HUBUNGAN PERAN PERAWAT DENGAN KEMAMPUAN LANSIA MENGHADAPI BENCANA
DOI:
https://doi.org/10.62710/r956xa56Keywords:
Disaster, Elderly's Capabilit, Nurse's Role, PreparednessAbstract
Bencana merupakan ancaman serius bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang memiliki keterbatasan fisik dan mobilitas,
terutama di wilayah pesisir rawan bencana seperti Gampong Paya Tieng, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten
Aceh Besar. Kondisi tersebut menyebabkan lansia membutuhkan dukungan dan pendampingan yang memadai dalam menghadapi situasi bencana. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakatmemiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kemampuan lansia dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat dengan kemampuan menghadapi bencana pada lansia di Gampong Paya Tieng, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini
menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 79 lansia yang dipilihmenggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner peran perawat dan kuesioner kemampuan menghadapi bencana, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,1% responden menilai peran perawat berada pada kategori baik dan 60,8% lansia berada pada kategori siap menghadapi bencana. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan kemampuan lansia menghadapi bencana. Lansia yang menilai peran perawat baik
memiliki proporsi kesiapan lebih tinggi, yaitu 77,4%, dibandingkan dengan lansia yang menilai peran perawat kurang, yaitu 26,9%. Oleh karena itu, perawat perlu mengoptimalkan perannya sebagai edukator, caregiver, konselor, koordinator, dan advokat dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta dukungan kepada lansia agar mampu
meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi bencana secara mandiri.
Downloads
References
Arna, Y. D., Kelabora, J., & Ranti, I. N. (2024). Lansia dan permasalahannya. Media Pustaka
Indo.
Budiana, I., Try, A. P., & Maria, S. S. (2024). Karakteristik kesiapsiagaan perawat puskesmas
di 5 puskesmas dalam Kota Kabupaten Ende. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis
Kesehatan, 18(4), 23–30.
Fatimahsyam, F. (2024). Inklusi sosial dan keberagaman di desa tangguh bencana: Studi
kasus Gampong Jawa, Banda Aceh. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 5(2), 246
Hombing, N. B., Mohtar, M. S., & Mahmudah, R. (2025). Hubungan kesiapsiagaan dengan
peran perawat dalam manajemen pra bencana di Kecamatan Awayan Kabupaten
Balangan. Sains Medisina, 3(4), 181–186.
Husein, A., & Onasis, A. (2025). Manajemen bencana. Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia.
Ivonne, A. V. G., Koch, N. M., & Tahulending, A. A. (2024). Keperawatan kesehatan
masyarakat. Media Pustaka Indo.
Ivonne, A. V. G., Yauri, I., & Rohana. (2025). Konsep dasar keperawatan. Media Pustaka Indo.
Kurniadi, A. (2021). Peran profesi perawat dalam penanggulangan bencana di Indonesia.
Edukasi IPS, 5(2), 46–55.
Mahaling, C. S. S., Suryati, S., & Wicaksono, H. (2024). Keperawatan bencana. Sonpedia
Publishing Indonesia.
Mujiadi, & Rachmah, S. (2022). Buku ajar keperawatan gerontik. STIKes Majapahit Mojokerto.
Naibaho, R. M. (2023). Elderly preparedness in faces of tornado disaster in the District
Sitinjo. Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), 5(2), 446–453.
Ningrum, F. A. S., Amalia, R. R. Y., Kusmiarto, K., Dharmawan, A., Wahananta, B. M., &
Ariks, E. Y. (2023). Pembangunan kembali pasca tsunami Aceh di Kecamatan
Meuraxa Kota Banda Aceh: Analisis spasial dan sektoral. Widya Bhumi, 3(2), 81–98.
Nursalam. (2020). Statistika terapan univariat dan multivariat. Alauddin University Press.
Oktarina, E., Fiziola, F., & Mailani, F. (2024). Gambaran kesiapsiagaan perawat dalam
manajemen bencana di Puskesmas Kota Padang. NERS: Jurnal Keperawatan, 20(1),
–137.
Pasaribu, A., Siahaan, H. T., Purba, J. P. K., Filiandi, V., & Ginting, N. (2024). The role of
InaTEWS as an early warning in tsunami disaster mitigation in Indonesia. Asian
Journal of Natural Sciences, 3(3), 117–134.
Sari, S. D., & Legiran. (2024). Desain cross sectional bagi penelitian bidang kesehatan. The
Journal Health of Science, 1(1), 18–25.
Setyorini, F. A. (2023). Menakar paradigma penanggulangan bencana melalui analisis
Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. Journal of
Social Politics and Governance (JSPG), 5(2), 97–113.
Sofya, A., Novita, N. C., Afgani, M. W., & Isnaini, M. (2024). Metode survey: Explanatory
survey dan cross sectional dalam penelitian kuantitatif. Edu Society, 4(3), 1696–1708.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Syafitri, Y., Bahtiar, B., & Didik, L. A. (2020). Analisis pergeseran lempeng bumi yang
meningkatkan potensi terjadinya gempa bumi di Pulau Lombok. Konstan: Jurnal
Fisika dan Pendidikan Fisika, 4(2), 139–146.
Wahyudi, T., Maulia, A. M., Anwar, A., & Hastuti. (2024). Pengaruh pengetahuan, sikap
dan pelatihan keperawatan terhadap kesiapsiagaan bencana banjir di Rumah Sakit
Stella Maris Makassar. Public Health and Medicine Journal, 2(3), 19–26.
World Health Organization, & International Council of Nurses. (2019). Core competencies in
disaster nursing. World Health Organization.
World Resources Institute. (2024). Indonesia masuk jajaran negara dengan risiko bencana alam
tertinggi: World Risk Report.







