Hubungan Self Esteem dengan Kecemasan pada Ibu Muda Berbasis Proyek pada Masyarakat Ibu Muda di Rambah Samo

Authors

  • Anelvi Novita Sari Universitas Rokania Author
  • Maskhairani Harahap Universitas Rokania Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/z7m38t03

Keywords:

self-esteem, kecemasan, ibu muda

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem (harga diri) dan tingkat kecemasan pada ibu muda di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu. Fenomena meningkatnya kecemasan di kalangan ibu muda berkaitan erat dengan tuntutan sosial, perubahan identitas, serta kurangnya dukungan emosional pasca melahirkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk menganalisis arah dan kekuatan hubungan antara self-esteem sebagai variabel independen dan kecemasan sebagai variabel dependen. Sampel penelitian berjumlah 133 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria ibu berusia 20– 30 tahun dan memiliki anak pertama berusia di bawah dua tahun. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen psikologis terstandar, yaitu Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dan kecemasan (r = -0,612; p < 0,05). Artinya, semakin tinggi tingkat self- esteem, semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami ibu muda, dan sebaliknya. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan terbukti memperkuat self-esteem serta menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-esteem merupakan faktor penting dalam menjaga keseimbangan emosional ibu muda. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pendampingan psikologis dan edukasi kesehatan mental bagi ibu muda di masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananda, R., & Casmini. (2022). Hubungan self-esteem dengan kecemasan karier pada siswa SMA. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(2), 120–131.

Ancok, D., dkk. (2015). Psikologi Sosial Islami: Keseimbangan Iman dan Perilaku. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Baumeister, R. F. (1996). Self-regulation and self-control in personality psychology. Journal of Personality, 64(4), 465–494.

Baron, R. A., & Byrne, D. (2005). Social Psychology (10th ed.). Boston: Allyn and Bacon.

Boyd, D., & Bee, H. (2007). The Developing Child (11th ed.). Boston: Pearson. Bradshaw, J. (1981). Healing the Shame that Binds You. Florida: Health

Communications.

Branden, N. (1994). The Six Pillars of Self-Esteem. New York: Bantam Books. Burns, R. B. (1989). The Self-Concept: Theory, Measurement, Development and

Behaviour. London: Longman.

Bushman, B. J., & Baumeister, R. F. (2002). Does self-love or self-hate lead to violence? Journal of Research in Personality, 36(6), 543–563.

Campbell, W. K., Rudich, E. A., & Sedikides, C. (2002). Narcissism, self-esteem, and the positivity of self-views. Journal of Personality and Social Psychology, 83(2), 404–417.

Coopersmith, S. (1981). The Antecedents of Self-Esteem. Palo Alto: Consulting Psychologists Press.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Darajat, Z. (1980). Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung.

Ghufron, M. N., & Risnawita, R. (2010). Teori-teori Psikologi. Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.

Guindon, M. H. (2010). Self-Esteem Across the Lifespan: Issues and Interventions.

New York: Routledge.

Hawari, D. (2001). Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi. Jakarta: FKUI Press. Hurlock, E. B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang

Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Kumalasari, R., & Rahayu, S. (2022). Self-esteem dan body image pada wanita pasca melahirkan. Jurnal Psikologi Sosial dan Klinis, 8(1), 55–67.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.

Murk, C. J. (2006). Self-Esteem Research, Theory, and Practice: Toward a Positive Psychology of Self-Esteem (3rd ed.). New York: Springer.

Muyasaroh, A., et al. (2020). Kecemasan dan Faktor Penyebabnya. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 9(2), 89–97.

Nathaniel, B. (1994). Self-Esteem at Work. San Francisco: Jossey-Bass.

Rosenberg, M. (1965). Society and the Adolescent Self-Image. Princeton, NJ: Princeton Uniersity Press.

Santrock, J. W. (2011). Life-Span Development (13th ed.). New York: McGraw- Hill.

Sumirta, P. (2017). Psikologi Kecemasan: Teori dan Penanganannya. Bandung: Alfabeta.

Tanoko, F. (2021). Hubungan self-esteem dengan depresi pada remaja akhir.

Jurnal Ilmu Psikologi, 9(3), 210–219.

Wang, B., & Ollendick, T. H. (2001). A cross-cultural examination of self-esteem and anxiety in children. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 42(2), 151–162.

Downloads

Published

2026-01-20

How to Cite

Anelvi Novita Sari, & Maskhairani Harahap. (2026). Hubungan Self Esteem dengan Kecemasan pada Ibu Muda Berbasis Proyek pada Masyarakat Ibu Muda di Rambah Samo. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1 (Spesial Issue), 817-825. https://doi.org/10.62710/z7m38t03