Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Petuanan Mandesi Masyarakat Hukum Adat Maluku (Studi Putusan Nomor 50/Pdt.G/2021/Pn Sml.)
DOI:
https://doi.org/10.62710/5217cg43Keywords:
Customary Land of Petuanan, Dispute Settlement, Indigenous Legal Community of MalukuAbstract
his study examines the resolution of disputes and ownership of petuanan customary land within the Indigenous Law Community of Maluku, including the procedures for transferring rights over such land. It also analyzes judicial considerations in the Mandesi Petuanan Customary Land dispute as decided in case number 50/Pdt.G/2021/PN Sml. Using a normative juridical method, the research draws on legislation, court decisions, legal journals, and relevant literature, analyzed qualitatively. The findings indicate that the transfer of petuanan land ownership to parties outside the indigenous community is invalid without prior notification and consent from all relevant clan members. Any transfer of rights must also comply with Indonesian national law, particularly Maluku Provincial Regulation No. 3 of 2008 on Petuanan Areas. In the examined case, the court held that the plaintiff was a legitimate heir to the Mandesi Petuanan land but emphasized that dispute resolution must involve all authorized clan members. The judges concluded that no decision concerning customary land can be made without collective deliberation among the clan. The court further determined that the plaintiff had committed an unlawful act by transferring land rights without the knowledge and approval of other parties who were equally entitled to control and manage the customary land.
Downloads
References
Abdurachman, H. (2014). Hukum adat Indonesia dalam perspektif pembangunan hukum nasional. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Ahmad, W. (2018). Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) sebagai induk landreform. Jurnal Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, 3(2), 194–197. https://journal.uin-alauddin.ac.id
Alfit, R. (2022). Penyelesaian sengketa tanah ulayat masyarakat hukum adat dalam kerangka hukum nasional. Yogyakarta: Deepublish.
Amir, A. (2019). Pengalihan hak penguasaan tanah menurut UUPA dalam rangka pendaftaran tanah pertama kali. Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan Repertorium, 8(1), 52–56. http://journal.fh.unsri.ac.id/
Ayal, J. (2024). DPR: Sengketa tanah di Maluku agar diselesaikan dengan pendekatan adat. Antara News. https://ambon.antaranews.com/berita/142497/dpr- sengketa-tanah-di-maluku-agar-diselesaikan-dengan-pendekatan-adat
Bairo, N. V. (2019). Model penyelesaian sengketa tanah ulayat masyarakat berdasarkan hukum adat Dayak Kanayan di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak (Studi kasus antara masyarakat hukum adat Desa Sumsum dengan PT. Mustika Abadi Khatulistiwa). https://media.neliti.com/media/publications/209642-model-penyelesaian- sengketa-tanah-ulayat.pdf
Cahyaningrum, D. (2019). Hak pengelolaan tanah ulayat masyarakat hukum adat untuk kepentingan investasi. Pusat Penelitian Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI.
Daeng Kunu, A. B. (2019). Kedudukan hak menguasai negara atas tanah. Jurnal Fiat Justitia Ilmu Hukum, 6(1), 21. https://jurnal.fh.unila.ac.id/
Fuad, F. (2018). Keberadaan hak ulayat masyarakat hukum adat dalam pembangunan hukum agraria di Indonesia (Skripsi). Universitas Indonesian European, Jakarta.
Harahap, M. Y. (2017). Hukum acara perdata tentang gugatan, persidangan, penyitaan, pembuktian, dan putusan pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika.
Hidayat. (2013). Pengakuan hukum terhadap hak ulayat masyarakat hukum adat dan hambatan implementasinya. Jurnal Hak Asasi Manusia, 4(2), 8–10. https://ejournal.balitbangham.go.id
Ihromi, T. O. (2019). Antropologi hukum: Sebuah pengantar. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Ismi, H. (2022). Pengakuan dan perlindungan hukum hak masyarakat adat atas tanah ulayat dalam upaya pembaharuan hukum nasional. Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 28–46. https://journalilmuhukum.ac.id
Jumadi. (2022). Sinergi hukum adat dan hukum nasional dalam penyelesaian sengketa tanah ulayat. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(2), 215–232.
