Analisis Makna Kobe Sutu pada Upacara Kematian di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda
DOI:
https://doi.org/10.62710/9b9jfp92Keywords:
Makna; Kobe Sutu; Upacara; KematianAbstract
Tradisi dan adat istiadat merupakan warisan leluhur yang harus dijaga oleh generasi muda sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya. Salah satu contoh tradisi yang sarat makna adalah upacara Kobe Sutu dari masyarakat adat Lio. Upacara ini dilakukan saat kematian untuk membersihkan beban duka keluarga yang ditinggalkan, agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang, dan jiwa orang yang meninggal dapat pergi ke alam baka dengan damai. Urgensi penelitian ini timbul dari kebutuhan untuk memahami lebih dalam peran dan signifikan budaya upacara Kobe Sutu ritual kematian di desa Reroroja, kecamatan Magepanda sering kali mencerminkan nilai-nilai, kepercayaan, dan norma-norma sosial yang dianut oleh masyarakat desa Reroroja. Memahami upacara Kobe Sutu (Empat Malam) pada ritual kematian adalah kunci untuk memahami kompleksitas budaya dan sosial di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskripti, sumber data primer yaitu: Tua Adat, Tokoh Masyrakat dan sumber data sekunder yaitu: buku, jurnal, dan artikel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan terahkir menarik kesimpulan. Hasil penelitihan menunjukan bahwa, tahapan dalam proses Kobe Sutu pada kematian di Desa Reroroja Kecamatan Magepanda memiliki beberapa tahapan pire mite, doa bersama, kula kame, lega mite, upacara ka wi, a, dan keta nga dan beberapa makna seperti makna spiritual, makna penggunaan kain hitam, makna keiklasan, makna penggorbanan, dan makna kesejukan.
Downloads
References
Isu, Rudolof J., et al. "Makna Upacara Bau Lolon Pada Masyarakat Desa Puhu Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur. "Jurnal Arjuna: Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika 1.4 (2023): 01-12.
Sebuah Kajian Linguistik Kebudayaan."Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra 9.1 (2023): 49-60
Fanggi, Thobias. "Studi Tentang Nilai–Nilai Sosial Budaya Dalam Undang (Haep) Pada Upacara Kematian."Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 1.2 (2016): 132-142.
Labu, Norbertus, Waldetrudis Leo, and Paskalis Lina. "Konsep Masyarakat Ngada-
Flores tentang Mata Golo dan Tanggapan Iman Kristiani."Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) 9.2 (2023): 162-174.
Embon, Debyani. 2018. “Sistem Simbol Dalam Upacara Adat Toraja Rambu Solo: Kajian Semiotik.” Jurnal Bahasa Dan Sastra 4(7):1–10.
Lie, F. O., Purwanti, S., & Boer, K. M. (2020). Makna Simbol Ritual Kematian Pada Suku Dayak Bahau Busang di Kabupaten Mahakam Ulu. EJurnal Ilmu Komunikasi, 8(4), 26–36.
Kübler-Ross, E. (2020). Mengenai Kematian dan Kematian: Apa yang Dapat Diajarkan oleh Orang yang Sakit kepada Dokter, Perawat, Pendeta, dan Keluarga Mereka. Penerbit Buku Kompas.
Bauman, Z. (2021). Kematian sebagai Masalah Sosial. Penerbit Polity.
Gergen, K. J., McNamee, S., & Barrett, F. J. (2020). *Diri Dialogis: Makna, Identitas, dan Perubahan. Penerbit Cambridge University Press.
Gairola, R. P. (2020). Kehidupan Setelah Kematian dalam Tradisi Hindu: Reinkarnasi dan Karma. Penerbit Routledge.
Kastenbaum, R. (2021). Kematian, Masyarakat, dan Pengalaman Manusia. Pearson Education.
Glazer, R. (2020). Ritual Kematian: Eksplorasi Lintas Budaya terhadap Praktik Pemakaman. Routledge.
