Hubungan Budaya Pantang Makan Negatif Dengan Status Gizi Ibu Hamil Berdasarkan Lingkar Lengan Atas (Lila) di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Peureulak Timur Aceh Timur

Authors

  • Mawaddah Warahmah Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Provinsi Aceh Author
  • Yusria Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Provinsi Aceh Author
  • Triana Dewi Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Provinsi Aceh Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/tpwx4z75

Keywords:

Budaya Pantang Makan Negatif, Ibu Hami, Status Gizi

Abstract

Budaya pantangan makanan sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan ibu hamil, karena beberapa makanan dianggap dapat membahayakan jika dikonsumsi saat hamil. Di suku Aceh, terdapat makanan yang mengandung protein seperti daging yang pantang dikonsumsi oleh ibu hamil, mereka tidak mengkonsultasikan makanan pantangan tersebut kepada dokter atau ahli gizi karena mereka percaya dengan tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur suku mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan budaya pantang makan negatif dengan status gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peureulak Timur Aceh Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian analytic dengan desain (rancangan) penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang ada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peureulak Timur pada bulan Juli 2025 sebanyak 52 orang dengan teknik total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 52 responden sebagian besar menerapkan budaya pantang makan negatif dalam kehamilan sebanyak 38 responden (73,1%), pasil pengukuran lingkar lengan atas (LILA) pada ibu hamil menunjukkan bahwa dari 52 responden sebagian besar memiliki status gizi yang baik sebanyak 45 responden (88,5%). Tidak ada hubungan budaya pantang makan negatif dengan status gizi pada ibu berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) dengan p-value 0,655 (P>0,05). Diharapkan pihak puskesmas untuk memberikan edukasi dan peningkatan penyuluhan gizi, deteksi dini dan penanganan KEK, serta pemberian makanan tambahan (PMT) serta meningkatkan kegiatan sosialisasi mengenai dampak negatif KEK pada ibu dan janin

References

Alifka. (2020). Hubungan pantangan makanan terhadap risiko kekurangan energi kronik pada ibu hamil. Jurnal Medika Hutama, 2, 278–286.

Almatsier, S. (2019). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Ansori. (2020). Makanan pantangan pada ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK). Jurnal Kesehatan, 4(1).

Ayu Sunarti. (2019). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian pola makan pada ibu hamil di Puskesmas Sanrobone Kabupaten Takalar. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 2(2).

Dewi, A. K., Dary, D., & Tampubolon, R. (2023). Status gizi dan perilaku makan ibu selama kehamilan trimester pertama. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 135–144.

Gultom, & Hutabarat. (2020). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Sidoarjo: Zifatama Jawara.

Handayani, D., Fauzia, E., & Nurjanah, A. (2022). Penanganan gizi buruk kepada ibu hamil. Jurnal Forum Kesehatan: Media Publikasi Kesehatan Ilmiah, 11(2), 75–85. https://doi.org/10.52263/jfk.v11i2.232

Hardinsyah, & Supariasa. (2017). Ilmu Gizi: Teori dan Aplikasi. Jakarta: EGC.

Iradukunda. (2020). Food taboos during pregnancy. Health Care for Women International, 41(2), 159–168.

Kanah. (2020). Hubungan pengetahuan dan pola konsumsi dengan status gizi pada ibu hamil. MTPH Journal, 4(2).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Pedoman Penanggulangan Kurang Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil. Jakarta: Direktorat Bina Gizi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lini. (2020). Analisis faktor determinan kualitas konsumsi makanan pada ibu hamil di Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember. Jurnal Kesehatan, 5(1), 69–78.

Manik, M., & Rindu, R. (2017). Faktor yang berpengaruh terhadap kenaikan berat badan ibu hamil dengan KEK pada trimester III. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 16(2), 23–31.

Manuaba. (2017). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.

Maryunani. (2020). Buku Praktis Kehamilan dan Persalinan Patologis (Risiko Tinggi dan Komplikasi) dalam Kebidanan. Jakarta: CV Trans Info Media.

Muhammad Roffi. (2019). Kepercayaan wanita Jawa tentang perilaku atau kebiasaan yang dianjurkan dan dilarang selama masa kehamilan. Dalam Prosiding Seminar Nasional & Internasional.

Ningsih, Wahyuni, & Husada. (2022). Faktor yang berhubungan dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ), 5(2).

Proverawati. (2019). Ilmu Gizi untuk Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Purnamasari, & Ekawati. (2022). Pengaruh makanan tabu dengan status gizi dan indeks eritrosit pada ibu hamil. Jurnal Kebidanan Vokasional, 7(1).

Ramulondi, et al. (2021). Traditional food taboos and practices during pregnancy, postpartum recovery, and infant care of Zulu women in Northern KwaZulu-Natal. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 17(1), 1–19.

Rukiyah, & Yulianti. (2019). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: CV Trans Info Media.

Sari, & Sapitri. (2021). Pemeriksaan status gizi pada ibu hamil sebagai upaya mendeteksi dini kurang energi kronis (KEK). Jurnal Kebidanan Indonesia, 12, 16–23.

Sibagariang. (2018). Kesehatan Reproduksi Wanita (Edisi Revisi). Jakarta: Trans Info Media.

Survei Kesehatan Indonesia. (2023). Laporan Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Supariasa. (2016). Ilmu Gizi: Teori dan Aplikasi. Jakarta: EGC.

Tyastuti, & Wahyuningsih. (2018). Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan.

Wulan, et al. (2019). Pola makan dan pantangan makan tidak berhubungan dengan kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 2(3), 159.

Zaitu, Astuti, & Rini. (2020). Gambaran status gizi dan asupan zat gizi pada ibu hamil di Kota Semarang. Journal of Nutrition and Health, 7(1).

Zerfu, et al. (2016). Dietary habits, food taboos, and perceptions towards weight gain during pregnancy in Arsi, rural central Ethiopia: A qualitative cross-sectional study. Journal of Health, Population and Nutrition, 35(1), 22.

Zulfiani, Masthura, & Oktaviyana. (2022). Pengaruh pantangan makanan dari budaya dan pendapatan terhadap status gizi ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Journal of Health and Medical Science, 1(3).

Vasilevski, & Carolan-Olah. (2016). Food taboos and nutrition-related pregnancy concerns among Ethiopian women. Journal of Clinical Nursing, 25(19–20), 3069–3075.

Oni, & Tukur. (2022). Identifying pregnant women who would adhere to food taboos in a rural community: A community-based study. African Journal of Reproductive Health, 16(3), 68–76.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles