Dinamika Identitas dan Relasi Kekuasaan dalam Masyarakat Multikultural
DOI:
https://doi.org/10.62710/tzw73s02Keywords:
Identitas Sosial, Relasi Kekuasaan, Masyarakat Multikultural.Abstract
Masyarakat Indonesia sebagai bangsa multikultural menghadapi dinamika identitas sosial yang kompleks akibat perjumpaan beragam latar belakang suku, agama, budaya, dan bahasa. Dalam konteks tersebut, identitas tidak hanya berfungsi sebagai penanda sosial, tetapi juga berkaitan erat dengan relasi kekuasaan yang membentuk hierarki pengakuan dan akses terhadap sumber daya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis dinamika identitas dan relasi kekuasaan dalam masyarakat multikultural melalui pendekatan studi literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR). Sumber data diperoleh dari artikel jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi yang terbit dalam rentang waktu 2012–2025, yang ditelusuri melalui Google Scholar dan Garuda. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama yang muncul dalam kajian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa identitas sosial bersifat dinamis dan dikonstruksi secara sosial melalui interaksi, wacana, serta praktik institusional. Relasi kekuasaan terbukti memainkan peran sentral dalam membentuk hierarki identitas melalui kebijakan publik, pendidikan, dan media. Pendidikan dan kebijakan negara berfungsi sebagai instrumen kekuasaan simbolik yang dapat mereproduksi atau justru mereduksi ketimpangan identitas. Selain itu, pendidikan multikultural dan kesadaran kritis terhadap wacana identitas dipandang sebagai strategi penting dalam mengelola keberagaman secara adil dan demokratis. Kajian ini menegaskan bahwa pengelolaan masyarakat multikultural memerlukan pendekatan kritis yang tidak hanya menekankan harmoni, tetapi juga keadilan sosial dan pengakuan setara terhadap seluruh identitas.
Downloads
References
Apple, M. W. (2019). Ideology and curriculum (4th ed.). Routledge.
Bacchi, C. (2016). The politics of problem representation. Palgrave Macmillan.
Banks, J. A. (2016). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). Routledge.
Cochran-Smith, M., Villegas, A. M., Abrams, L., Chávez-Moreno, L., Mills, T., & Stern, R. (2016). Research on teacher preparation: Charting the landscape of a sprawling field. Journal of Teacher Education, 66(5), 439–456. https://doi.org/10.1177/0022487116660154
Couldry, N., & Hepp, A. (2017). The mediated construction of reality. Polity Press.
Dervin, F. (2016). Interculturality in education: A theoretical and methodological toolbox. Palgrave Macmillan.
Fairclough, N. (2018). Critical discourse analysis: The critical study of language (3rd ed.).
Routledge.
Fraser, N., & Jaeggi, R. (2018). Capitalism: A conversation in critical theory. Polity Press. García, O., & Wei, L. (2016). Translanguaging: Language, bilingualism and education.
Palgrave Macmillan.
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.).
Teachers College Press.
Giroux, H. A. (2020). On critical pedagogy (2nd ed.). Bloomsbury.
Gorski, P. C. (2020). Equity literacy for all. Educational Leadership, 77(7), 24–30.
Gorski, P. C., & Dalton, J. (2020). Dismantling the “achievement gap”: Toward a structural analysis of educational equity. Multicultural Perspectives, 22(2), 75–
https://doi.org/10.1080/15210960.2020.1740065
Hidayat, D., & Nugroho, R. (2019). Identitas, kekuasaan, dan multikulturalisme dalam masyarakat Indonesia. Jurnal Sosiologi Reflektif, 13(2), 145–160.
Lukes, S. (2021). Power: A radical view (3rd ed.). Bloomsbury Academic.
Martono, N. (2020). Sosiologi perubahan sosial: Perspektif klasik, modern, dan postmodern. RajaGrafindo Persada.
Meer, N., & Modood, T. (2019). Multiculturalism (3rd ed.). Polity Press.
Mulyasa, E. (2020). Pendidikan multikultural: Konsep, prinsip, dan implementasi.
Remaja Rosdakarya.
Mylonas, H. (2019). The politics of nation-building: Making co-nationals, refugees, and minorities. Cambridge University Press.
Nieto, S., & Bode, P. (2018). Affirming diversity: The sociopolitical context of
multicultural education (7th ed.). Pearson.
Rizvi, F., & Lingard, B. (2020). Globalizing education policy (2nd ed.). Routledge.
Sant, E., Davies, I., Pashby, K., & Shultz, L. (2018). Global citizenship education: A critical introduction to key concepts and debates. International Journal of Development Education and Global Learning, 10(1), 1–17. https://doi.org/10.18546/IJDEGL.10.1.01
Sleeter, C. E. (2018). Multicultural education past, present, and future: Struggles for dialog and power-sharing. International Journal of Multicultural Education, 20(1), 1–16. https://doi.org/10.18251/ijme.v20i1.1663
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryana, Y. (2021). Kebijakan pendidikan dan reproduksi ketimpangan sosial. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 26(1), 33–48.
Tilaar, H. A. R. (2012). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.
van Dijk, T. A. (2018). Discourse and power (2nd ed.). Palgrave Macmillan. Verkuyten, M. (2018). The social psychology of ethnic identity (2nd ed.). Routledge.
Wodak, R. (2021). The politics of fear: What right-wing populist discourses mean (2nd ed.). Sage.
Yuval-Davis, N. (2020). Bordering. Polity Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 nenengjulianah, St.Wardah Hanafie Das, dadangsumarna (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