Yan, H. (2021). Makna Sosial dari Ritual Kematian dalam Masyarakat Kontemporer*. Springer.
Kimmel, M. (2020). Praktik Pemakaman dan Kohesi Sosial: Peran Ritual dalam Mempertahankan Identitas Budaya. Cambridge University Press.
Hall, S., & Walker, R. (2021). Ritus Peralihan: Kematian, Pemakaman, dan Perubahan Sosial dalam Dunia Modern. Oxford University Press.
Bauman, Z. (2020). Kematian dan Tatanan Sosial: Peran Ritual dalam Masyarakat Kontemporer. Polity Press.
Keane, W. (2021). Antropologi Kematian: Ritual dan Praktik Sosial dalam Konteks Global*. Wiley-Blackwell.
Davis, F. (2021). Ritual Berkabung: Perspektif Budaya dan Sosial terhadap Praktik Pemakaman. Sage Publications.
Turner, V. (2020). Proses Ritual: Struktur dan Anti-Struktur. AldineTransaction. Rosaldo, M. (2021). Kesedihan dan Politik Kematian: Ritual dan Dinamika Sosial.
Stanford University Press.
Margareta Salman, J., Made Pageh, I., & Maryati, T. (2024). Marapu: Sistem Ritual Kematian Pada Suku Loli, Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Ntt Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah. In Jurnal Pendidikan Sejarah (Vol. 12).
Rahman, A. (2024). Upacara Mattampung di Desa Duampanuae Kabupaten Sinjai.
Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(6).
Emastya Lisu Padang, O., Hendro Wibowo, D., Studi, P. S., Psikologi, F., & Kristen Satya Wacana Salatiga, U. (n.d.). Pemaknaan Pengalaman Budaya Utang Pada Upacara Kematian Rambu Solo’ Bagi Masyarakat Toraja Yang Merantau. Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge, 4(5).
Tarigan, R. M. (2024). Analisis Makna Semiotik Uis Dalam Upacara Kematian Tradisi Karo Analysis of the Semiotic Meaning of Uis in Death Ceremonies of the Karo Tradition. https://jicnusantara.com/index.php/jiic
Hendrajaya, J., & Almu’tasim, A. (2020). Tradisi Selamatan Kematian Nyatus Nyewu: Implikasi Nilai Pluralisme Islam Jawa. Jurnal Lektur Keagamaan, 17(2), 431–460. https://doi.org/10.31291/jlk.v17i2.756
Ismail, R. (2019). Ritual Kematian Dalam Agama Asli Toraja “Aluk to Dolo” (Studi Atas Upacara Kematian Rambu Solok). In Ritual Kematian dalam ... Religi: Vol. XV (Issue 1).
Margareta Salman, J., Made Pageh, I., & Maryati, T. (2024). Marapu: Sistem Ritual Kematian Pada Suku Loli, Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat,
Provinsi Ntt Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah. In Jurnal Pendidikan Sejarah (Vol. 12).
Randa Djawa Pendidikan sejarah, A., & ilmu Sosial, F. (2014). Ritual Marapu Di Masyarakat Sumba Timur. In Journal Pendidikan Sejarah (Vol. 2, Issue 1).
Djawa, Ambrosius Randa, and Agus Suprijono. 2014. “Ritual Marapu Di Masyarakat Sumba Timur.” Avatara e-Jurnal Pendidikan Sejarah Unesa 2(1): 71–85.
Muharroroh, F. I. (2021). Upacara Adat Rambu Solo: Makna di Balik Ritual Pemakaman Unik dari Toraja. Detik Edu.
Komariyah, Y. (n.d.). Makna Ritual Kematian dalam Perspektif Islam Jawa. Diakses pada 29 Mei 2025, dari https://www.academia.edu/41468369/MAKNA_RITUAL_KEMATIAN_DAL AM_PERSPEKTIF_ISLAM_JAWA
Wahyu Darni Uli Mega Putri; Saragih Dian, Rismar; Tambunan, Yuni Veronika; Syahfitri. 2021. “Semiotika Ulos Dalam Upacara Kematian Adat Batak Toba Di Kecamatan Siborongborong.” Jurnal Basataka (JBT) 4(2): 147–52. http://jurnal.pbsi.uniba bpn.ac.id/index.php/BASATAKA/article/view/129/86.
