Pemetaan Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan

Authors

  • Rezka Salsabila Universitas Lambung Mangkurat Author
  • Rosalina Kumalawati2 Universitas Lambung Mangkurat Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/fwp76326

Keywords:

Pemetaan, Hotspot, Kerentanan, Karhutla, Banjar.

Abstract

BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mencatat Kabupaten Banjar dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi ke dua setelah Kabupaten Kotabaru di Kalimantan Selatan, yaitu sebanyak 1.106 kejadian selama 5 tahun terakhir dari tahun 2019 sampai dengan 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran titik hotspot dan menganalisis tingkat kerentanan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar periode 2020-2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan software ArcGIS 10.8 untuk pemetaan sebaran titik hotspot  dan kerentanan kebakaran hutan dan lahan. Hasil penelitian  menunjukan bahwa tahun 2020-2024 terdapat 743 sebaran hotspot yang dominan terjadi pada bulan September, kecamatan yang paling banyak mengalami kejadian kebakaran hutan dan lahan dalam rentan 5 tahun yaitu Kecamatan Cintapuri Darussalam dengan 182 titik sedangkan kecamatan dengan sebaran hotspot paling sedikit ada pada Kecamatan Martapura, Sambung Makmur dan Telaga Bauntung terdapat 3 sebaran hotspot saja. Kecamatan dengan kerentanan tinggi seperti Cintapuri Darussalam, Telaga Bauntung, Mataraman, Paramasan, Simpang Empat, dan Sambung Makmur sangat rentan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kerusakan lingkungan signifikan yang berdampak pada sektor perkebunan, pertanian dan ekonomi lokal. Kecamatan dengan kerentanan sedang, seperti Astambul, Karang Intan, Pengaron, dan Sungai Pinang, mengalami dampak serupa, meski dalam skala yang lebih kecil, dengan kerugian pada hasil pertanian dan perkebunan. Sementara itu, kecamatan dengan kerentanan rendah seperti Aluh-Aluh, Beruntung Baru, dan Kertak Hanyar, meskipun masih terpapar karhutla, dapat lebih cepat pulih dengan dampak ekonomi dan sosial yang lebih ringan, namun tetap berisiko terhadap kerusakan lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, S. S., Rindarjono, M. G., & Karyanto, P. (2019). Sistem Informasi Geografi Untuk Zonasi Kerentanan Kebakaran Geographic Information System for Vulnerability Zoning of Land and Forest Fire in Malifut Sub-District, North Halmahera. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer (JTIIK), 6(51. Adam SS, Rindarjono MG, Karyanto P. Sistem Informasi Geografi Untuk Zonasi Kerentanan Kebakaran Geographic Information System for Vulnerability Zoning of Land and Forest Fire in Malifut Sub-District, North Halmahera. J Teknol Inf dan Ilmu Komput. 201), 559–566. https://doi.org/10.25126/jtiik.201961674

Bana, S., Hasanah, W. O. N., Sabaruddin, L., Syaf, H., Indriyani, L., Teke, J., & Gandri, L. (2022). The Analyses of Forest Fire Vulnerability at Taman Hutan Raya (Tahura) Nipa-Nipa Kendari City1. Jurnal Wasian, 9(1), 13–29. https://doi.org/10.20886/jwas.v9i1.6344

Dhaffa, N. A. A., Suhardiman, A., Sulistioadi, Y. B., Ruslim, Y., Herlambang, H., Boer, C., & Kristiningrum, R. (2024). Probabilitas kerentanan kebakaran hutan dan lahan menggunakan Model Hotspot Algoritma Maximum Entropy. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 8(2), 72. https://doi.org/10.32522/ujht.v8i2.14859

Fashli, A. H. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Bahaya Kebakaran dengan Perilaku Pengendalian Kebakaran pada Penghuni Rumah Susun Sewa Mojosongo Kota Surakarta.

Juliarto, M. Y. (2021). Analisis Penerimaan Usaha Tani Pada Area Bekas Kebakaran Hutan dan Lahan. Universitas Jambi.

Juniaty, R., & Khoirunnisa. (2024). Implementasi pakta glasgow dalam menanggulangi perubahan iklim di indonesia. Jurnal Humaniora Dan Sosial Sains, 1(3), 247-257.

Marsidi, D... (2024). Karhutla Kalsel Terluas 2023, Dishut Kalsel Patroli Pagi, Siang dan Malam Pantau Tinggi Air Gambut. Inilah Kalsel. Retrieved from https://kalsel.inilah.com/karhutla-kalsel-terluas-2023-dishut-kalsel-patroli%0Apagi-siang-dan-malam-pantau-tinggi-air-gambut/

Muzaki, A. N., Masruroh, H., Firmansyah, A. H., & Wicaksono, D. B. (2022). Pemetaan Potensi Banjir Dengan Metode Skoring Secara Geospasial di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Jurnal Pendidikan Geosfer, 7(2), 267–284. https://doi.org/10.24815/jpg.v7i2.28663

Naryanto, H. S., & Wisyanto, W. (2020). Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Alami: Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana, 4(1), 19–27. https://doi.org/10.29122/alami.v4i1.4039

Oktavian, A., & Rahdriawan, M. (2023). Kajian Risiko Bencana Kebakaran pada Kawasan Permukiman Padat di Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. 12(3), 231–244.

Rahmawati, D. F., & Mulyawati, I. M. (2024). Kerusakan Lingkungan Dalam Film Kinipan Karya Dendhy Dwi Laksono: Tinjauan Ekokritik Sastra dan Relevansinya Dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia. UIN Surakarta.

Simanjuntak, K. P., & Khaira, U. (2021). Hotspot Clustering in Jambi Province Using Agglomerative Hierarchical Clustering Algorithm. MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science, 1(1), 7–16.

Tarkono, Humam, A., Humam, A., Vidia Mahyunis, R., Fauziah Sayuti, S., Annisa Hermastuti, G., … Rahmayani, I. (2021). Pemetaan Daerah Potensi Rawan Banjir Dengan Sistem Informasi Geografi Metode Weighted Overlay Di Kelurahan Keteguhan. Buguh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3), 9–20. https://doi.org/10.23960/buguh.v1n3.138

Downloads

Published

2026-03-24

How to Cite

Rezka Salsabila, & Rosalina Kumalawati2. (2026). Pemetaan Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1 (Spesial Issue), 883-908. https://doi.org/10.62710/fwp76326