HUBUNGAN PERAN SUAMI DAN PERAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES
DOI:
https://doi.org/10.62710/a6dhwk06Keywords:
Peran Suami, Peran Tenaga Kesehatan, Postpartum BluesAbstract
Postpartum blues adalah perasaan sedih dan depresi segera setelah persalinan dengan gejala dimulai dua atau tiga hari setelah persalinan dan biasanya hilang dalam satu atau dua minggu. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan peran suami dan peran tenaga kesehatan dengan kejadian postpartum blues di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Tahun 2024. Desain yang digunakan penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam. Teknik pengambilan sampel menggunakan secara accidental sample dengan jumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden tidak mengalami postpartum blues, 76,7% responden memiliki suami yang berperan penting pada ibu nifas, 86,7% responden menyatakan tenaga kesehatan berperan pada ibu nifas. Hasil analisa uji statistik dengan menggunakan analisa terdapat hubungan peran suami dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Tahun 2024 (p=0,016). Terdapat hubungan peran tenaga kesehatan dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh Tahun 2024 (p=0,018). Diharapkan dapat bahan informasi ataupun masukan kepada responden tentang Hubungan Peran Suami Dan Peran Tenaga Kesehatan Dengan Kejadian Postpartum Blues.