Gunarta, I Ketut. 2020. “Makna Teologi Mapepegat Dalam Upacara Ngaben di Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.” Jurnal Penelitian Agama Hindu 4(3): 170–78. https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/JPAH/article/view/1221
My Heritage. (2024, Maret 9). Filosofi Upacara Kematian dalam Budaya Nusantara. https://myheritage.co.id/2024/03/09/filosofi-upacara-kematian-dalam- budaya-nusantara/
Selan, Y. C. D., Liubana, M. M. J., & Wabang, R. J. (2023). Makna Tradisi Tutu Kubi pada Upacara Kematian Suku Nopala: Kajian Semiotika Roland Barthes. Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(03), 55–
https://doi.org/10.32938/jbi.v8i03.6047
CNN Indonesia. (2022). Kenapa Hitam Identik dengan Kematian dan Berkabung? Diakses pada 19 September 2022, dari https://www.cnnindonesia.com/gaya- hidup/20220919153440-284-849964/kenapa-hitam-identik-dengan- kematian-dan-berkabung
Sales San Diego Hills. (2025). Ritual Doa Setelah Kematian: Tahlilan, Misa Arwah & Sraddha. Diakses dari https://sales-sandiegohills.com/ritual-doa-setelah- kematian/
Wanggai, FFI, & Doi, M. (2025). Tradisi Kematian Masyarakat Maunori Etnis Keo Kabupaten Nagekeo. Jurnal Pendidikan, 7(2), 10631-10638. Diakses dari https://jonedu.org/index.php/joe/article/download/8093/6307/
Deliberio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi. (2023). Makna Ritus Kore Metan (Lepas Kain Hitam). Jilid 3, No.1, hlm. 81-88.
WE+ Blog. (2023). 5 Upacara Pemakaman Termahal di Indonesia. Diakses dari https://weplus.id/article/5-upacara-pemakaman-termahal-di- indonesia/542/
Azzahra, S. (2023). Analisis Tentang Hukum Tradisi Jaga Kubur Pada Masyarakat Banjar. Jurnal Syariah. Diakses dari https://shariajournal.com/index.php/IJIJEL/article/download/924/518
/1642
Satimin, Ismail, & Marhayati, N. (2020). Nilai-Nilai Filosofis Upacara Hari Kematian dalam Tradisi Jawa Ditinjau dari Perspektif Sosial. Dawuh: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Tribun Bali. (2021). Berikut Ini Arti Pakaian Hitam Dalam Sebuah Prosesi Kematian di Bali. Diakses dari https://bali.tribunnews.com/2021/12/01/berikut-ini- arti-pakaian-hitam-dalam-sebuah-prosesi-kematian-di-bali
RRI.co.id. (2022). Ritual Makna di Balik Rambu Solo di Tana Toraja. Diakses dari https://rri.co.id/lain-lain/1193218/makna-di-balik-ritual-rambu-solo-di-
tana-toraja
Aulia, GR, & Nababan, KR (2022). Upacara Adat Rambu Solo. Jurnal Ushuluddin, 24(2), 145-159. Diakses dari https://journal.uin- alauddin.ac.id/index.php/alfikr/article/download/31347/15629
Jurnal Wissen. (2024). Makna Ritual Fangasi Sebagai Upacara Adat Setelah Kematian Suku Nias di Desa Ononazara Kecamatan Tugala Oyo Kabupaten Nias Utara Tahun 2024
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan. (2024). Perspektif Teori Interpretatif Simbolik Clifford Geertz: Makna Simbolik Ulos dalam Ritus Kematian Masyarakat Batak Toba. Universitas Diponegoro
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wihelmus Sede (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








