Community-Based Karawitan Education and Cultural Sustainability: The Rosa Mustika Laras Community at Saint John the Evangelist Catholic Church, Kudus
DOI:
https://doi.org/10.62710/32h0k920Keywords:
Music education, karawitan, cultural sustainability, liturgical inculturation, intangible cultural heritageAbstract
The sustainability of Javanese karawitan is increasingly challenged by cultural transformation and declining youth participation. While previous studies have examined karawitan in educational settings, limited attention has been given to its development within religious communities as a model of arts education and cultural preservation. This study investigates community-based karawitan education implemented by Rosa Mustika Laras at Saint John the Evangelist Catholic Church in Kudus, Central Java. A qualitative case study was employed using participant observation, semi-structured interviews, and document analysis. Data were analyzed through an interactive model, with credibility ensured by triangulation and member checking. The findings reveal that Rosa Mustika Laras integrates musical instruction, cultural transmission, and liturgical inculturation through regular ensemble practice and intergenerational learning. Beyond supporting Catholic liturgy, the community actively promotes cultural sustainability through public performances, educational outreach, and institutional collaboration. These activities strengthen cultural identity, encourage community participation, and support the regeneration of karawitan practitioners. This study demonstrates that religious communities can serve as effective spaces for community-based arts education while functioning as agents of intangible cultural heritage preservation.
Downloads
References
Ahmad, I. M., & Laksono, A. (2023). Upaya Paguyuban Budi Laras dalam pelestarian seni karawitan di Kampung Tematik Seni Budaya Jurang Blimbing Kota Semarang. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 6(2), 1–10. https://doi.org/10.14710/endogami.6.2.1-10
Alfansyur, A. (2020). Seni mengelola data: Penerapan triangulasi teknik pada penelitian kualitatif. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah, 5(2), 146–150.
Al-Mubarok, A. A. S. A., & Bastian, A. F. (2024). Pendampingan anak dalam mengenal dan melestarikan budaya lokal melalui komunitas seni karawitan Kabupaten Mojokerto. GUYUB: Journal of Community Engagement, 5(1), 1–21. https://doi.org/10.33650/guyub.v5i1.7487
Apriansyah, B., & Nadroh, S. (2024). Inkulturasi budaya Jawa pada Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Inklusiva: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1), 65–88. https://doi.org/10.15408/ijsaa.v2i1.41434
Apriyani, M. (2026). Bahasa dan budaya Jawa di Gereja Katolik: Pemertahanan dan identitas. Linguistik Indonesia, 44(1), 79–93.
Emen, P., & Hendi, H. (2021). Transfigurasi Yesus sebagai model spiritualitas orang percaya. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(1), 255–269.
Heldisari, H. P. (2022). Pembelajaran seni karawitan Jawa pada anak tunagrahita ringan. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik, 2(1), 67–74. https://doi.org/10.30872/mebang.v2i1.23
Hidayah, N., & Ajhuri, K. F. (2026). Pelestarian seni karawitan sejak dini pada anak usia sekolah di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 229–242. https://doi.org/10.35931/ak.v6i1.5563
Hudayana, B. (2021). Pengembangan seni-budaya sebagai penguatan identitas komunitas Kejawen dan Santri di desa pada era reformasi. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 5(1), 1–17. https://doi.org/10.22219/satwika.v5i1.15641
Irhandayaningsih, A. (2018). Pelestarian kesenian tradisional sebagai upaya dalam menumbuhkan kecintaan budaya lokal di masyarakat Jurang Blimbing Tembalang. Anuva, 2(1), 19–27. https://doi.org/10.14710/anuva.2.1.19-27
Irianto, A. M. (2017). Kesenian tradisional sebagai sarana strategi kebudayaan di tengah determinasi teknologi komunikasi. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 12(1), 90–100. https://doi.org/10.14710/nusa.12.1.90-100
Julianto, J. (2017). Karawitan: Seni musik tradisi Jawa. [Penerbit].
Kartiman, K., & Rokhani, U. (2025). Eksplorasi balungan gending gaya Yogyakarta dan Surakarta. PROMUSIKA, 13(1), 71–83. https://doi.org/10.24821/promusika.v13i1.15050
Martasudjita, E. (2021). Teologi inkulturasi: Perayaan Injil Yesus Kristus di bumi Indonesia. Kanisius.
Marta, R. F., & Rieuwpassa, J. S. (2018). Identifikasi nilai kemajemukan Indonesia sebagai identitas bangsa dalam iklan Mixagrip versi keragaman budaya. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(1), 37–50. https://doi.org/10.24198/jkk.v6i1.15416
Mekarisce, A. A. (2020). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(3), 145–151. https://doi.org/10.52022/jikm.v12i3.102
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nakagawa, S. (2000). Musik dan kosmos: Sebuah pengantar etnomusikologi. Yayasan Obor Indonesia.
