Strategi Janda Muda dalam Bertahan Hidup dan Dampak Status Janda Muda Bagi Perempuan

Authors

  • Octamaya Tenry Awaru Universitas Negeri Makassar Author
  • Rahmawati. K Universitas Negeri Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.62710/vb109r53

Keywords:

jandamuda, bertahan hidup, Perempuan.

Abstract

Penelitian ini membahas strategi bertahan hidup dan dampak sosial yang dialami janda muda di Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa tingginya angka perceraian di Polewali Mandar, yaitu 667 kasus pada tahun 2024, memunculkan fenomena janda muda sebagai permasalahan sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana informan dipilih secara purposive sampling dengan kriteria perempuan berstatus janda muda berusia 18–30 tahun, memiliki durasi pernikahan 0–5 tahun, dan tercatat sebagai cerai gugat di Pengadilan Agama Polewali Mandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa janda muda menerapkan tiga strategi utama dalam memenuhi kebutuhan hidup pasca perceraian, yaitu strategi aktif (bekerja, membuka usaha, dan memanfaatkan teknologi digital), strategi pasif (berhemat dan bergantung pada dukungan keluarga), serta strategi jaringan (menggunakan hubungan sosial, keluarga, dan komunitas untuk memperoleh dukungan finansial maupun emosional). Temuan ini menunjukkan bahwa para janda muda bersifat adaptif dan rasional dalam menghadapi kondisi baru. Dari sisi sosial, status janda muda membawa dampak signifikan berupa stigma negatif, pengucilan, gosip, dan keterbatasan dalam pergaulan. Stigma tersebut menyebabkan tekanan psikologis dan penurunan rasa percaya diri, meskipun beberapa janda muda tetap mendapat dukungan keluarga dan komunitas. Dalam perspektif teori pilihan rasional Coleman, keputusan muda janda untuk mengadopsi strategi tertentu dan mengurangi interaksi sosial dipandang sebagai bentuk kalkulasi logistik guna mencapai stabilitas hidup dan melindungi kesejahteraan anak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fakih, M. (2008). Analisis gender dan transformasi sosial. (No Title).

Hakim, M. A. (2023). Status Janda Akibat Perceraian Dan Implikasinya Terhadap Keluarga: Studi Teori Fungsionalisme Struktural di Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Al Fuadiy: Journal of Islmaic Family Law, 5(2), 51–70.

Harjianto, H., & Arie Ramadhani, A. (2024). Studi Identifikasi Dampak Perceraian Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Parijatah Kulon Kabupaten Banyuwangi. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 11(12), 5171–5179. Himawati, Y., & Taftazani, B. M. (n.d.). Strategi Bertahan Hidup Perempuan Kepala

Keluarga. In Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) (Vol. 4, Issue 2).

K., R., Ridha, R., & Awaru, A. O. T. (2025). Lebih Baik Menjanda (Alasan Perempuan Memilih menjadi Janda pada Usia Muda di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar). Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, 8(3), 2882–2889. https://doi.org/10.24815/jr.v8i3.47622

Kabeer, N. (2016). Gender equality, economic growth, and women’s agency: The “endless variety” and “monotonous similarity” of patriarchal constraints. Feminist Economics, 22(1), 295–321.

Karvistina, L. (2011). Persepsi Masyarakat Terhadap Status Janda (Studi Kasus Di Kampung Iromejan, Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta). Skripsi, Fakultas Ilmu Sosial.

Mazid, S., Wulansari, A., & Hastanti, A. D. (2023). Strategi Janda Cerai Dalam Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Keluarga di Kota Magelang. Resolusi: Jurnal Sosial Politik, 6(1), 16–26.

Musdah, M. S. (2006). Islam & Inspirasi Kesetaraan Gender. Yogyakarta: Kibar Press.

Rachman, A. W., Fadlillah, A. R., & Cholifah, N. (2023). Persepsi masyarakat terhadap perempuan berstatus janda. Cross-Border, 6(1), 371–382.

Rusdi, M., Sangaji, A. I., & Rezkiamaliah, F. (2020). Persepsi Masyarakat Terhadap Status Janda di Kecamatan Tamalate Kota Makassar:(Community Perception Towards Janda in Tamalate District, Makassar). Uniqbu Journal of Social Sciences, 1(3), 154–163.

Saptiawan, I. H. (2010). Sugihastuti. Gender dan Inferioritas Perempuan, Praktik Kritik Sastra Feminis. Yokyakarta: Pustaka belajar.

Suryakusuma, J. (2016). From both sides now: Shariah morality, pornography and women in Indonesia. Legitimacy, Legal Development, and Change: Law and Modernization Reconsidered, 193–212.

Terhadap, S., Muda, J., Kasus, S., Perempuan, L., Perceraian, K., Muda, U., Kadubungbang, D., Cimanuk, K., Banten, P., Aprilandini Siregar, Y., & Afini, R. N. (n.d.). SeNSosio Unram. 474 | Seminar Nasional Sosiologi |, 4, 2023.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

Awaru, O. T., & K, R. (2026). Strategi Janda Muda dalam Bertahan Hidup dan Dampak Status Janda Muda Bagi Perempuan. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1 (Spesial Issue), 18-25. https://doi.org/10.62710/vb109r53