Efektivitas Repellent Alami dari Ekstrak Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) terhadap Daya Hinggap Nyamuk Aedes aegypti

Authors

  • Auni Raisyah Azriel STIKes Maharani Malang Author
  • Erni Yohani Mahtuti STIKes Maharani Malang Author
  • Faisal Faisal STIKes Maharani Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/9x6jzs98

Keywords:

lidah mertua, repellent alami , daya hinggap , Aedes aegypti, pencegahan demam berdarah

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penggunaan repellent sintetik dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif berbahan alami. Lidah mertua (Sansevieria trifasciata) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai repellent. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas repellent ekstrak lidah mertua terhadap daya hinggap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian menggunakan metode eksperimen nyata dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan kontrol positif dengan 9 kali pengulangan, sehingga dilakukan total 27 kali pengujian menggunakan 270 ekor nyamuk. Pengujian meliputi daya lekat, daya sebar, dan efektivitas daya hinggap. Hasil menunjukkan daya lekat sebesar 16,3–25,6 detik dan daya sebar sebesar 5,1–7,1 cm, yang memenuhi acuan daya lekat lebih dari 4 detik dan daya sebar sekitar 5–7 cm. Daya hinggap sebesar 3,5% pada konsentrasi 25%, 2,3% pada 50%, dan 0,5% pada 75%, sedangkan kontrol positif sebesar 0,2%. Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antarkelompok (p=0,000). Uji Tukey HSD menunjukkan konsentrasi 75% tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p=0,659). Secara statistik, konsentrasi 75% memberikan daya tolak tertinggi sebesar 99,5% dan tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif sebesar 99,8%. Peningkatan konsentrasi ekstrak berkaitan dengan penurunan daya hinggap nyamuk, sehingga konsentrasi 75% menunjukkan efektivitas yang mendekati kontrol positif. Dengan demikian, ekstrak lidah mertua berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif repellent alami untuk pencegahan demam berdarah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agung, I. G., Kusuma, A., Rahayu, N. P. S., & Udayani, N. N. W. (2022). Efektivitas sediaan spray ekstrak bunga tembelekan (Lantana camara L.) sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Ilmiah Medicamento, 8(1), 8–13.

Alan, G. Z., & Mahtuti, E. Y. (2025). Efektivitas repellent dari ekstrak akar tuba (Derris elliptica) terhadap daya hinggap nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 15–22.

Anas, A. S., Wulandari, N. A., & Anas, H. R. (2025). Faktor risiko penyakit demam berdarah dengue: Risk factors for dengue fever. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6), 3169–3176.

Ditzen, M., Pellegrino, M., & Vosshall, L. B. (2008). Insect odorant receptors are molecular targets of the insect repellent DEET. Science, 319(5871), 1838–1842. https://doi.org/10.1126/science.1153121

Dogan, E. B., Ayres, J. W., & Rossignol, P. A. (1999). Behavioural mode of action of DEET: Inhibition of lactic acid attraction. Medical and Veterinary Entomology, 13(1), 97–100. https://doi.org/10.1046/j.1365-2915.1999.00145.x

Dwiningrum, R. (2022). Pengaruh ekstrak tanaman zodia terhadap morfologi internal nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor demam berdarah dengue. Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH), 62–66.

Fajriani, N., Salsabillah, S., & Hurit, H. E. (2025). Formulasi sediaan krim dengan kombinasi minyak esensial lavender (Lavandula angustifolia) dan tea tree (Melaleuca alternifolia). Archives Pharmacia, 7(2).

Farhan, M., Putriana, A., & Humaidi, F. (2023). Formulasi dan uji mutu fisik sediaan gel ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) sebagai antiseptik tangan. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 5(2), 1–12.

Harumsari, R. I., & Setiawan, I. (2026). Uji efektivitas dan stabilitas handbody lotion ekstrak biji ketumbar (Coriandrum sativum L.) sebagai repelen nabati terhadap Aedes aegypti, *11*(1), 66–74.

Karismadani, I. L., Mahtuti, E. Y., & Faisal, F. (2024). Pengaruh ekstrak akar tuba (Derris elliptica) terhadap mortalitas larva Anopheles sp. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 6(2), 515–521.

Kumara, C. J., Bestari, R. S., & Dewi, L. M. (2021). Efektivitas flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. The 13th University Research Colloqium 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Klaten, 3.

