Peningkatan Kinerja Pertumbuhan Ikan Belida (Chitala sp) dengan Penambahan Suplemen Antioksidan Astaxanthin pada Pakan dengan Dosis yang Berbeda
DOI:
https://doi.org/10.62710/ff81fc70Keywords:
Astaxanthin, Domestikasi, Belida, Pertumbuhan, AntioksidanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi astaxanthin terhadap tingkat stres, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan belida (Chitala sp.) pada tahap awal domestikasi di lingkungan budidaya. Ikan belida merupakan spesies endemik Sumatera Selatan yang terancam punah akibat eksploitasi berlebih dan degradasi habitat. Riset dilakukan di kolam percobaan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dosis astaxanthin (0, 100, dan 200 mg/kg pakan) serta tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup (TKH), pertumbuhan panjang mutlak (PPM), pertumbuhan bobot mutlak (PBM), Efisiensi pakan, konversi pakan (FCR) dan glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan P3 (93,33%), pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan P3 (5,18 cm), pertumbuhan bobot mutlak pada perlakuan P3 (15,44 9), efisiensi pakan pada perlakuan P3 (34,33 %), pada konversi pakan pada perlakuan P1 (4,49), dan glukossa darah pada P1 (119,67mg/dL). Kesimpulan penelitian adalah penambahan astaxanthin berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, efisiensi pakan, konversi pakan, dan glukosa darah. Tetapi pada pertumbuhan panjang mutlak menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin pada tidak bepengaruh nyata.
Downloads
References
Agustina, S., Yulisman, & Huda, N. (2022). Karakteristik Habitat dan Aspek Biologi Ikan Belida (Chitala lopis) di Perairan Lebak Jungkal Kabupaten Ogan Ilir. Journal of Fisheries and Marine Research, 6(3), 324-333.
Agustinus, F. & Minggawati, I. (2019). Pertumbuhan ikan betok (Anabas testudineus) yang dipelihara menggunakan hapa di kolam tanah. Jurnal Ilmu Hewani Tropika, 8(2), 89–92.
Al Husna, A., Isriansyah dan Nikhlani, A. 2022. Efektivitas Penambahan Astaxanthin pada Pakan Terhadap Kualitas Warna, Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Koi (Cyprinus carpio). J. Aquawarman. Vol. 8 (1): 155–164.
Ambati, R.R., Phang, S.M., Ravi, S., & Aswathanarayana, R.G. (2014). Astaxanthin: Sources, extraction, stability, biological activities and its commercial applications—A review. Marine Drugs, 12(1), 128–152.
Andrade T, Afonso A, Peres-Jimenez A, OlivaTeles A, de Las Heras V, Mancera JM, Serradeiro R, Costas B. 2015. Evaluation of different stocking densities in a Senegalese sole (Solea senegalensis) farm: Imlicationa for growth, humoral immune parameters and oxidative status. Aquaculture 438: 6-11.
Aprilia, P., S. Karina dan Mellisa, S. 2018. Penambahan Suplemen Viterna Plus Pada Pakan Benih Ikan Patin Addition of Supplements on Feed Catfish (Pangasius sp). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan Dan Perikanan Unsyiah, 3(1):66-75.
Boyd, C. E. (2020). Water Quality: An Introduction. Springer Nature. DOI: 10.1007/978-3-030-23335-8
Chien, Y. H., & Shiau, W. C. (2005). The effects of dietary vitamin C, E, and astaxanthin on the coloring, growth and survival of neon tetra Paracheirodon innesi. Aquaculture, 244(1-4), 215-223. DOI: 10.1016/j.aquaculture.2004.11.020
Ebeling, J. M., Timmons, M. B., & Bisogni, J. J. (2006). Engineering analysis of the stoichiometry of photoautotrophic, autotrophic nitrifying and heterotrophic removal of ammonia-nitrogen in aquaculture systems. Aquaculture, 257(1-4), 346-358. DOI: 10.1016/j.aquaculture.2006.03.019
Effendie, M.I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
Effendie, M. I. 2000. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta. 163 hal.
Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.
Fitriyanto, A.N., Ediyanto dan V.D. Gultom. 2020. Efektivitas Penambahan Probiotik terhadap Pertumbuhan, FCR, dan Sintasan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepenus). Jurnal Satya Minabahari, 5(2):73-84.
