Tradisi Labuh Saji dalam Perspektif Sejarah Kemaritiman di Palabuhan Ratu Sukabumi

Authors

  • Mochamad Dzikri Rivaldi Universitas Pendidikan Indonesia Author
  • Leli Yulifar Universitas Pendidikan Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/mwxy8502

Keywords:

Labuh Saji, Sejarah Kemaritiman, Budaya Pesisir, Tradisi Maritim

Abstract

Tradisi Labuh Saji merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir Nusantara yang berkaitan erat dengan aktivitas kemaritiman. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh komunitas nelayan melalui ritual simbolik berupa pelarungan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur, permohonan keselamatan, serta penghormatan terhadap kekuatan alam laut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Labuh Saji dalam perspektif sejarah kemaritiman Indonesia. Data penelitian dikumpulkan melalui studi literatur terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan sumber-sumber sejarah yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan historis-interpretatif untuk menelusuri makna, fungsi, serta dinamika tradisi Labuh Saji dalam berbagai periode sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi Labuh Saji tidak hanya merepresentasikan sistem kepercayaan masyarakat maritim, tetapi juga mencerminkan hubungan historis antara manusia, laut, dan struktur sosial-budaya masyarakat pesisir sejak masa praaksara hingga periode Islam dan kolonial. Selain itu, tradisi ini berperan sebagai mekanisme sosial dalam memperkuat solidaritas komunitas serta membangun kesadaran ekologis dalam pemanfaatan sumber daya laut. Dengan demikian, tradisi Labuh Saji dapat dipahami sebagai bagian integral dari sejarah kemaritiman Indonesia yang memperlihatkan kesinambungan dan adaptasi nilai-nilai budaya maritim dari masa ke masa.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azra, A., Afandi, B., & Burhanuddin, J. (2021). Islamic maritime networks and cultural continuity in Southeast Asia. Journal of Islamic Studies, 32(3), 345–362. https://doi.org/10.1093/jis/etab021

Bavinck, M., Pellegrini, L., & Mostert, E. (2022). Conflicts over marine resources and the role of culture in coastal societies. Maritime Studies, 21(2), 215–229. https://doi.org/10.1007/s40152-022-00253-6

Bellwood, P., Dizon, E., & Pawlik, A. (2020). The archaeology of early maritime societies in Island Southeast Asia. Antiquity, 94(375), 1–17. https://doi.org/10.15184/aqy.2020.52

Béné, C., Newsham, A., Davies, M., Ulrichs, M., & Godfrey-Wood, R. (2021). Resilience, poverty and development. Journal of International Development, 33(2), 193–213. https://doi.org/10.1002/jid.3441

Fabinyi, M., Evans, L., & Foale, S. (2021). Social-ecological systems, social diversity, and power: Insights from small-scale fisheries. Ecology and Society, 26(3), 1–14. https://doi.org/10.5751/ES-12429-260325

Gibson, T., Acciaioli, G., & Schrauwers, A. (2020). Authority and enterprise among the peoples of South Sulawesi. Leiden: Brill.

Islam, M. M., Shamsuddoha, M., & Tanner, T. (2022). Social capital, livelihood resilience, and coastal communities. Ocean & Coastal Management, 217, 106014. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2022.106014

Johannes, R. E., Freeman, M. M. R., & Hamilton, R. J. (2021). Ignore fishers’ knowledge and miss the boat. Fish and Fisheries, 22(2), 354–371. https://doi.org/10.1111/faf.12520

Lombard, D. (2005). Nusa Jawa: Silang budaya. Jakarta: Gramedia.

Long, R. D., Charles, A., & Stephenson, R. L. (2020). Key principles of marine ecosystem-based management. Marine Policy, 113, 103823. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2019.103823

Nash, K. L., Cvitanovic, C., Fulton, E. A., Halpern, B. S., Milner-Gulland, E. J., Watson, R. A., & Blanchard, J. L. (2023). Planetary boundaries for a blue planet. Nature Ecology & Evolution, 7(2), 193–202. https://doi.org/10.1038/s41559-022-01940-6

Rivaldi, M. D., & Yulifar, L. (2025). Tradition And Modernity: An Ethnographic Study Of The Adaptation Of The Ciptagelar Traditional Village Community In The Era Of Globalization: Tradisi Dan Modernitas: Kajian Etnografi Terhadap Adaptasi Masyarakat Kampung Adat Ciptagelar Di Era

Globalisasi. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 9(3), 863-871.

Sulistiyono, S. T., Rochwulaningsih, Y., & Suyono, J. (2020). Maritime culture and identity in Indonesian history. Journal of Marine and Island Cultures, 9(1), 1–12. https://doi.org/10.21463/jmic.2020.09.1.01

Widodo, J., Priyanto, H., & Kurniawan, A. (2021). Maritime cultural heritage and identity formation in coastal Indonesia. Heritage & Society, 14(1), 56–72. https://doi.org/10.1080/2159032X.2021.1875502.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Mochamad Dzikri Rivaldi, & Leli Yulifar. (2026). Tradisi Labuh Saji dalam Perspektif Sejarah Kemaritiman di Palabuhan Ratu Sukabumi. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1 (Spesial Issue), 1445-1459. https://doi.org/10.62710/mwxy8502