O. (2025). Edukasi ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester I di Posyandu Dasan Suman Pringgarata. Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1).
Hardaniyati, R. A., D. S., & Ulya, Y. (2021). Kepatuhan kunjungan antenatal care terhadap sikap dalam deteksi dini komplikasi kehamilan pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 9(2), 100–105.
Juwita, A., Yani, E. R., & Yudianti, I. (2022). Skrining preeklamsia dengan metode pengukuran Mean Arterial Pressure (MAP). Research Article, 8(1), 82–90.
Lushinta, L., Pramono, J. S., & Wahyuni, U. (2021). Tekanan darah dan Mean Arterial Pressure (MAP) serta indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian pre eklampsia pada ibu hamil.
Makalunsenge, M. C., Rahim, H., & Kasim, Z. (2025). Hubungan ibu hamil preeklampsia dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kotamobagu. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 3585–3589.
Maruf, H., Andriyanti, & Wittiarika, I. D. (2024). Perbedaan luaran maternal dan neonatal pada ibu preeklampsia early onset dan late onset di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Jurnal Kesehatan dan Ilmu Kedokteran, 6(3), 8–18.
Novista, B., & Novita. (2025). Peranan pendidikan kesehatan pada peningkatan pengetahuan ibu hamil primigravida tentang perubahan fisiologis. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(3), 1068–1076.
Nurochman, M. A., Sudaryanto, W. T., & Debi, S. S. (2024). Penyuluhan hipertensi kepada pengunjung Posyandu RW 14 Kelurahan Sumber. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 3(1), 126–132.
Pane, J. P., Simorangkir, L., & Saragih, P. I. S. B. (2022). Faktor-faktor risiko penyakit kardiovaskular berbasis masyarakat. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4, 1183–1192.
Prakristya, P. A., Mardliyana, N. E., & Aryunani. (2024). Pengaruh rendam air hangat dengan kencur terhadap penurunan edema kaki pada ibu hamil trimester ketiga. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah, 23–31.
Primadevi, I., & Indriani, R. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi preeklampsia pada kehamilan primigravida. Majalah Kesehatan Indonesia, 3(1), 19–26. https://doi.org/10.47679/makein.202242
Putra, S., Jailani, M. S., & Nasution, F. H. (2023). Penerapan prinsip dasar etika penelitian ilmiah. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 27876–27881.
Qomariyah, K., & A’yun, Q. (2023). Gambaran penanganan pre eklamsi berat pada ibu. Jurnal JOUBAHS, 3(2), 148–154.
Rahmawati, L., et al. (2022). Literature review: Faktor-faktor risiko terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Journal of Borneo Holistic Health, 5(2), 122–132.
Retnaningtyas, E., et al. (2022). Upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil melalui edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan lanjut di Posyandu Sampar. ADIMAS: ADI Pengabdian Kepada Masyarakat, 2, 25–30.
Roro, B. R., et al. (2025). Perspektif kebidanan modern. CV. Gita Lentera.
Salsabila, M., Reza, H., & Abbas, P. (2025). Prediksi kejadian preeklampsia dengan Mean Arterial Pressure pada ibu hamil. Jurnal Ilmiah Sultan Agung, 416–424.
Samiun, Z., et al. (2023). Deteksi dini preeklampsia melalui pemeriksaan protein urin sebagai upaya pencegahan kegawatdaruratan maternal. JIKA: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(2), 302–311.
Siregar, I. C., et al. (2025). Peran sistem endokrin dalam mengatur stres dan keseimbangan emosi di era digital. Indonesian Health Journal, 4(2), 94–101. https://doi.org/10.58344/ihj.v4i2.683
Siswati, et al. (2023). Literatur review: Hubungan MAP (Mean Arterial Pressure), ROT (Roll Over Test) dan IMT (Indeks Massa Tubuh)/BMI (Body Mass Index) dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan, 2(1), 34–46.
Tuna, H., et al. (2024). Deteksi dini proteinuria pada ibu hamil trimester III melalui pemeriksaan carik celup visual dan otomatis di Klinik Great Baby. J. Sintesis: Penelitian Sains dan Kesehatan, 5, 197–203.
Veri, N., et al. (2024). Preeeklamsia: Patofisiologi, diagnosis, skrining, pencegahan dan penatalaksanaan. FEMINA Jurnal Kebidanan, 4(1), 283–296.
Waks, A. B., & Oakes, M. C. (2025). Mean arterial pressure at the first prenatal visit as an early predictor of preeclampsia, 1–9. https://doi.org/10.1002/pmf2.70001
World Health Organization. (2025). Maternal mortality. World Health Organization.
Zainiyah, Z., & Harahap, D. A. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsi pada ibu hamil trimester III pada praktik mandiri bidan X di Bangkalan. Jurnal Kesehatan Komunitas, 9, 504–511.







