Supervisi Klinis Kepala Madrasah Berbasis Kolaboratif dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru ( Studi Kasus di MIN 7 Pidie dan MIN 35 Pidie)
DOI:
https://doi.org/10.62710/1h78d736Keywords:
Supervisi klinis; Budaya Kolaboratif, Komunikasi ReflektifAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) perencanaan supervisi klinis berbasis kolaboratif, (2) pelaksanaan supervisi klinis berbasis kolaboratif, (3) refleksi dan tindak lanjut supervisi klinis, (4) kontribusi supervisi klinis terhadap profesionalisme guru, serta (5) faktor pendukung dan penghambat implementasi supervisi klinis berbasis kolaboratif di MIN 7 Pidie dan MIN 35 Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multikasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru, koordinator kurikulum, dan pengawas madrasah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan bantuan perangkat lunak NVivo melalui proses open coding, pembentukan node, kategorisasi tema, framework matrix, dan analisis lintas kasus. Keabsahan data diperoleh melalui ketekunan pengamatan, triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member check, serta audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis di kedua madrasah telah mengalami pergeseran orientasi dari pendekatan administratif menuju pembinaan profesional yang bersifat partisipatif. Implementasi supervisi dilaksanakan melalui perencanaan yang melibatkan guru, pelaksanaan observasi berbasis data objektif, komunikasi reflektif, serta refleksi dan tindak lanjut yang berkelanjutan melalui pendampingan dan monitoring. Supervisi klinis berbasis kolaboratif memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa budaya kolaboratif madrasah yang dibangun melalui kepercayaan, komunikasi terbuka, kemitraan profesional, dan komitmen bersama merupakan kondisi pemungkin (enabling condition) yang menentukan keberhasilan implementasi supervisi klinis berbasis kolaboratif. Berdasarkan sintesis hasil penelitian dirumuskan suatu model konseptual supervisi klinis berbasis kolaboratif yang menggambarkan hubungan sistemik antara budaya kolaboratif, pergeseran orientasi supervisi, komunikasi reflektif, refleksi dan tindak lanjut, serta pengembangan profesionalisme guru. Model tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian administrasi pendidikan, khususnya dalam implementasi supervisi akademik di Madrasah
Downloads
References
Bappenas. (2019). Rancangan teknokratik rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020–2024. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Bappenas. (2024). Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025–2029. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Cogan, M. L. (1973). Clinical supervision. Houghton Mifflin.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Daresh, J. C. (2001). Supervision as proactive leadership (3rd ed.). Waveland Press.
Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective teacher professional development. Learning Policy Institute.
Evans, L. (2011). The shape of teacher professionalism in England: Professional standards, performance management, professional development and the changes proposed in the 2010 White Paper. British Educational Research Journal, 37(5), 851–870. https://doi.org/10.1080/01411926.2011.607231
Gall, M. D., Gall, J. P., & Borg, W. R. (2003). Educational research: An introduction (7th ed.). Pearson Education.
Glickman, C. D., Gordon, S. P., & Ross-Gordon, J. M. (2018). SuperVision and instructional leadership: A developmental approach (10th ed.). Pearson.
Goldhammer, R. (1969). Clinical supervision: Special methods for the supervision of teachers. Holt, Rinehart and Winston.
Mette, I. M., Range, B. G., Anderson, J., & Hvidston, D. J. (2015). Teacher supervision and evaluation: Collaborative approaches to instructional improvement. Educational Leadership Review, 16(1), 16–30.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Schön, D. A. (1983). The reflective practitioner: How professionals think in action. Jossey-Bass.
Sergiovanni, T. J., & Starratt, R. J. (2007). Supervision: A redefinition (8th ed.). McGraw-Hill.
Sutarmin, S. (2025). Peningkatan kompetensi profesional guru melalui supervisi berdiferensiasi di SDIT Insan Kamil Suruh. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 626–633.
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. (2015). Education for all 2000–2015: Achievements and challenges: EFA global monitoring report 2015. UNESCO Publishing.
Ventista, O. M., & Brown, C. (2023). Teachers’ professional learning and its impact on students’ learning outcomes: Findings from a systematic review. Social Sciences & Humanities Open, 8(1), Article 100565. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2023.100565
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurlina Nurlina, Saiful Bahri, Rezeki Muamar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








