Literatur Review: Hubungan Depresi yang Berisiko Bunuh Diri pada Usia Remaja dan usia Dewasa
Keywords:
Depresi, Risiko bunuh diri, Kesehatan mentalAbstract
Tidak semua remaja berhasil melalui perubahan-perubahan yang terjadi pada masa transisi dengan baik, bahkan di antara mereka mulai mengalami berbagai peristiwa yang tidak mengenakkan. Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan potensi risiko remaja mengalami depresi semakin tinggi. Depresi tidak terdeteksi sejak awal dan baru diketahui setelah terjadi beberapa permasalahan, termasuk tindakan bunuh diri yang menjadi penyebab terbesar pada remaja dan dewasa. Bunuh Diri merupakan tindakan agresif yang merusak diri sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan. Beberapa kejadian bunuh diri sudah terjadi di Indonesia, bahkan yang meninggal dunia setelah melompat dari lantai atas dan ada pun yang menggantungkan dirinya dengan sengaja, yang diduga karena mengalami depresi. Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan yang terdapat rasa putus asa, serta penurunan fungsi sosial dan akademik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berita kesehatan dan pendidikan yang membahas kasus bunuh diri akibat depresi pada anak remaja, dan orang dewasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang sering muncul adalah masalah percintaan, tekanan akademik, masalah keluarga, bullying, kesepian, serta rendahnya dukungan sosial. Kesimpulannya, depresi yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani sejak dini dapat meningkatkan risiko bunuh diri, sehingga diperlukan pengatasan dini, edukasi kesehatan mental, dan akses layanan psikologis yang mudah Tujuan Penelitian ini ingin mengetahui hubungan tingkat depresi dengan faktor resiko ide bunuh diri dan ingin mengetahui perilaku yang menjadi gejala depresi yang terjadi serta permasalahan yang menyertai.
