Model Keberlanjutan Ekosistem Open Source OpenSID dalam Mendukung Transformasi Digital Desa di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.62710/p77yf002Keywords:
OpenSID, sistem informasi desa, open source, transformasi digital desa, keberlanjutan ekosistemAbstract
Transformasi digital desa membutuhkan sistem informasi yang tidak hanya tersedia secara teknis, tetapi juga mampu digunakan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan tata kelola desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan desa dalam transformasi digital, menganalisis kesesuaian ekosistem open source OpenSID dengan kebutuhan tersebut, serta merumuskan model konseptual keberlanjutan penerapan OpenSID di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multiple/embedded. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah apabila diperlukan. Informan mencakup pengelola OpenSID/OpenDesa, perangkat desa, operator OpenSID, pendamping desa, dinas terkait, dan aktor pendukung implementasi. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, verifikasi kesimpulan, serta analisis lintas-kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan utama desa meliputi data kependudukan, layanan administrasi, informasi publik, perencanaan pembangunan, layanan mandiri, dan pemetaan potensi desa. OpenSID cukup sesuai dengan kebutuhan dasar tersebut, tetapi keberlanjutannya ditentukan oleh kapasitas operator, komitmen pimpinan desa, dukungan komunitas, prosedur kerja, pembiayaan, pencadangan data, dan regenerasi pengelola. Model yang dihasilkan menempatkan kebutuhan desa, karakteristik perangkat lunak, kapasitas aktor, dan tata kelola sebagai komponen utama keberlanjutan ekosistem OpenSID.
Downloads
References
Alami, A., Pardo, R., & Linåker, J. (2024). Free open source communities sustainability: Does it make a difference in software quality? Empirical Software Engineering, 29, Article 114. https://doi.org/10.1007/s10664-024-10529-6
Aryani, L., & Kusumaningrum, R. (2024). Improving village information systems for sustainable development in Karawang Regency, Indonesia. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 14(3), 627–646. https://doi.org/10.26618/ojip.v14i3.16303
Hartono, S., Sutikno, T., & Yudhana, A. (2025). Evaluating village information system implementation for smart village development: A case study of Pekon Waluyojati, Lampung. Jurnal INSTEK: Informatika Sains dan Teknologi, 10(1), 74–83. https://doi.org/10.24252/instek.v10i1.55732
Karimullah, A., Maulany, R. R., & Amiruddin, M. (2022). Problematika penerapan Sistem Informasi Desa (SID) di Indonesia. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah dan Hukum, 3(4), 335–351. https://doi.org/10.15642/mal.v3i4.134
Karouw, S., Narasiang, B., & Litouw, J. (2019). Analisis pengukuran model penerimaan teknologi OpenSID di area rural dan urban. CogITo Smart Journal, 5(2), 191–202. https://doi.org/10.31154/cogito.v5i2.175.191-202
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Linåker, J., Papatheocharous, E., & Olsson, T. (2022). How to characterize the health of an open source software project? A snowball literature review of an emerging practice. Proceedings of the 18th International Symposium on Open Collaboration, 1–12. https://doi.org/10.1145/3555051.3555067
Linåker, J., Robles, G., Bryant, D., & Muto, S. (2023). Open source software in the public sector: 25 years and still in its infancy. IEEE Software, 40(4), 39–44. https://doi.org/10.1109/MS.2023.3266105
Manapa Sampetoding, E. A., & Er, M. (2024). Digital transformation of smart village: A systematic literature review. Procedia Computer Science, 239, 1336–1343. https://doi.org/10.1016/j.procs.2024.06.304
Manoby, W. M., Afriyanni, Fitri, S. E., Pranasari, M. A., Setyaningsih, E., Rosidah, & Saksono, H. (2021). Digital village: The importance of strengthening village resilience in the digital age. Jurnal Bina Praja, 13(1), 53–63. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.53-63
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Sihotang, D. M., Hidayanto, A. N., & Kurnia, S. (2025). The e-government adoption ecosystem from the perspective of stakeholder theory: A case study on the village information systems in Indonesia. Information Development, 41(4), 1342–1355. https://doi.org/10.1177/02666669231192879
Sulistyowati, F., Tyas, H. S., Dibyorini, M. C. R., & Puspitosari, C. (2021). Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) untuk mewujudkan smart village di Kalurahan Panggungharjo DIY. Jurnal IPTEK-KOM, 23(2), 213–226. https://doi.org/10.17933/iptekkom.23.2.2021.213-226
Susilowati, A. P. E., Rachmawati, R., & Rijanta, R. (2024). Analysis of smart village development in supporting smart city in Indonesia: A systematic review. Forum Geografi, 38(3), 358–378. https://doi.org/10.23917/forgeo.v38i3.4790
Warjiyono, & Hellyana, C. M. (2018). Pengukuran kualitas website pemerintah Desa Jagalempeni menggunakan metode Webqual 4.0. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 5(2), 139–146. https://doi.org/10.25126/jtiik.201852666
Wiryandito, B. A. A., Fajrin, M., & Firdaus, M. D. (2025). Implementation and initial evaluation of village information system (OpenSID) utilization in West Sumbawa Regency. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 21(1), 150–160. https://doi.org/10.20414/transformasi.v21i1.13976
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Ngudi Pranoto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