Nugraha, A., & Sejati, G. (2011). [Judul lengkap buku/artikel]. [Penerbit/Jurnal].
Nugraha, A., & Sejati, G. (2026). [Judul lengkap buku/artikel]. [Penerbit/Jurnal].
Nurahma, G. A., & Hendriani, W. (2021). Tinjauan sistematis studi kasus dalam penelitian kualitatif. Mediapsi, 7(2), 119–129. https://doi.org/10.21776/ub.mps.2021.007.02.4
Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 31–39. https://doi.org/10.33061/jgz.v10i2.5616
Pandor, P., Ton, S. S. P., Yuniarto, P., & Heribertus, H. (2025). Javanese gamelan as sacred manifestation: Exploring its role in Catholic liturgical inculturation and spiritual dialogue. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 10(1), 97–108. https://doi.org/10.15575/jw.v10i1.44788
Prasetyawan, Y. Y. (2018). Community of practice sebagai wadah berbagi pengetahuan berdimensi teknis dan kognitif. Anuva, 2(2), 117–125. https://doi.org/10.14710/anuva.2.2.117-125
Prihatsanti, U., Suryanto, S., & Hendriani, W. (2018). Menggunakan studi kasus sebagai metode ilmiah dalam psikologi. Buletin Psikologi, 26(2), 126–136. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.38895
Purnomo, P., et al. (2022). [Judul lengkap]. [Penerbit/Jurnal].
Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374
Safitri, R. A., & Adishakti, L. T. (2023). Pelestarian dan pengelolaan kawasan pusaka berbasis komunitas: Kajian teoritik. Vitruvian: Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan, 12(3), 263–274. https://doi.org/10.22441/vitruvian.2023.v12i3.005
Saraswati, D., & M. S. (2020). Partisipasi aktif OMK dalam mengembangkan inkulturasi musik liturgi di Gereja Santa Maria Assumpta Pakem Yogyakarta. INVENSI, 5(1), 37–49. https://doi.org/10.24821/invensi.v1i1.3865
Setiawan, S. (2021). Karawitan: Analisis pathet dan jalan sajian garap gending pakeliran. Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian tentang Bunyi, 21(1), 23–50. https://doi.org/10.33153/keteg.v21i1.3740
Setyaningrum, B. N. D. (2018). Budaya lokal di era global. Ekspresi Seni, 20(2), 102–112. https://doi.org/10.26887/ekse.v20i2.392
Setyoko, A., & Pratama, Z. W. (2021). Faktor-faktor kesulitan pembelajaran praktik karawitan Jawa Program Studi Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman. Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik, 1(2), 81–92. https://doi.org/10.30872/mebang.v1i2.13
Sulu, Y. Z., Kawung, E. J. R., & Purwanto, A. (2024). Fungsi komunitas seni sebagai penguatan identitas, jaringan sosial dan pemberdayaan. Journal Publicuho, 7(2), 557–564. https://doi.org/10.35817/publicuho.v7i2.389
Sunarno, S., & Sulistyowati, E. (2021). Resiliensi komunitas di tengah pandemi COVID-19. Mediapsi, 7(1), 37–52. https://doi.org/10.21776/ub.mps.2021.007.01.5
Susanto, S., et al. (2017). [Judul lengkap]. [Penerbit/Jurnal].
UNESCO. (2021). Gamelan. UNESCO Intangible Cultural Heritage. https://ich.unesco.org/en/RL/gamelan-01607
Usmanij, P. A., & Akbar, G. M. (2020). Tinjauan teologis mengenai pemahaman umat terhadap inkulturasi dan dampaknya: Studi kasus Gereja Katolik Ganjuran. Jurnal Gamaliel: Teologi Praktika, 2(1). https://doi.org/10.38052/gamaliel.v2i1.44
Wardani, M., Daryanto, J., Rawanoko, E. S., Tarsidi, D. Z., Salimi, M., & Santosa, B. R. (2025). Social learning in karawitan education: Contemporary patterns of cultural transmission in elementary schools of Surakarta. Jurnal Prima Edukasia, 12(2), 107–115. https://doi.org/10.26555/jpsd.v12i2.a31644
World Bank. (2024). Cultural heritage. World Bank.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Laurensius Kharisma Adi Nugraha, Dr. Irfanda Rizki Harmono Sejati, S.Sn., M.A. (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