Lestari, P. (2020). Pengadaan tanah untuk pembangunan demi kepentingan umum di Indonesia berdasarkan Pancasila. Jurnal SIGN Hukum, 1(2), 72–73.
Lewedalu, M. (2021). Peran lembaga adat dalam penyelesaian sengketa tanah ulayat di Maluku. Jurnal RechtsVinding, 10(1), 87–104.
Maraya, D. H. A. (2020). Perubahan penggunaan tanah pertanian menjadi tanah non pertanian untuk pembangunan perumahan berdasarkan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Bantul. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 4(2), 3. https://e-journal.uajy.ac.id/
Mertokusumo, S. (1998). Hukum acara perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty. Mudjiono. (2021). Eksistensi hak ulayat dalam pembangunan daerah. Jurnal Hukum,
(25), 153–154.
Nurjannah. (2014). Undang-Undang Pokok Agraria sebagai induk landreform. Jurnal
Al-Daulah, 3(2), 194–197. https://journal.uin-alauddin.ac.id
Payong, F. X. S. (2013). Sengketa tanah ulayat di Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (Skripsi). Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Yogyakarta.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.
Saf iuddin, S. (2018). Hak ulayat masyarakat hukum adat dan hak menguasai negara di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, 30(1), 63–64. https://journalgadjahmada.ac.id
Saputan, A. (2021). Perlindungan hukum terhadap hak ulayat masyarakat hukum adat.
Jurnal Ius Quia Iustum, 28(3), 421–440.
Sari, I. (2017). Hak-hak atas tanah dalam sistem hukum pertanahan di Indonesia menurut Undang-Undang Pokok Agraria. Jurnal Universitas Suryadarma, 9(2), 17–19. http://journal.universitassuryadarma.ac.id/
Sembiring, J. (2018). Dinamika pengaturan dan permasalahan tanah ulayat. STPN Press.
Sitorus, O. (2019). Pengakuan dan perlindungan hak ulayat dalam sistem hukum pertanahan nasional. Jakarta: Kencana.
Sudiarto, B. (2021). Subyek hak milik atas tanah menurut UUPA. Jurnal Al-Qisth Law Review, 5(1), 4–6. https://jurnal.umj.ac.id/
Sumardjono, M. S. W. (1994). Pluralisme hukum pertanahan di Indonesia. Jakarta: YLBHI.
Sunindhia, Y. W., & Widayanti, N. (1998). Pembaruan agraria beberapa pemikiran.
Bina Aksara.
Suparman. (2017). Peranan Undang-Undang Pokok Agraria bagi masyarakat Indonesia yang bersifat agraris. Jurnal Warta, 54(2), 11–12. https://journal.warta.ac.id
Topatimasang, R. (2014). Tanah dan rakyat: Kajian kritis hak ulayat dan pengelolaan sumber daya alam. Yogyakarta: InsistPress.
Uktolseja, J. E. (2019). Hak ulayat masyarakat hukum adat dan implikasinya terhadap pembangunan daerah. Jurnal Ilmu Hukum, 7(2), 134–150.
Wangi, N. K. P. S. S. (2023). Analisis yuridis hak ulayat terhadap kepemilikan tanah adat berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 3(3), 113–116. https://ilmuhukumsuigenerisjournal.ac.id
Warman, K. (2018). Perkembangan pengaturan pertanahan. Universitas Andalas. https://berkas.dpr.go.id/akd/dokumen/RJ5-20190429-015718-5604.pdf
Widhiana, H., & Puri, O. S. (2014). Hukum tanah. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 rindielvani, anasilviana, triyono (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