Francis-Floyd, R., et al. (2009). Ammonia in Fishponds. University of Florida IFAS Extension.
Fricke, R., Eschmeyer, W. N., & Van der Laan, R. (Eds.). (2024). Eschmeyer's Catalog of Fishes: Genera, Species, References. (http://researcharchive.calacademy.org/research/ichthyology/catalog/fishcatma in.asp). Diakses pada 23 juli 2024.
Gao, L., Zhang, Z., Sun, J., & Yang, F. (2025). Advances and trends for astaxanthin synthesis in Phaffia rhodozyma. Microbial Cell Factories, 24, 100.
Guerin, M., Huntley, M.E., & Olaizola, M. (2003). Haematococcus astaxanthin: Applications for human health and nutrition. Trends in Biotechnology, 21(5), 210–216.
Hastuti, S., Mokoginta, I., & Jusadi, D. (2017). Respons stres ikan nila (Oreochromis niloticus) terhadap pemberian pakan fungsional. Jurnal Akuakultur Indonesia, 16(2), 123–131.
Halliwell B. 2006. Reactive spesies and antioxidants: Redox biology is a fudamental theme of aerobic life. Plant Physiol. 141:312-322.
Huet, M. (1994). Textbook of Fish Culture: Breeding and Cultivation of Fish. Fishing News Books.
Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2021). Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/KEPMEN-KP/2021 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi.
Kordi, M. G. H. (2010). Panduan Lengkap Memelihara Ikan Air Tawar di Wadah Terkontrol. Liliput. Jakarta.
Lalita, A., Lili, W., Iskandar, dan Pratiwi, F.M. 2022. The Effect of Differences in the Addition of Astaxanthin and Several Sources of Natural ß-carotene inIncreasing Color Intensity of Koi Fish (Cyprinus carpio L.). Asian Journal of Fisheries and Aquatic Research. 18(2): 38-47.
Lim, K. C., Yusoff, F. M., Shariff, M., & Kamarudin, M. S. (2018). Astaxanthin as feed supplement in aquatic animals. Reviews in Aquaculture, 10(3), 738-773. DOI: 10.1111/raq.12200
Maren, P., et al. (2022). Physiology and Health Indicators in Teleost Fish. Journal of Marine Science and Engineering.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI. 2021. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Jenis Ikan Yang Dilindungi. Jakarta (ID): 1-24.
Metwally, O. K. M., Mersal, A. T., El-Gendy, A., & Gabr, N. M. (2023). Evaluation of biochemical changes in induced diabetic male rats by different methods. International Journal of Theoretical and Applied Research, 2(2), 247–255.
Muslim, M., Yulisman, Y., & Fitrani, M. (2019). Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Ikan Belida (Chitala lopis) yang Diberi Pakan Berbahan Baku Tepung Ikan Berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 7(1), 12-23.
Naguib, Y.M.A. (2000). Antioxidant activities of astaxanthin and related carotenoids.
Journal of Agricultural and Food Chemistry, 48(4), 1150–1154.
Nakano, T., Tosa, M., & Takeuchi, M. (1999). Improvement of biochemical features in fish health by red yeast and astaxanthin. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 47(9), 3431–3435.
National Research Council (NRC). (2011). Nutrient Requirements of Fish and Shrimp.
The National Academies Press, Washington, D.C.
Patriche, T. (2009). The Importance of Glucose Determination In The Blood Of The Cyprinids Importanţa Determinării Glucozei Din Sângele Ciprinidelor. Biotehnologii, 42(2).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. 14 Desember 2001. Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 153. Jakarta.
Prasetyo, D., & Handajani, H. (2020). Pengaruh pengkayaan Daphnia sp. menggunakan astaxanthin terhadap kualitas warna ikan cupang (Betta splendens). Jurnal Sains Perikanan Indonesia, 16(2), 87–94.
Presiden RI. 2022. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Kebijakan Kelautan Indonesia Tahun 2021-2025. Jakarta (ID): 1-252.
Putra, A.H., Siregar, D.H. & Lestari, N. (2021). Pengaruh suplementasi antioksidan alami terhadap performa pertumbuhan ikan air tawar. Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis, 13(3), 122–130.
