Pengalaman Subjektif Istri Paman (Puhun): Studi Fenomenologi Makna Kebersyukuran dan Kecemasan dalam Tradisi Pemamanen Suku Alas

Authors

  • Ratna Dewi Universitas Medan Area Author
  • Fadilah Husna Universitas Medan Area Author
  • Cut Kesuma Pahluvi Universitas Medan Area Author
  • Risydah Fadillah Universitas Medan Area Author
  • Suaidah Lubis Universitas Medan Area Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/70r8y655

Keywords:

Pemamanen; Puhun; Kebersyukuran; Kecemasan; Fenomenologi Interpretatif (IPA)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman subjektif istri paman (puhun) dalam tradisi pemamanen Suku Alas di Aceh Tenggara, khususnya terkait makna kebersyukuran dan kecemasan yang mereka alami. Pemamanen merupakan sistem kekerabatan adat yang menempatkan paman sebagai figur sentral dalam acara khitanan dan pernikahan, namun dalam praktik kontemporer menimbulkan beban finansial dan sosial yang signifikan bagi keluarga paman, termasuk puhun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali lived experience puhun melalui wawancara mendalam terhadap tiga partisipan yang dipilih secara purposive dan snowball. Analisis data dilakukan melalui tahapan membaca berulang, initial noting, pengembangan tema emergen, serta penyusunan struktur tema lintas kasus. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu beban finansial multidimensi, kecemasan sosial dan stres peran, serta kebersyukuran sebagai strategi koping dan pemaknaan. Temuan menunjukkan adanya dualitas emosional berupa kecemasan terhadap marwah keluarga dan tuntutan pelawat, sekaligus rasa syukur sebagai bentuk bakti, penerimaan adat, dan pemeliharaan kohesi sosial. Puhun berperan sebagai manajer risiko di balik layar yang mengatur pendanaan dan logistik acara, sering kali hingga berutang. Secara keseluruhan, pengalaman puhun dimaknai sebagai pengorbanan yang dimuliakan dalam bingkai identitas budaya Alas. Penelitian ini berkontribusi pada kajian psikologi budaya dan memberikan implikasi praktis bagi evaluasi kebijakan adat

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azizah, S. (2021). Akulturasi budaya dalam ritual pemamanan: Tradisi dan identitas

masyarakat Alas di Aceh Tenggara. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 12(1), 55– 72.

Emmons, R. A., & McCullough, M. E. (2003). Counting blessings versus burdens: An experimental investigation of gratitude and subjective well-being in daily life. Journal of Personality and Social Psychology, 84(2), 377–389.

Hamidah. (2023). Seni adat budaya Alas (Edisi revisi). Kutacane: SLI.

Irawan. (2021). Pelaksanaan tradisi pemamanen di Kabupaten Aceh Tenggara ditinjau dari perspektif Islam (Tesis). Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi.

Jamri, M. (2021). Tradisi pemamanen walīmat al-‘ursy di Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara ditinjau menurut hukum Islam (Tesis). Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh.

Mz, M. C. (2020). Tradisi pemamanen paman pada masyarakat Alas di Aceh Tenggara.

Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan.

Raseha, E., Ramdiana, & Supadmi, T. (2018). Ritual adat Alas pemamanen di Desa Bambel Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, 3(4), 345–355.

Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2012). Interpretative phenomenological analysis: Theory, method and research. London: Sage Publications.

Sufi, R., Wibowo, A. B., & Waryanti, S. (2008). Sejarah dan adat istiadat masyarakat Alas di Aceh Tenggara. Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Downloads

Published

2026-02-13

How to Cite

Ratna Dewi, Fadilah Husna, Cut Kesuma Pahluvi, Risydah Fadillah, & Suaidah Lubis. (2026). Pengalaman Subjektif Istri Paman (Puhun): Studi Fenomenologi Makna Kebersyukuran dan Kecemasan dalam Tradisi Pemamanen Suku Alas. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1 (Spesial Issue), 1832-1844. https://doi.org/10.62710/70r8y655