This is an outdated version published on 2026-03-13. Read the most recent version.

Paradoks Kehadiran Para Pihak dalam Sengketa Peralihan Hak Atas Tanah: Analisis Normatif terhadap Mekanisme Perkara in Absentia dalam Perspektif Due Process of Law dan Procedural Justice

Authors

  • tiaradwiyanti Universitas Diponegoro Author
  • Yunanto Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/6gd8af90

Keywords:

Due Process of Law, In Absentia, Keadilan Prosedural, Peralihan Hak Atas Tanah, Sengketa Pertanahan.

Abstract

Sengketa peralihan hak atas tanah dalam praktik peradilan sering menghadirkan persoalan prosedural ketika perkara diperiksa dan diputus tanpa kehadiran salah satu pihak. Kondisi ini menimbulkan paradoks antara kebutuhan efisiensi proses peradilan dengan kewajiban negara untuk menjamin perlindungan hak prosedural para pihak yang berkepentingan terhadap objek sengketa. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara normatif mekanisme perkara in absentia dalam sengketa peralihan hak atas tanah melalui perspektif due process of law dan procedural justice. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan. Analisis dilakukan secara kualitatif terhadap norma hukum yang mengatur penyelesaian sengketa pertanahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mekanisme in absentia dalam sengketa peralihan hak atas tanah berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam proses pembuktian apabila tidak disertai jaminan partisipasi yang memadai bagi para pihak. Penguatan prinsip keadilan prosedural diperlukan agar penyelesaian sengketa pertanahan tetap menjamin kepastian hukum sekaligus perlindungan hak individu dalam proses peradilan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agam, A. I. A. (2025). Procedural Justice in Continental & Anglo-Saxon Systems: Philosophical Comparative of Due Process & Rechtsstaat Principles. Ius Comparatum: Journal of Law Studies, 1(2), 70-91.

https://doi.org/10.35586/icjls.v1i2.12007

Al Farabi, M. A., & Lyanthi, M. E. (2025). Perlindungan Hukum Bagi Korban Dalam Peralihan Hak Atas Tanah Secara Melawan Hukum. Media Hukum Indonesia (MHI), 3(2).

Andriyani, S., Rahman, A., & Wahyuningsih, W. (2025). Tata Cara Peralihan Hak Atas Tanah Untuk Pertama Kali (Initial Regristasion). Prosiding PEPADU, 7(1), 6-11.

Arifin, Zaenal, Aisah Nur, and Purnama Shonia Hugeng. “Kesadaran Masyarakat Terhadap Bukti Kepemilikan Hak Atas Tanah.” Journal Juridisch 1, no. 1 (2023): 1–9. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/jj.v1i1.6762.

Aroffa, M. R. M., & Handayani, S. W. (2025). Legalitas Akta Jual Beli (AJB) sebagai Bukti Peralihan Hak Atas Tanah dalam Perspektif Kepastian dan Perlindungan Hukum. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 6940-6949.

https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2327

Dento, A. (2025). Prosedur Pemberhentian Sementara Notaris dalam Perspektif Due Process of Law. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(4). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i4.1803

Gultom, I. K. (2020). Tanggung Jawab Ppat (Pejabat Pembuat Akta Tanah) Atas Peralihan Hak Atas Tanah Tanpa Kehadiran Pemegang Hak. Ilmu Hukum Prima (IHP), 3(2). https://doi.org/10.34012/jihap.v3i2.1291

Hamdani, D. D., & Mahfud, M. A. (2023). Penyelesaian Sengketa Akibat Wanprestasi pada Peralihan Hak Atas Tanah. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 5(6), 3059-3068. https://doi.org/10.47467/reslaj.v5i6.3365

Heryanto, F., & Armiwulan, H. (2025). Prinsip Keadilan Bagi Ahli Waris Yang Menjadi Pemegang Hak Atas Tanah Absentee. UNES Law Review, 8(1), 105-113.

https://doi.org/10.31933/unesrev.v8i1.2454

Hidayah, A. N., Hidayat, A. G., & Nadiaa, T. (2025). Peralihan hak atas tanah. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 295-305. https://doi.org/10.53935/jim.v3.i1.53

Kukuh, Sudarmanto, Arifin Zaenal, and Tatara Tirsa. “Tindak Pidana Korupsi Bidang Pertanahan Terhadap Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).” Jurnal USM Law Review 6, no. 1 (2023): 310–19. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26623/julr.v6i1.6400.

