Hubungan Dukungan Teman Sebaya Dengan Quarter Life Crisis (QLC) Pada Siswa Kelas XII di MAN 1 Langsa
DOI:
https://doi.org/10.62710/2azzj480Keywords:
Dukungan Sosial, Quarter Life Crisis, Teman Sebaya, SiswaAbstract
Quarter life crisis merupakan fase krisis yang dialami individu pada masa remaja akhir yang ditandai dengan kebingungan, kecemasan, dan ketidakpastian terhadap masa depan. Dukungan sosial teman sebaya menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu individu dalam menghadapi kondisi tersebut. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya hubungan antara dukungan sosial dengan quarter life crisis, namun masih terbatas pada populasi umum atau dewasa awal, sehingga penelitian pada konteks siswa sekolah menengah, khususnya kelas XII yang berada pada fase transisi penting, masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter life crisis pada siswa kelas XII di MAN 1 Langsa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 137 siswa kelas XII MAN 1 Langsa, dengan jumlah sampel sebanyak 74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat quarter life crisis sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 63 responden (85,1%), sedangkandukungan sosial teman sebaya juga didominasi kategori sedang sebanyak 56 responden (75,7%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,023 (<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,264, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter life crisis dengan kekuatan hubungan yang rendah dan arah hubungan positif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial teman sebaya memiliki peran dalam membantu siswa menghadapi quarter life crisis meskipun dengan kekuatan hubungan yang rendah, sehingga implikasinya diperlukan upaya peningkatan dukungan sosial melalui lingkungan sekolah seperti penguatan peran teman sebaya, layanan konseling, serta edukasi kesehatan mental agar siswa lebih mampu mengelola kecemasan.
References
Andini, S. A. (2024). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan adversity quotient pada siswa SMA Kartika 1-2 Medan.
Audina. (2020). Quarter life crisis dan arah kehidupan individu muda.
Arif, E. M. Y., & Nurma Etika, A. (2020). Remaja dan Konformitas Teman Sebaya. Malang: Ahli Media Press. ISBN 978-623-6749-67-8.
Azizah, N. (2011). Dukungan sosial dan implikasinya terhadap kehidupan individu. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Dewi, N. K., Rahmawati, S., & Lestari, D. (2024). Dukungan sosial dalam meningkatkan kesehatan mental remaja. Jurnal Keperawatan Komunitas, 6(1), 10–18.
Elvadiana, D. (2023). Hubungan self awareness dengan quarter life crisis pada siswa di MAN 1 Langsa.
Gungor, A. (2019). Social support and academic achievement among adolescents. Educational Sciences Journal, 9(3), 150–160.
Hamzah, B. (2020). Psikologi perkembangan. Jakarta: Bumi Aksara.
Hikmahdayani, H., Herdiani, R. T., Antari, I., Oktari, S., Yuniarni, D., Amenike, D., Idrus, I., Fajriah, L., Marlina, M., Aisyah, N., Herik, E., Sulaiman, S., & Yanthi, D. (2023). Psikologi perkembangan remaja. Eureka Media Aksara. ISBN 978-623-151-690-9.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kumalasari, F., & Ahyani, L. N. (2012). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri remaja. Jurnal Psikologi, 10(1), 25–32.
Muflihah, A., & Savira, S. I. (2021). Burnout akademik pada siswa ditinjau dari dukungan sosial. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(1), 75–84.
Mutiara. (2018). Gejala emosional pada masa transisi remaja menuju dewasa awal.
Masluchah, L., Mufida, F., & Lestari, S. (2022). Perubahan emosi dan krisis identitas pada remaja.
Nurofiqhoh, A., dkk. (2024). Studi fenomenologi dalam menghadapi quarter life crisis pada siswa menjelang kelulusan. Jurnal Psikologi Perkembangan, 8(1), 45–55.
Nisa, K. (2020). Dukungan sosial teman sebaya terhadap stres pada quarter life crisis. Jurnal Psikologi Klinis, 6(2), 100–110.
Oktavia, L., & Basri, H. (2002). Psikologi sosial: Teori dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Putri, A., dkk. (2022). Dampak depresi pada remaja usia 15–19 tahun di Indonesia.
Putri, Fridya Syavina. (2022). Depresi Remaja di Indonesia: Penyebab dan Dampaknya. Vol. 10, No. 2, Desember 2022.
Robbins, A., & Wilner, A. (2001). Quarter Life Crisis: The Unique Challenges of Life in Your Twenties. New York: Tarcher/Putnam.
Roberts, A. R., & Greene, G. J. (Eds.). (2009). Buku Pintar Pekerja Sosial (Jilid 2) [Terjemahan H. Bachtiar Chamsyah & Enny Supit]. Jakarta: Gunung Mulia. ISBN 978-979-687-574-0.
Santoso, S. (2010). Psikologi sosial. Jakarta: Refika Aditama.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2014). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (8th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Setiani, R., Kamillah, S., & Sihura, S. S. G. (2024). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter life crisis pada remaja kelas XII di SMA Negeri 1 Mande Cianjur Tahun 2023. Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 1(3), Juli 2024.
Smet, B. (1994). Psikologi kesehatan. Jakarta: Grasindo.
Soetjiningsih. (2004). Tumbuh kembang remaja dan permasalahannya. Jakarta: Sagung Seto.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Urwatulwutsqo. (2019). Peran teman sebaya dalam perkembangan remaja. Jurnal Pendidikan, 4(2), 60–68.
Widyastuti, R., Sari, D., & Putra, A. (2019). Dukungan sosial sebagai faktor protektif kesehatan mental. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 200–210.
World Health Organization. (2021). Mental Health of Adolescents. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health
Yulia, N., & Etika, R. (2020). Psikologi remaja dan teman sebaya. Bandung: Alfabeta.
Zadok, W. F. (2024). Dukungan sosial teman sebaya dan hardiness pada efikasi diri mahasiswa. Indramayu: CV. Adanu Abimata/Penerbit Adab. ISBN 978-623-505-574-9.



