Gambaran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
DOI:
https://doi.org/10.62710/wdww5602Abstract
Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya akibat komplikasi kronis seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Kondisi ini memengaruhi aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan pasien. Data menunjukkan prevalensi DM di Indonesia dan Sumatera Utara terus meningkat, termasuk di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Hinai Kiri dengan 85 kasus pada triwulan III tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus tipe II di UPT Puskesmas Hinai Kiri Kecamatan Secanggang sebanyak 41 responden dengan teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 sebagian besar rendah sebanyak 23 responden (51,1%) dan sebagian kecil memiliki kualitas hidup yang tinggi sebanyak 4 responden (8,9%). Diharapkan kepada pasien diabetes melitus agar meningkatkan kualitas hidup dengan cara melakukan pengobatan secara rutin, serta meningkatkan status spiritualnya.
References
Adawiyah. (2020). Kapasitas fungsional dan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat, 4(1).
Afiko, & Mendrofa. (2022). Kualitas hidup pada pasien ulkus diabetik di ruang perawatan Rumah Sakit Aminah. Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(2).
Agussalim, & Rumaseb. (2019). Keperawatan medikal bedah. Yogyakarta: Fitramaya.
Arania, R., Triwahyuni, T., Prasetya, T., & Cahyani, S. D. (2021). Hubungan antara pekerjaan dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus di Klinik Mardi Waluyo Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Medika Malahayati, 5(3).
Fain, J. A. (2009). Management of clients with diabetes mellitus. Singapore: Saunders Elsevier.
Harania. (2019). Hubungan gaya hidup (pola makan dan aktivitas fisik) dengan kejadian diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Jurnal Keperawatan, 2(1).
Hastono, S. P. (2011). Statistik kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.
Hidayat, A. A. (2011). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisis data. Jakarta: Salemba Medika.
Ignatavicius, D. D., & Workman, M. L. (2006). Medical-surgical nursing: Critical thinking for collaborative care (5th ed.). St. Louis, MO: Saunders Elsevier.
Inzucchi, S. E., Porte, D., Sherwin, R. S., & Baron, A. (2005). The diabetes mellitus manual: A primary care companion to Ellenberg and Rifkin’s (6th ed.). Singapore: McGraw-Hill.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pengendalian kadar gula darah pasien diabetes melitus. Jakarta: Kemenkes RI.
Ladyani, F., Tiwahyuni, & Akbar, R. (2023). Gambaran kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 di Klinik Ardhito Medika Kota Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 10(12).
Manurung, N., & Darungan, I. (2021). Gambaran kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Teladan Kota Medan. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis, 10(2).
Pudiastuti, R. D. (2018). Penyakit-penyakit mematikan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Rosyad. (2022). Perilaku diet pada diabetes melitus tipe 2. Sleman: Zahir Publishing.
Sani, F., et al. (2023). Gambaran kualitas hidup pada pasien diabetes melitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 1151–1158.
Sari, N., Agus, & Purnama. (2019). Aktivitas fisik dan hubungannya dengan kejadian diabetes melitus. Jurnal Kesehatan, 2(4).
Sekarwiri. (2021). Hubungan self-care diabetes dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di poliklinik interna RSUD Badung. Jurnal Keperawatan, 4(2).
Siagian. (2020). Kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di wilayah kerja Puskesmas Karyawangi Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Skolastik Keperawatan, 6(1).
Sirait, A. M., et al. (2015). Insiden dan faktor risiko diabetes melitus pada orang dewasa di Kota Bogor: Studi kohor prospektif faktor risiko penyakit tidak menular. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 18(2), 151–160.
Siregar, et al. (2023). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus di ruang penyakit dalam RSUD Koja Jakarta. Jurnal Keperawatan Cekini, 4(1).
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyatna. (2021). Farmakologi dan terapi kualitas hidup (5th ed.). Jakarta: Gaya Baru.
Tarwoto, & Wartonah. (2019). Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Umam, M., Solehati, T., & Purnama, D. (2022). Gambaran kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Wanaraja. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 70–80.
World Health Organization. (2020). Beat diabetes. Retrieved from http://www.who.int/campaigns/world-health-day/2020/en/
Wulan, N., & Azzam. (2020). Peningkatan self-care melalui metode edukasi brainstorming pada pasien diabetes melitus. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 7–16.
Zurmeli, et al. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Skripsi. Universitas Riau.



