Efektivitas Aromaterapi Minyak Kayu Putih terhadap Bersihan Jalan Napas pada Anak dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Sebuah Literature Review

Authors

  • Melisa Melisa Universitas Bina Bangsa Getsempena Author
  • Fitriyati Selian Universitas Bina Bangsa Getsempena Author
  • Zahratul Jannah Universitas Bina Bangsa Getsempena Author
  • Eliasa Putri Universitas Bina Bangsa Getsempena Author
  • Airin Novitasari Universitas Bina Bangsa Getsempena Author
  • Cantika Omaisarah Universitas Bina Bangsa Getsempena Author
  • Berliana Safrianti Universitas Bina Bangsa Getsempena Author
  • Dahliana Dahliana Universitas Bina Bangsa Getsempena Author
  • Reca Melati Phonna Universitas Bina Bangsa Getsempena Author

Keywords:

Aromaterapi, Minyak Kayu Putih, ISPA, Bersihan Jalan Napas, Anak

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan dari hidung hingga alveoli dan masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia maupun Indonesia. WHO mencatat sekitar 4 juta kematian akibat ISPA setiap tahun, terutama akibat pneumonia pada balita, sementara Survei Kesehatan Indonesia 2023 melaporkan prevalensi ISPA pada balita meningkat menjadi 34,2%. Selain terapi medis, terapi komplementer berupa aromaterapi minyak kayu putih (Oleum Cajuputi) yang mengandung 1,8-cineol (eucalyptol) semakin banyak digunakan untuk membantu bersihan jalan napas. Menganalisis efektivitas aromaterapi minyak kayu putih dalam mengurangi gejala ISPA pada anak, mekanisme kerjanya, serta metode penggunaan yang efektif dan aman. Literature review dengan penelusuran pada Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect terhadap 24.840 artikel terbitan 2021–2026, disaring berdasarkan kriteria inklusi menjadi sepuluh artikel yang dianalisis. Seluruh artikel menunjukkan hubungan signifikan antara pemberian aromaterapi/inhalasi minyak kayu putih dan perbaikan bersihan jalan napas, ditandai penurunan frekuensi napas, berkurangnya sekret, dan menurunnya suara napas tambahan. Aromaterapi minyak kayu putih berpotensi efektif sebagai terapi komplementer nonfarmakologis pada anak dengan ISPA, namun penelitian dengan desain yang lebih kuat masih diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiahnya . 

 

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

28-11-2025

Issue

Section

Articles