PENGARUH KONDISI RUMAH, KONDISI TEMPAT PENAMPUNGAN AIR DAN SISTEM PEMBUANGAN SAMPAH TERHADAP KEJADIAN DBD
DOI:
https://doi.org/10.62710/tqpw7767Keywords:
DBD, Kondisi Rumah, Tempat PenampunganAbstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bireuen, yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kondisi rumah, tempat penampungan air, dan sistem pembuangan sampah. Desa Geulanggang Teungoh dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya jumlah kasus DBD pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi kondisi rumah, tempat penampungan air, sistem pembuangan sampah, dan kejadian DBD serta menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian DBD. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga yang tinggal di Desa Geulanggang Teungoh sebanyak 1.400 KK, dengan sampel sebanyak 93 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumen sekunder dari laporan Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan bivariat untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi rumah dengan kejadian DBD (p = 0,000), antara kondisi tempat penampungan air dengan kejadian DBD (p = 0,001), serta antara sistem pembuangan sampah dengan kejadian DBD (p = 0,003). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan berperan penting dalam kejadian DBD, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui perbaikan kondisi rumah, pengelolaan tempat penampungan air yang baik, dan sistem pembuangan sampah yang tertib. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi Dinas Kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pengendalian DBD serta referensi bagi penelitian selanjutnya.
References
Damara (2023). Hubungan Kondisi Rumah dan Tindakan terhadap kejadian DBD di Mojokerto. Jurnal : Epidemiologi
Dinkes Aceh (2024). Aceh Info. (2022). DBD di Aceh. Tersedia di: https://www.acehinfo.id/dbd-di-aceh-capai-719-kasus-lima-meninggal-dunia-tahun-2022/ [Diakses 08 Apr. 2025]
Dinkes Kabupaten Bireuen (2024). Data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen 2024
Kemenkes (2023). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta.
Kemenkes (2024). Pedoman Survei Entomologi Demam Berdarah Dengue dan Kunci Identifikasi Aedes. Jakarta: Direktorat Jenderal PP&PL.
Marlina, E. (2023). Hubungan Sarana Air Bersih dengan Kejadian DBD di Kelurahan Cempaka Putih Timur. Jakarta Pusat.
Sukowati (2023). Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Perilaku Keluarga dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kabupaten Aceh Besar The Relationship of Home Environmental Conditions and Family Behavior with Genesis Dengue In Aceh Besar. Jurnal : Kesehatan Masyarakat.
Swarjana (2023). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Wahyuni, R. (2022) Hubungan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Kejadian DBD di Kelurahan Sudiang Raya Kecamatan Biringkanaya Kota Makassa
WHO (2022). Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Denguen and Dengue Haemorragic Fever. Regional Office for South East Asia Region. New Delhi: World Health Organization



