Perbandingan Efektivitas Cairan Fiksatif Ethanol 70% Komersial vs Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% terhadap Morfologi Jaringan Hati dan Ginjal

Authors

  • Agistha Naftalia Putri Universitas Pelita Harapan Author
  • Daniel Larry Ferdyan Setiawan Parhusip Universitas Pelita Harapan Author
  • Stella Migia Putri Universitas Pelita Harapan Author
  • Valentina Sumiharta Lumban Gaol Universitas Pelita Harapan Author
  • Diana Intan Gabriela Lusiana Universitas Pelita Harapan Author
  • Fransisca Probo Setyoningrum Universitas Pelita Harapan Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/bed8qe75

Keywords:

Ethanol 70%, Fiksasi Jaringan, Ginjal, Hati, Histopatologi, Neutral Buffered Formalin (NBF).

Abstract

Fiksasi merupakan tahap penting dalam pengolahan jaringan histologi karena berperan dalam mempertahankan morfologi jaringan agar tetap mendekati kondisi aslinya. Neutral Buffered Formalin 10% merupakan fiksatif yang umum digunakan dalam pemeriksaan histopatologi, sedangkan ethanol 70% sering dimanfaatkan sebagai alternatif karena mudah diperoleh dan relatif lebih aman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ethanol 70% komersial dan Neutral Buffered Formalin 10% terhadap morfologi jaringan hati dan ginjal mencit. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan sampel jaringan hati dan ginjal yang difiksasi menggunakan kedua jenis fiksatif, kemudian diproses secara histologi rutin dan diwarnai menggunakan Hematoksilin-Eosin. Penilaian morfologi dilakukan berdasarkan kualitas inti sel, sitoplasma, dan keseragaman warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jaringan hati terdapat perbedaan bermakna pada parameter inti sel dan keseragaman warna, sedangkan pada jaringan ginjal terdapat perbedaan bermakna pada parameter sitoplasma dan keseragaman warna. Secara keseluruhan, preparat yang difiksasi menggunakan Neutral Buffered Formalin 10% menunjukkan kualitas morfologi yang lebih baik dibandingkan ethanol 70% komersial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Neutral Buffered Formalin 10% lebih efektif dalam mempertahankan morfologi jaringan hati dan ginjal mencit pada preparat histologi rutin

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardian, Y., Rizki, E., Amarullah, A., & Marinta. (2025). Kualitas Morfologi Sel Asites Setelah Dilakukan Fiksasi Alkohol 96% dan NBF 10% pada Sediaan Sitologi Pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, 4(6), 1478–1485. https://www.journal.literasisains.id/index.php/insologi/article/view/6397/2668

Azizah, M. N., Nailufar, Y., & Rahmawati, Y. (2025). Variasi Konsentrasi Larutan Fiksasi Etanol terhadap Kualitas Hasil Pewarnaan Hematoksilin Eosin pada Jaringan Histologi Ginjal Mencit. Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 11(2), 272–283.https://www.deepdyve.com/lp/unpaywall/variasi-konsentrasi-larutan-fiksasi-etanol-terhadap-kualitas-hasil-PwqjYWdmKa

Chung, J. Y., Song, J. S., Ylaya, K., Sears, J. D., Choi, L., Cho, H., Rosenberg, A. Z., & Hewitt, S. M. (2018). Histomorphological and molecular assessments of fixation times comparing formalin and ethanol-based fixatives. Journal of Histochemistry & Cytochemistry, 66(2), 121–135. https://doi.org/10.1369/0022155417741467

Gunawan, Y. E., Priyadi, M., Citrariana, S., Saputra, R. R., Decenly, D., Fauziah, A. R., ... & Suprayogi, T. (2024). Gambaran Histopatologi Hati dan Ginjal Mencit (Mus musculus) Setelah Pemberian Ekstrak Daun Bajakah Kalalawit (Uncaria gambir Roxb.). Jurnal Pharmascience, 11(2), 227-238. https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/pharmascience/article/view/17733

Koomen, J. M., Wang, Y., & Patel, K. (2022). Impact of fixation duration and buffer composition on formalin-induced artifacts in cytology preparations. Diagnostic Cytopathology, 50(8), 421–429. https://doi.org/10.1002/dc.24976

Mescher, A. L. (2021). Junqueira’s basic histology: Text and atlas (16th ed.). McGraw-Hill Education.

