Hubungan Imunisasi DPT Dan BCG Dengan Gangguan Saluran Pernafasan Pada Balita di Puskesmas Julok Kabupaten Aceh Timur

Authors

  • Raudhatun Nafis Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Provinsi Aceh Author
  • Junaidi Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Provinsi Aceh Author
  • Eddy Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Provinsi Aceh Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/7xe65862

Keywords:

Gangguan Saluran Pernafasan, Imunisasi DPT dan BCG, Balita

Abstract

Gangguan saluran pernafasan merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada balita di negara berkembang, termasuk Indonesia. Imunisasi DPT dan BCG dapat  merangsang   kekebalan   tubuh  dan  memberikan   perlindungan   terhadap infeksi pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan imunisasi DPT dan BCG  dengan  gangguan  saluran  pernafasan  pada  balita  di Puskesmas Julok  Kabupaten  Aceh  Timur.  Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  analytic dengan desain (rancangan) penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah  balita  yang  berkunjung  ke  Puskesmas  Julok  Kabupaten  Aceh  Timur sebanyak  58  orang dengan  teknik  accidental  sampling.  Analisa  data  dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  dari  58  responden  sebagian  besar  tidak lengkap mendapatkan  imunisasi DPT dan BCG sebanyak 33 responden (56,9%). Sebagian besar sedang/pernah  mengalami  gangguan  saluran pernafasan  dalam 1 bulan terakhir sebanyak 40 responden (69%). Ada hubungan imunisasi DPT dan BCG  dengan  gangguan  saluran  pernafasan  pada  balita  dengan  P-Value  0,007 (P<0,05).  Ada hubungan  imunisasi  DPT  dan BCG dengan kejadian  ISPA pada balita di Puskesmas Julok Kabupaten Aceh Timur. Diharapkan pihak puskesmas memberikan edukasi sehingga masyarakat lebih memahami pentingnya pemberian imunisasi  yang lengkap  dan tepat untuk  mencegah terjadinya  gangguan  saluran pernafasan  pada  balita,  melakukan  peningkatan  cakupan  imunisasi  pada  balita dengan penyuluhan kepada orang tua mengenai pentingnya  pemberian imunisasi dalam memberikan kekebalan tubuh dari berbagai penyakit saluran pernafasan

References

Anggraini, Winona, dan Riani. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di Puskesmas Kemalaraja Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6(2), 205–213.

ASDI, IDAI, dan PERSAGI. (2017). Buku Gizi pada Bayi dan Balita. Yayasan Kita Menulis.

Besinung, I., Mahidoy, A. J., dan Surudani, C. (2019). Asuhan keperawatan pada anak infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Bangsal Anggrek Rumah Sakit Umum Liun Kendage Tahuna. Jurnal Ilmiah Sesebenua, 3(1), 22–26.

Darwis. (2020). Ilmu Gizi dan Perkembangan Balita. Jakarta: Salemba Medika.

Dinas Kesehatan Aceh Timur. (2023). Profil/Kondisi Kesehatan Kabupaten Aceh Timur. https://dinkes.acehtimurkab.go.id/

Ernawati, Dwimawati, dan Parinduri. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak usia di bawah lima tahun di Puskesmas Lebakwangi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 5(5), 385–388.

Fatimah dan Rustan. (2022). Hubungan status imunisasi dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita sakit (1–5 tahun). Jurnal Fenomena Kesehatan, 5(2), ISSN 2656-3444.

Fida dan Maya. (2023). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak. Yogyakarta: D-Medika.

Indra, Mahdang, Setyawan, dan Tarnoto. (2022). Epidemiologi Penyakit Menular ISPA. Tahta Media Group.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://kemkes.go.id/

Maihendra, Setyowati, Wijayanti, dan Katmini. (2021). Teori Praktis Penyakit Berbasis Kesehatan Lingkungan. Strada Press.

Manggiasih. (2019). Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah. Jakarta: Trans Info Media.

MBTS. (2015). Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MBTS). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Muslihatun. (2023). Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Yogyakarta: Fitramaya.

Nasution. (2020). Aspek individu balita dengan kejadian ISPA di Kelurahan Cibabat Cimahi. Amerta Nutrition, 4(2).

Notoatmodjo. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Nursalam. (2019). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Padang: STIKes Perintis Padang.

Padila, Febriawati, H., Andri, J., dan Dori, R. A. (2019). Perawatan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita. Jurnal Kesmas Asclepius, 1(1), 25–34.

Pohan. (2019). Hubungan berat badan lahir dan status imunisasi pada balita dengan kejadian ISPA di Puskesmas Gambir Baru Tahun 2019. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(1).

Rita dan Yundelfa. (2023). Analisis hubungan kelengkapan imunisasi dengan kejadian ISPA berulang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Padang. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6(2), ISSN 2655-5840.

Rukiyah. (2022). Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta: Trans Info Media.

Septiari. (2019). Mencetak Balita Cerdas dan Pola Asuh Orang Tua. Yogyakarta: Nuha Medika.

Setiadi. (2018). Konsep dan Praktik Penulisan Riset Keperawatan (Ed. 2). Yogyakarta: Medika.

Siregar. (2020). Buku Ajar Promosi Kesehatan. Medan: UINSU.

Situmeang. (2023). Pengaruh tingkat polusi udara terhadap tingkat pengidap penyakit ISPA di lingkup masyarakat Kramat Jati. Journal of Comprehensive Science, 2(1).

SKI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023.

Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susilawati, Murwati, dan Handayani. (2023). Hubungan pengetahuan, status imunisasi dan riwayat ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Sindang Beliti Ilir Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2023. Journal Student Scientific, 2(1), ISSN 2986-7304.

Triola, T., Atasa, L. R., Pitra, D. A. H., dan Ashan, H. (2022). Faktor-faktor risiko kejadian infeksi saluran pernapasan akut pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bukit Sileh Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok. Scientific Journal, 1(2), 77–85.

Wahyuni. (2018). Panduan Lengkap Tumbuh Kembang Anak Usia 0–5 Tahun. Jawa Timur: Strada Press.

WHO. (2023). Anak Usia <5 Tahun dengan Gejala ISPA. https://www.who.int/

Wijiastutik dan Nikmah. (2023). Hubungan status gizi dan kelengkapan imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita. Indonesian Journal of Professional Nursing, 4(2), ISSN 2746-5799.

Downloads

Published

2026-09-19

Issue

Section

Articles