Murni, Christiana Sri, and Sumirahayu Sulaiman. “Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Merupakan Tanda Bukti Hak Kepemilikan Tanah.” Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum 8, no. 2 (2022): 183–98.

https://doi.org/doi.org/10.5281/zenodo.6610224.

Pranata, A., Surahman, S., Elviandri, E., & Alhadi, M. N. (2025). Problematika Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Peralihan Hak Atas Tanah Di Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Tana Mana, 6(2), 258-276.

https://doi.org/10.33648/jtm.v6i2.1177

Putra, D. (2026). Dasar Peralihan Hak Atas Tanah Berdasarkan Putusan Pengadilan

(Studi Putusan Pengadilan Nomor: 195/Pdt. G/2023/PN. Pbr) (Doctoral dissertation, Universitas Jambi).

Rafiqi, Rafiqi, Arie Kartika, and Marsella Marsella. “Teori Hak Milik Ditinjau Dari Hak Atas Tanah Adat Melayu.” Jurnal Mercatoria 14, no. 2 (2021): 16–21. https://doi.org/10.31289/mercatoria.v14i2.5852.

Rahman, R. A., & Winanti, A. (2025). Perlindungan Hukum Bagi Pembeli Hak Atas Tanah Dalam Sengketa Warisan Siraso-Raso Sumatera Utara. Jurnal Usm Law Review, 8(1), 47-64. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.9473

Rasyid, Muhammad Ridwan, and Atik Winanti. “Perlindungan Hukum Terkait Pemegang Hak Milik Atas Tanah dalam Kepemilikan Sertifikat Ganda (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 3061 K/Pdt/2022).” Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan 17, no. 4 (2023): 2271. https://doi.org/10.35931/aq.v17i4.2366.

Sabila, B. A. (2025). Perlindungan Hukum Bagi Pembeli dalam Pemindahan Hak Milik Atas Tanah Terhadap Penjual yang Berstatus in Absentia: Hak Milik Atas Tanah. QISTIE, 18(1), 99-110. https://doi.org/10.31942/jqi.v18i1.12806

Saifuddin, Sendy Salsabila, and Yulia Qamariyanti. “Kepastian Hukum Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Atas Terbitnya Surat Keterangan Tanah Pada Objek Tanah Yang Sama.” Notary Law Journal 1, no. 1 (2022): 31–48. https://doi.org/10.32801/nolaj.v1i1.2.

Shella Aniscasary Shella, and Risti Dwi Ramasari. “Tinjauan Yuridis Kekuatan Hukum Sertifikat Tanah Elektronik Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang Nomor 1 Tahun 2021.” Jurnal Hukum Dan Etika Kesehatan, 2022. https://doi.org/10.30649/jhek.v2i1.38.

Sumiati, Helena, Andriansah, and Bagio Kadaryanto. “Kepastian Hukum Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Dalam Hukum Pertanahan Indonesia.” Yustisia Merdeka: Jurnal Ilmiah Hukum 7, no. 2 (2021): 135–45. https://doi.org/10.33319/yume.v7i2.111.

Tjandrawinata, R. R. (2025). Implementasi Prinsip Due Process dalam Prosedur Pembatalan Sertifikat Tanah oleh Mahkamah Agung. Jurnal Pro Hukum: Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik. 14-24.

Urrutab, M. R. (2023). Non-conviction Based Asset Forfeiture dalam Perspektif Due Process of Law (Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia).

Wahjuningati, E. (2024). Problematika Peralihan Hak Atas Tanah Atas Dasar Jual Beli di Bawah Tangan Pada Sertifikat Hak Milik Nomor 1194 Di Kelurahan Sidosermo Kota Surabaya. JUDIACIARY Hukum & Keadilan, 13(1), 55-69.

Zefanya, Audry, and Fransiscus Xaverius Arsin Lukman. “Tolak Ukur Pemenuhan Penguasaan Fisik Atas Tanah Melalui Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah.” Jurnal USM Law Review 5, no. 2 (2022): 441. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.4878.

Downloads

Published

2026-03-13

Versions

How to Cite

tiaradwiyanti, & Yunanto. (2026). Paradoks Kehadiran Para Pihak dalam Sengketa Peralihan Hak Atas Tanah: Analisis Normatif terhadap Mekanisme Perkara in Absentia dalam Perspektif Due Process of Law dan Procedural Justice. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1 (Spesial Issue), 4335-4370. https://doi.org/10.62710/6gd8af90