Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (Smk3) Di Pukesmas Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara Tahun 2025

Main Article Content

Muslim Amin
M Nailal Khairil

Abstract

Fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas memiliki berbagai risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dapat berdampak pada tenaga kesehatan, pasien, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta kendala pelaksanaannya di Puskesmas Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, berdasarkan Permenkes RI Nomor 52 Tahun 2018. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, dan telaah dokumen pada periode September 2025 hingga Januari 2026. Informan dipilih secara purposive sampling, meliputi Kepala Puskesmas, penanggung jawab K3, dan staf terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Pirak Timu telah memiliki komitmen kebijakan K3 melalui pembentukan Tim K3 yang ditetapkan dengan Surat Keputusan. Dari aspek pelaksanaan, Puskesmas telah menerapkan 7 dari 11 standar K3, yaitu identifikasi bahaya dan penilaian risiko, kewaspadaan standar, ergonomi kerja, penerapan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengelolaan sarana, peralatan medis, dan limbah B3. Namun, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala, pemberian imunisasi bagi sumber daya manusia, dan kesiapsiagaan bencana belum berjalan optimal. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Disimpulkan bahwa penerapan SMK3 di Puskesmas Pirak Timu tergolong cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan dukungan sumber daya untuk pemenuhan standar secara menyeluruh.

Article Details

Section

Articles