Lema, Y., Almet, J., & Wuri, D. (2021). Gambaran siklus hidup nyamuk Aedes sp. di Kota Kupang. Jurnal Veteriner Nusantara, 4(1).

Lumentut, N., Edy, H. J., & Rumondor, E. M. (2020). Formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan krim ekstrak etanol kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L) konsentrasi 12,5% sebagai tabir surya. Jurnal MIPA, 2(2), 42–46.

Manunait, N. A., Lagustha, H. N. de, Chrisantares, Y. E., & Setyowati, S. P. (2023). Efektivitas bahan alami lavender, kulit jeruk, dan daun mint sebagai alternatif pengusir nyamuk.

Naibaho, M., & Lubis, K. (2025). Efektivitas ekstrak daun kipahit (Tithonia diversifolia) sebagai alternatif repelen alami dan larvasida untuk Aedes aegypti. Journal of Innovative and Creativity (JoEC), 5(2), 10389–10403.

Pandiangan, C., Suwitono, M. R., & Sulastri, T. (2025). Formulasi dan evaluasi sediaan lotion dari ekstrak etanol akar jombang (Taraxacum officinale). Jurnal Farmasi Tinctura, 7(1), 13–26.

Putri, H. N., Wardani, D. P. K., Hikmawati, I., & Almanfaluthi, M. L. (2022). Efektivitas kombinasi ekstrak lidah buaya dan lidah mertua terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. BALABA: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 53–64.

Riksanto, R., Fadli, D., Furqan, E., Amalia, C., Syamsir, N., Padmawijaya, G., & Makassar, U. M. (2021). Pengaruh ekstrak lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dalam menurunkan kadar karbon monoksida akibat asap sidestream rokok filter. Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran, 4(2), 71–83.

Saidi, N., Razi, N. M., Biologi, M., Matematika, F., Alam, P., Kuala, U. S., Syech, J., Nomor, A., Aceh, B., Studi, P., Kimia, M., Matematika, F., Alam, P., Kuala, U. S., Syech, J., Nomor, A., & Aceh, B. (2023). Tren kejadian dengue (incidence rate) dan kematian akibat dengue (case fatality rate) di Indonesia, *11*(2), 1753–1763.

Santi, N. E., Anwar, C., & Sunarsih, E. (2023). Epidemiologi, biologi, patogenesis, manifestasi klinis, dan diagnosis infeksi virus dengue di Indonesia: Kajian literatur komprehensif. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13, 1179–1188.

Sari, P. I., Farid, N., Wahyuningsih, S., & Sari, I. (2022). Formulasi dan uji efektivitas spray anti nyamuk kombinasi minyak sereh (Cymbopogon nardus) dan minyak nilam (Pogostemon cablin). Jurnal Buana Farma, 2(4), 1–10.

Sumarni, N. K. (2022). Review artikel: Uji iritasi sediaan topikal. Jurnal Jejaring Matematika dan Sains, 4(1), 13–24.

Ulfah, M., Irawan, A., & Hasanah, U. (2025). Uji aktivitas antibakteri gel ekstrak etanol daun lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Farmasi, 8(1), 30–38.

Ustiawaty, J., & Pertiwi, A. D. (2020). Upaya pencegahan penyakit demam berdarah melalui pemberantasan nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA.

Wahyuni, D., Swandono, H. U., Mawardika, H., & Prana, M. Y. (2023). Karakterisasi dan potensi ekstrak daun paitan (Tithonia diversifolia) sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Ilmiah Biologi, 11(2), 1150–1160.

Wasistha, H. T. W. D., Wydiamala, E., & Hayatie, L. (2022). Efektivitas ekstrak etanol daun limau kuit (Citrus hystrix DC) sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti. Homeostasis, 5(2), 391.

Wicaksono, R. R., & Sulistiono, E. (2021). Efektivitas ekstraksi tanaman lidah mertua dan sereh dalam mereduksi kadar CO dalam ruangan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(2), 128–136.

Zebua, R., Gulo, V. E., Purba, I., & Gulo, M. J. K. (2023). Perubahan epidemiologi demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia tahun 2017–2021. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(1), 129–136

Published

2026-10-12

Issue

Section

Articles

How to Cite

Efektivitas Repellent Alami dari Ekstrak Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) terhadap Daya Hinggap Nyamuk Aedes aegypti. (2026). Public Health Journal, 3(4), 665-680. https://doi.org/10.62710/9x6jzs98