Muharni, M., Ferlinahayati, F., Fitrya, F., Eliza, E., Yohandini, H., & Cenora, C. (2023). Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Paronema canescens Jack.) terhadap Tikus Putih Rattus novergicus (Wistar strain). Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 10(2), 211–217. https://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk/article/view/1357

Nessa, N., Martinus, B. A., & Oktarina, S. (2022). Uji Toksisitas Subakut Ekstrak Etanol Rambut Jagung (Stigma maydis) Terhadap Fungsi Hati Tikus Putih Jantan. JAFP (Jurnal Akademi Farmasi Prayoga), 7(1), 28-38. https://jurnal3.akfarprayoga.ac.id/index.php/JAFP/article/view/47/40

Perry, C., Chung, J. Y., Ylaya, K., Choi, C. H., Simpson, A., Matsumoto, K. T., Smith, W. A., & Hewitt, S. M. (2016). A buffered alcohol-based fixative for histomorphologic and molecular applications. Journal of Histochemistry & Cytochemistry, 64(7), 425–440. https://doi.org/10.1369/0022155416649579

Rahman, M. A., Sultana, N., Ayman, U., Bhakta, S., Afrose, M., Afrin, M., & Haque, Z. (2022). Alcoholic Fixation over Formalin Fixation: A New, Safer Option for Morphologic and Molecular Analysis of Tissues. Saudi Journal of Biological Sciences, 29(1), 175–182. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1319562X21007646

Ross, M. H., & Pawlina, W. (2023). Histology: A text and atlas: With correlated cell and molecular biology (9th ed.). Wolters Kluwer.

Rezoana, R., Akter, L., Islam, R., Bhakta, S., Ayman, U., Karim, M. R., & Haque, Z. (2022). The Hazardous Effects of Formalin and Alcoholic Fixative in Mice: A Public Health Perspective Study. Saudi Journal of Biological Sciences, 29(5), 3366–3371. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1319562X2200095X

Salsabila, Q., Durachim, A., Wiryanti, W., & Rahmat, M. (2023). Perbandingan Kualitas Hasil Preparat Histologi Jaringan Ginjal Dengan Fiksasi Menggunakan Neutral Buffer Formalin 10% Dan Etanol 50%. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 4(1), 327-333. https://jurnal.polkesban.ac.id/index.php/jks/article/view/1489

Srinivasan, M., Sedmak, D., & Jewell, S. (2019). Effect of fixatives and tissue processing on morphology and molecular integrity. Applied Immunohistochemistry & Molecular Morphology, 27(8), 591–599.

Taqi, S. A., Sami, S. A., Sami, L. B., & Zaki, S. A. (2018). A review of artifacts in histopathology. Journal of Oral and Maxillofacial Pathology, 22(2), 279–287. https://doi.org/10.4103/jomfp.JOMFP_125_17

Wartini, F., Nailufar, Y., & Rahmawati, Y. (2025). Literature review: Perbandingan variasi waktu fiksasi jaringan histologi pada pewarnaan hematoxylin eosin (HE). Jurnal Medika Indonesia, 6(1), 7–16. https://ejr.umku.ac.id/index.php/JMI/article/view/3047

Zhou, Y., Chen, X., & Li, L. (2020). Mechanisms of cross - linking fixation and its influence on nucleic acid integrity in histopathological samples. Journal of Histotechnology, 43 (2), 91–98.https://doi.org/10.1080/01478885.2020.1723546

Published

2026-07-29

How to Cite

Putri, A. N. ., Parhusip, D. L. F. S., Putri, S. M. ., Gaol, V. S. L., Lusiana, D. I. G. ., & Setyoningrum, F. P. . (2026). Perbandingan Efektivitas Cairan Fiksatif Ethanol 70% Komersial vs Neutral Buffered Formalin (NBF) 10% terhadap Morfologi Jaringan Hati dan Ginjal. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(2), 5471-5485. https://doi.org/10.62710/bed8qe75