Governance Event SIPA dan Pengaruhnya terhadap Citra Kota: Studi Pentahelix pada Branding Solo “The Spirit of Java”
DOI:
https://doi.org/10.62710/4adxvf02Keywords:
SIPA, pentahelix, governance, city branding, The Spirit of Java, event budaya.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tata kelola penyelenggaraan Solo International Performing Arts dijalankan melalui model pentahelix serta bagaimana kolaborasi tersebut memengaruhi citra Kota Solo sebagai “The Spirit of Java.” SIPA sebagai festival seni pertunjukan internasional telah menjadi instrumen strategis dalam upaya event-led place branding Kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan analisis konten media digital. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan lima aktor utama pentahelix: pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku bisnis/UMKM, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa governance SIPA telah menerapkan model pentahelix secara efektif, ditandai dengan pembagian peran yang jelas dan kolaborasi yang harmonis antar-aktor. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, akademisi sebagai penguat autentisitas budaya, komunitas sebagai penggerak produksi acara, UMKM sebagai pendukung ekonomi kreatif melalui SIPA Urban Market, dan media sebagai penyebar narasi kota. Tata kelola kolaboratif ini menghasilkan proses co-creation branding yang memperkuat identitas Solo sebagai kota budaya. Selain itu, SIPA memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan eksposur pariwisata, pemberdayaan ekonomi kreatif lokal, serta penguatan reputasi kota dalam jejaring budaya internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pentahelix governance berperan penting dalam keberhasilan SIPA sebagai alat city branding yang berkelanjutan. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan strategi tata kelola event budaya di masa mendatang.
Downloads
References
Björner, E., & Aronsson, L. (2022). Decentralised place branding through multiple authors and narratives: the collective branding of a small town in Sweden. Journal of Marketing Management, 38(13–14), 1587–1612. https://doi.org/10.1080/0267257X.2022.2043415
Cristófol, F. J., Cruz-Ruiz, E., & Zamarreño-Aramendia, G. (2021). Transmission of place branding values through experiential events: Wine bc case study. Sustainability (Switzerland), 13(6), 1–21. https://doi.org/10.3390/su13063002
Daldanise, G. (2020). From place-branding to community-branding: A collaborative decision-making process for cultural heritage enhancement. Sustainability (Switzerland), 12(24), 1–23. https://doi.org/10.3390/su122410399
Hanna, S., Rowley, J., & Keegan, B. (2021). Place and Destination Branding: A Review and Conceptual Mapping of the Domain. European Management Review, 18(2), 105–117. https://doi.org/10.1111/emre.12433
Hansen, S. (2020). Investigasi Teknik Wawancara dalam Penelitian Kualitatif Manajemen Konstruksi u r n a lT e o r e t i s d a n e r a p a n i d a n g e k a y a s a i p i l Jurnal. December. https://doi.org/10.5614/jts.2020.27.3.10
Hereźniak, M. (2017). Place Branding and Citizen Involvement: Participatory Approach to Building and Managing City Brands. International Studies. Interdisciplinary Political and Cultural Journal, 19(1), 129–141. https://doi.org/10.1515/ipcj-2017-
Kádár, B., & Klaniczay, J. (2022). Branding Built Heritage through Cultural Urban Festivals: An Instagram Analysis Related to Sustainable Co-Creation, in Budapest. Sustainability (Switzerland), 14(9). https://doi.org/10.3390/su14095020
Muktiyo, W., Kusumawati, D., & Primasari, I. (2018). City Branding Solo Sebagai Kota Wisata Budaya Jawa. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 3(1), 10–27. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf
Taberner, I., & Juncà, A. (2021). Small-scale sport events as place branding platforms: A content analysis of osona’s projected destination image through event-related pictures on instagram. Sustainability (Switzerland), 13(21), 1–21. https://doi.org/10.3390/su132112255
Terrensia, Aidah, Aulia, Desiva, Lusi, Erwinda. (2024). Pengaruh Solo International Performing Arts (SIPA) Terhadap Daya Tarik Wisata dan Pertumbuhan Ekonomi Kota Surakarta. Journal of Sustainability and Science Economics, 2(1), 13–26. https://doi.org/10.62337/jsse.v2i1.18
Walenta, W., Suharto, B., & Airlangga, U. (2024). WORKING ON THE WORLD STAGE : THE ROLE OF SOLO INTERNATIONAL PERFORMING ARTS ( SIPA ) IN INCREASING TOURIST VISITS TO SURAKARTA : A LITERATURE REVIEW BERKARYA DI PANGGUNG DUNIA : PERAN SOLO INTERNATIONAL PERFORMING ARTS ( SIPA ) DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGA. 7.
Wiyana, T., Adiati, M. P., & Wiastuti, R. D. (2018). Korelasi Antara Event Budaya Dengan Citra Destinasi Pada Solo International Performing Arts 2017. Jurnal Hospitality Dan Pariwisata, 4(1), 24–31. http://journal.ubm.ac.id/
Yusri, A. Z. dan D. (2020). Teori,Metode dan Praktik Penelitian Kualitatif. In Jurnal Ilmu Pendidikan (Vol. 7, Issue 2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andryanto Perdana Putra, Prahastiwi Utari, Eka Nada Shofa Alkhajar (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








