Pengembangan Wisata Olahraga Paralayang di Kampung Kramat Desa Sukalarang Kabupaten Sukabumi

Authors

  • Dini Rahmawati Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Author
  • Maya Retnasary 2Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Author
  • Lenny Kristianti Universitas Sangga Buana Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/e7wq4f32

Keywords:

pariwisata olahraga, paralayang, pariwisata desa

Abstract

Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat memiliki beragam objek wisata dan potensi. Salah satunya adalah wisata paralayang yang menjadi minat khusus. Aktivitas ini memanfaatkan sumber daya alam, tidak hanya di darat tetapi juga di udara. Salah satu objek wisata khusus ini terletak di Desa Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya berada di Bukit Emha, yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Gede- Pangrango. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan paragliding sebagai objek wisata di Desa Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Desa ini sudah memiliki objek wisata agrowisata Petik Buah dengan jeruk sebagai sumber daya utamanya. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata olahraga dan agrowisata diharapkan dapat saling mendukung untuk kemajuan desa di bawah pengelolaan pariwisata desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis potensi pariwisata paragliding di Desa Sukalarang, Kabupaten Sukabumi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di Desa Sukalarang, wawancara dengan kepala desa dan masyarakat setempat yang terlibat dalam aktivitas paragliding, serta studi literatur. Kemudian, data dianalisis dan diverifikasi menggunakan triangulasi data. Hasilnya menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata paralayang di Desa Sukalarang mendapat dukungan dari masyarakat setempat, kepala desa, dan Badan Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Oleh karena itu, untuk mendukung potensi lain dalam pengembangan pariwisata paralayang, disarankan untuk menerapkan bentuk pariwisata desa di sana. Alasannya, desa pariwisata diharapkan dapat menjadi penyedia kebutuhan wisatawan selama mereka melakukan paralayang atau bagi mereka yang hanya menikmati suasana desa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adnan, A. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kurangnya Minat Remaja terhadap Olahraga Paralayang di Kecamatan Matur Kabupaten Agam. Jurnal Patriot. 38-45.

Anam, K., Pujiati, A., Sukartidana, I. N., Sinurat, R., & Riswandi, D. (2025). Analisis Dampak Ekonomi Sport Tourism terhadap Pendapatan Daerah: Studi Kasus Event Olahraga MotoGP Mandalika. Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. 3(1). 78-85.

Astuti, M. T. (2015). Sport Tourism to Increase Tourist Arrival in Indonesia. Jurnal Kepariwisataan Indonesia. 10(1). 31-40.

Dhikriana, M. R., Hakim, R., Suwarno., Alfarizi, T., & Galih, K. (2024). Kajian Strategi Pengembangan Potensi Desa Wisata Paralayang Gunung Bungkuk di Kabupaten Magetan. Journal of Applied Community Engagement (JACE).

(2). 46-54.

Fajrin, N. (2025). Analisis Potensi Olahraga Paralayang di Desa Sumber Jati Pohon Kecamatan Grobokan. Venue:Jurnal Olahraga. 1(3). 77-82.

Gui, J. B., Rahayu, T., & Setyawati, H. (2024). Analisis Potensi Wisata Olahraga Paralayang di Bukit Lelato Desa Lomuli Kecamatan Lemito Kabupaten Pohuwato. Jurnal Gelanggang Olahraga. 7(2). 753-761.

Hadiwijoyo, S. S. (2018). Perencanaan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Suluh Media.

Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 157 Tahun 2019.

Lukman, R. R., & Sepdanius, E. (2020). Profil Pembinaan Olahraga Dirgantara Paralayang dan Gantole di Bukit Tambun Kabupaten Dharmasraya. Jurnal Stamina. 3(4). 207-217.

Mantu, Y. (2019). Peluang Potensi Wisata Olahraga dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan. Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation and Training). 3(2).

Masrurun, Z. Z. (2020). Kajian Strategi Pengembangan Pariwisata Olahraga Paralayang di Kabupaten Wonosobo. Jurnal Pariwisata. 7(1). 1-11.

Mazza, B. (2023). A Theoretical Model of Strategic Communication for the Sustainable Development of Sport Tourism. Sustainability (Switzerland). 15(9).

Nurani., Roessali, W., & Ekowati, T. (2020). Strategi Pengembangan Agrowisata Jollong di Kabupaten Pati. Jurnal Pariwisata. 7(2). 80-91.

Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 4 Tahun 2021.

Suranny, L. E. (2023). Analisis Penawaran dan Permintaan Wisata pada Desa Wisata Sendang Kabupaten Wonogiri. Jurnal Inisiasi. 153-165.

Tobuhu, Z., Nabila, D. N., & Amri, M. F. L. (2023) Daya Tarik Wisata Olahraga Pegunungan sebagai Produk Desa Wisata Lomuli Lemito Pohuwato. Jurnal Jardian. 1(2). 69-78.

Tobuhu, Z., Datau, S., & Pauweni, M. (2024). Wisata Olahraga Paralayang di Desa: Studi Kasus di Desa Lomuli Pohuwato-Gorontalo. Jambura Journal of Sports Coaching. 6(2). 75-83.

Turgarini, D. (2018). Gastronomi Sunda sebagai Daya Tarik Wisata di Kota Bandung, Disertasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Umarella, U., Salamor, Y. L., Mustamu, S., & Kewilaa, V. L. N. (2022). Peran Pemerintah Negeri Nusawire Kota Ambon dalam Pengembangan Obyek Wisata Paralayang di Bukit Ruhatu. Jurnal Masohi. 3(2). 82-87.

Utama, I. G. B. R. & Junaedi, I. W. R. (2019) Agrowisata sebagai Pariwisata Alternatif Indonesia: Solusi Masif Pengentasan Kemiskinan. Deepublish, Yogyakarta.

Yusiku, N. P. W. K., & Supriyono. (2025). Analisis Potensi Wisata Tandem Paralayang Berdasarkan SWOT di Bukit Paralayang Watugupit. Jurnal Edukasi Citra Olahraga. 5(3). 478-488.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Dini Rahmawati, Maya Retnasary, & Lenny Kristianti. (2026). Pengembangan Wisata Olahraga Paralayang di Kampung Kramat Desa Sukalarang Kabupaten Sukabumi. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1 (Spesial Issue), 2573-2583. https://doi.org/10.62710/e7wq4f32