Perbandingan Kualitas Pewarnaan Diff-Quick Pada Preparat Histologi dengan Variasi Suhu Fiksasi 4°C, 25°C, dan 45°C Selama 24 Jam

Authors

  • Allicya Renata Putri Arrosa Universitas Pelita Harapan Author
  • Syifa Noviyanthi Universitas Pelita Harapan Author
  • Alsira Naswa Fatihah A. S Universitas Pelita Harapan Author
  • Tri Silvian Zega Universitas Pelita Harapan Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/txn2rs06

Keywords:

Histology; Diff-Quick staining; Fixation temperature; Mouse intestine;

Abstract

Histologi merupakan cabang ilmu yang mempelajari struktur jaringan dan sel pada tingkat mikroskopis, yang beperan penting dalam memahami hubungan antara bentuk dan fungsi. Keakuratan pengamatan histologis bergantung pada teknik fiksasi dan pewarnaan yang digunakan. Diff-Quick dikenal sebagai metode pewarnaan yang cepat dan praktis, namun kualitas hasilnya dipengaruhi oleh kondisi fiksasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu fiksasi 4 derajat celcius, 25 derajat celcius, dan 45 derajat celcius selama 24 jam menggunakan Neutral Buffered Formalin 10 persen terhadap kualitas pewarnaan jaringan usus mencit. Penelitian dilakukan dengan desain eksperimental kuantitatif menggunakan 42 sampel jaringan usus mencit yang difiksasi pada tiga kelompok suhu. Kualitas pewarnaan dinilai berdasarkan kejelasan nukleus, detail sitoplasma, intesitas warna, serta artefak. Hasil penelitian menunjukan bahwa fiksasi pada suhu 4 derajat celcius menghasilkan kualitas terbaik dengan kontras nukleus dan sitoplasma yang tajam serta morfologi jaringan terpelihara (rata-rata skor 15,5; kategori sangat baik). Suhu 25 derajat celcius memberikan kualitas baik (rata-rata skor 12,36), sedangkan suhu 45 derajat celcius memberikan kualitas buruk akibat lisis sel dan pewarnaan tidak merata (rata-rata skor 6,2). Analisis statistik menunjukan adanya perbedaan signifikan antar kelompok. Temuan ini menegaskan bahwa hasil penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah berupa rekomendasi bagi laboratorium patologi anatomi bahwa fiksasi pada suhu 4°C berpotensi meningkatkan kualitas sediaan histologi cepat dengan teknik pewarnaan Diff-Quick melalui pemeliharaan detail morfologi dan pengurangan artefak. Meskipun demikian, fiksasi pada suhu 25°C tetap merupakan standar yang memberikan hasil diagnostik yang akurat dan dapat digunakan secara rutin di laboratorium.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Burhannudin, & Herbyananda, A. D. (2024). Use of a hotplate at 80℃ for 3 minutes to help fixation of histological preparations. Biomedika, 16(2), 59–64. https://doi.org/10.23917/biomedika.v16i2.3271

Digambiro, R. A., & Parwanto, E. (2023). Panduan prosesing dan pewarnaan jaringan dalam histopatologi (p. 33). Klaten: Penerbit Lakeisha.

Gurina, T. S., & Simms, L. (2023). Histology, Cell Biology, and Pathology. In StatPearls. StatPearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557663/

Hermawan, R. A., Sabban, I. F., Imasari, T., Wahyuni, I. N., & Rokim, M. A. (2025). Gambaran hasil pewarnaan Diff-Quick pada sediaan efusi pleura di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. JOMS, 4(2).

Maglio, M., Marano, A., Mandile, R., Angelino, P., D'Ambrosio, A., Mirra, A., Auricchio, R., Greco, L., Troncone, R., & Discepolo, V. (2025). Immunohistochemistry to highlight intraepithelial lymphocytes in formalin-fixed and frozen duodenal biopsies: Comparability of results and cut-off revision. Digestive Diseases and Sciences, 70(10), 3425–3431. https://doi.org/10.1007/s10620-025-09168-8

Mayangsari, M. A., Nuroini, F., & Ariyadi, T. (2019). Perbedaan kualitas preparat ginjal marmut pada proses deparafinasi menggunakan xylol dan minyak zaitun pada pewarnaan HE. Prosiding Mahasiswa Seminar Nasional Unimus, 2, 250–255.

Musyarifah, Z., & Agus, S. (2018). Proses fiksasi pada pemeriksaan histopatologi. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(3), 443–453. https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.895

Pilchová, V., Richter, A., Meurer, M., Schulz, C., & von Köckritz-Blickwede, M. (2025). The effect of chemical fixation with paraformaldehyde, glutardialdehyde or methanol on immunofluorescence staining of neutrophils and neutrophil extracellular traps. Innate Immunity, 31, 1–14. https://doi.org/10.1177/17534259241307563

Sabban, I. F., Hermawan, R. A., Wahyuni, I. N., Ilmiafee, N., & Ningtyas, A. F. (2023). Comparative of fixation time in control of breast FNAB with Diff-Quick staining. Jurnal Saintika Medika, 19(2), 1–10. Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Malang.

Sabban, I. F., Pramudita, R., Hermawan, R. A., Setiawan, J. S., Wahyuni, I. N., & Parubak, R. A. (2026). Diff-quick staining effectiveness in 24-hour stored diabetes mellitus urine. Bhakta Journal of Medicine, 1(1), 19–22. https://bjm.iik.ac.id/bjm

Sari, N. I. P., Oktavia, S., Ceriana, R., Prasetya, Y. A., Hamidatul‘Aliyah, S., Septiana, W. L., Noviantari, A., Sugianto, M., Lienggonegoro, L. A., & 152 Nikmah, U. A. (2024). HISTOLOGI

Universitas Pelita Harapan. (2026). Modul praktikum sitohistoteknik. Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pelita Harapan.

Wartinia, F., Nailufar, Y., & Rahmawati, Y. (2025). Systematic literature review: Perbandingan variasi waktu fiksasi jaringan histologi pada pewarnaan hematoxylin eosin (HE). Jurnal Medika Indonesia, 6(1), 7–16. Universitas Muhammadiyah Kudus.

Wati, U. D. K., Ismarwati, & Anggraeni, R. (2025). Pengaruh variasi waktu fiksasi terhadap gambaran morfologi Sediaan Apusan Darah Tepi (SADT) dengan pewarnaan Giemsa. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3), 11733–11740.

Wulansari, N., Dewi, H., Halim, R., Ekaputri, T. W., & Utami, E. A. (2024). Analisis kualitas sediaan histologi menggunakan beeswax super grade sebagai alternatif pengganti paraffin wax dalam proses embedding. JOMS, 4(2).

Yesha, V., Burhannudin. and Lestari, P., 2025. Efektivitas fiksasi pada suhu 4°C dalam meningkatkan kualitas pewarnaan HE dan integritas DNA pada sediaan FFPE. Prosiding Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, 4(1), pp.655–672. Available at: https://prosiding.aiptlmi-iasmlt.id/index.php/prosiding/issue/current

Published

2026-07-29

How to Cite

Arrosa, A. R. P., Noviyanthi, S., Fatihah A. S, A. N. ., & Zega, T. S. . (2026). Perbandingan Kualitas Pewarnaan Diff-Quick Pada Preparat Histologi dengan Variasi Suhu Fiksasi 4°C, 25°C, dan 45°C Selama 24 Jam. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(2), 5208-5222. https://doi.org/10.62710/txn2rs06