Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Gerinda di Departemen Steel Proyek Split Hopper PT X Kota Batam
DOI:
https://doi.org/10.62710/etbjh125Keywords:
APD, Kecelakaan Kerja, Kepatuhan, Masa Kerja, Pengetahuan K3Abstract
Pekerjaan penggerindaan merupakan salah satu aktivitas kerja yang memiliki berbagai potensi bahaya, seperti percikan material, serpihan logam, debu, kebisingan, serta kontak dengan bagian mesin yang bergerak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja apabila tidak disertai dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja gerinda di Departemen Steel Proyek Split Hopper PT X Kota Batam Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 102 pekerja gerinda dan seluruh populasi dijadikan responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara masa kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dengan nilai p-value 0,018, sikap kerja dengan nilai p-value 0,032, pengetahuan K3 dengan nilai p-value 0,000, serta kepatuhan penggunaan APD dengan nilai p-value 0,000. Seluruh nilai p-value lebih kecil dari 0,05. Disimpulkan bahwa masa kerja, sikap kerja, pengetahuan K3, dan kepatuhan penggunaan APD berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja gerinda. Perusahaan diharapkan meningkatkan pelatihan K3, safety briefing, pengawasan pekerja, dan kepatuhan penggunaan APD untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Downloads
References
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Anjeli, M., & Yuliza, W. T. (2026). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kota Padang. Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 14–21.
Anjaviani, K., & Widowati, E. (2021). Kejadian kecelakaan kerja pada karyawan produksi wafer. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(3), 1–10.
Badan Pusat Statistik Kota Batam. (2024). Kota Batam dalam angka 2024. BPS Kota Batam.
Beus, J. M., McCord, M. A., & Zohar, D. (2016). Workplace safety: A review and research synthesis. Organizational Psychology Review, 6(4), 352–381. https://doi.org/10.1177/2041386615626243
BPJS Ketenagakerjaan. (2024). Laporan kinerja tahunan: Statistik kecelakaan kerja nasional. BPJS Ketenagakerjaan.
Christian, M. S., Bradley, J. C., Wallace, J. C., & Burke, M. J. (2009). Workplace safety: A meta-analysis of the roles of person and situation factors. Journal of Applied Psychology, 94(5), 1103–1127. https://doi.org/10.1037/a0016172
Fahlevi, M. I., Cherelia, E., Murdani, I., Jihad, F. F., Luthfi, F., Fera, D., & Oktaria, Y. (2025). Hubungan pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja dengan kecelakaan kerja. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 11(1), 1–10.
Glendon, A. I., Clarke, S., & McKenna, E. (2014). Human safety and risk management (3rd ed.). CRC Press.
International Labour Organization. (2024). Statistik keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. International Labour Organization.
Juliani, A., & Santi, F. T. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja di Workshop PT Prima Karya Manunggal Kabupaten Pangkep. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(1), 1–8.
Khadijah, S., Febrian, A., Dhanty, K. F., & Purba, S. H. (2024). Hubungan antara pengetahuan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las: Kajian literatur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(3), 1–10.
Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. HISTORIS: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39. http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Listiany, P. N., Alini, A., & Zurrahmi, Z. R. (2025). Hubungan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja pandai besi di Sentra Besi Desa Teratak. Jurnal Ners, 9(3), 4004–4009.
Neal, A., & Griffin, M. A. (2006). A study of the lagged relationships among safety climate, safety motivation, safety behavior, and accidents at the individual and group levels. Journal of Applied Psychology, 91(4), 946–953. https://doi.org/10.1037/0021-9010.91.4.946
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Putri, N. M., Ridwan, M., Honesti, L., Boy, W., & Nofrianto, H. (2025). Pengaruh pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap kecelakaan kerja pada pekerja konstruksi di Kabupaten Sijunjung. Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang, 12(1), 18–25. https://doi.org/10.21063/jts.2025.V1201.018-025
Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the health belief model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335. https://doi.org/10.1177/109019817400200403
Salsabia, H. N., Andriyani, & Srisantyorini, T. (2025). Hubungan antara kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) dan tingkat kecelakaan kerja: Sebuah review literatur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 2(4), 88–100.
Sari, P., & Putra, R. (2024). Hubungan sikap keselamatan dan kesehatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja, 1(1), 1–10.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Zohar, D. (2010). Thirty years of safety climate research: Reflections and future directions. Accident Analysis & Prevention, 42(5), 1517–1522. https://doi.org/10.1016/j.aap.2009.12.019