Putri, L., Setiawati, M., & Jusadi, D. (2019). Karakteristik pertumbuhan ikan patin dan nila terhadap pakan fungsional. Jurnal Akuakultur Indonesia, 18(1), 11–20.
Rahman, M. M., Kader, M. A., & Bulbul, M. (2019). Effects of dietary additives on feed utilization in freshwater fish. Aquaculture Reports, 15, 100 222.
Sari, D. P., Mulyani, Y., & Kartika, R. (2020). Aktivitas hormon pertumbuhan dan efek karotenoid pada ikan air tawar. Jurnal Riset Akuakultur Indonesia, 14(1), 55–64.
Sari, D. P., Mulyani, Y., & Kurniawan, A. (2019). Respons fisiologis ikan air tawar
endemik terhadap stres lingkungan. Jurnal Iktiologi Indonesia, 19(3), 357–366.
Shah, M.M.R., Liang, Y., Cheng, J.J., & Daroch, M. (2016). Astaxanthin-producing microorganisms: A review. Bioresource Technology, 222, 437–447.
SNI (Standar Nasional Indonesia). (1999). SNI 01-6141-1999: Produksi Benih Ikan Patin Siam Kelas Benih Sebar. Badan Standarisasi Nasional.
Sofian, Jusadi D, Nuryati S. 2016. Pertumbuhan dan Status Antioksidan Ikan Gurami yang Diberi Level Suplementasi Astaxanthin Berbeda. Jurnal Akuakultur Indonesia. 15(1): 24–31.
Sofian, Syaeful, A., & Saputra, M. (2019). Kinerja pertumbuhan ikan gabus (Channa striata) dengan suplementasi astaxanthin pada level berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 7(2), 77-85.
Stickney, R. R. (2005). Aquaculture: An Introductory Text. CABI Publishing.
Timmons, M. B., et al. (2002). Recirculating Aquaculture Systems. Cayuga Aqua Ventures.
Trilaksani W. 2003. Antioksidan: Jenis, sumber, mekanisme kerja dan peran terhadap kesehatan. [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Utami, R., Hasan, Z., & Iskandar. (2018). Respons fisiologis ikan patin (Pangasius sp.) terhadap stres lingkungan ditinjau dari perubahan kadar glukosa darah. Jurnal Perikanan dan Kelautan, 9(1), 29–36.
Wang, J., Chen, X., Li, S., & Zhou, H. (2021). Astaxanthin supplementation improves digestive enzyme activity and feed efficiency in fish. Aquaculture Nutrition, 27(3), 899–908.
Watanabe T. 1988. Fish Nutrition and Mariculture. Tokyo, Japan: JICA Textbook the General Aquaculture Course.
Wicaksono, A., dkk. (2021). Evaluasi Kualitas Air pada Budidaya Ikan Belida (Chitala lopis) dengan Pemberian Pakan Diperkaya Karotenoid. Jurnal Riset Akuakultur, 16(2), 101-110. DOI: 10.15578/jra.16.2.2021.101-110
Widiastuti, Rohmah, Maheno Sri Widodo, dan Abd. Rahem Faqih. “Respon Hormon Stress dan Glukosa Darah Benih Ikan Maru (Channa marulioides) terhadap Suhu Berbeda.” Syntax Idea, vol. 4, no. 5, 2022, hlm. 843–851, DOI:10.46799/syntax-idea. v4i5.1839.
Xie, S., Fang, H., Chen, Y., & Zhang, Y. (2020). Dietary astaxanthin enhances energy utilization and feed efficiency in fish. Fish & Shellfish Immunology, 99, 221–229.
Yuan, Y., Li, J., & Chen, L. (2020). Optimal astaxanthin supplementation improves feed utilization efficiency in cultured fish. Aquaculture Research, 51(7), 2801–2810.
Zhang, J., Wang, L., Li, X., & Li, P. (2019). Effects of dietary astaxanthin on feed efficiency and physiological performance of fish. Aquaculture Research, 50(6), 1569–1578.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nadia Jely Monica, Enika Rustya Melani2, Rico, Sofian, Indah Anggraini Yusanti (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








